Thursday, August 25, 2011

Jilbab menurut Quraish Shihab

Ada temenku perempuan yang sudah naik haji tidak pake jilbab, alasannya menurut Quraish Shihab wanita tidak wajib pake jilbab, jilbab hanya sekedar anjuran saja. Sebetulnya ada tambahan penjelasan dari pak Quraish Shihab yaitu memakai baju sopan. Baju sopan menurutku lengan panjang, celana panjang, dada tertutup dan tidak ketat, tidak tipis, tidak transparan. Tambahan lain dari hadits yaitu rambutnya tidak dicat dengan warna hitam, tidak ditambahin rambut palsu (wig atau hair extension).

Yang aku tangkap dari pemahaman ini adalah jangan menghakimi bahwa perempuan tanpa jilbab itu bukan muslimah yang baik. Ada loh perempuan gak pake jilbab rajin shalat lima waktu, pendiam, ramah, tidak mudah marah, sabar, suka menolong orang lain dan seterusnya yang baik-baik. Malah  perempuan pake jilbab belum nikah peluk-pelukan dengan pacarnya di depan atau di belakang umum itu gak bener. Ada yang pake jilbab hanya agar mendapat predikat alim, soalnya aslinya masih suka menurutkan hawa nafsu.

Sedangkan bila sudah ingin mencapai taraf wanita shalehah (saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga) maka wanita ini adalah tipe yang suka belajar dan berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Sering berada di pengajian, sering membaca Al Qur'an dengan artinya, shalat wajib ditambah shalat sunat, puasa sunat di luar bulan Ramadhan, yang jelas merasa tidak cukup hanya dengan menjalankan yang wajib saja. Karena sering membaca Al Quran, datang ke pengajian, maka wanita shalehah akan nyaman memakai kerudung. Berusaha menggunakan baju yang tidak tipis, tidak ketat, tidak tembus pandang, kerudungnya ditutupkan ke dada. Merasa risih dengan baju yang terbuka-buka. Ini disebabkan oleh keimanan wanita shalehah, karena malu adalah bagian dari iman.

Menurut Quraish Shihab lagi, hati perlu dibuka dengan tulus untuk menerima pemahaman Islam. Biarpun berat tetap dicoba, semua ditujukan untuk Allah atau ikhlas. Kalo pake pembenaran kayak nanti setelah pensiun belajar Islamnya, masih sibuk cari uang untuk anak-anaknya agar bisa belajar di sekolah Islam termahal, yah... Menurutku hati semakin hitam pekat, semakin sulit untuk membuka hati secara tulus. Penyesalan selalu datang terlambat, jangan sampai menyesal saat nyawa sudah di kerongkongan. Karena hati yang kotor tertutup dosa akan kena azab kubur, belum lagi azab akherat. Dan anak-anak yang dititipkan di sekolah Islam mahal, doanya tidak diterima karena selama ini tidak diberi contoh bagaimana agar menjadi shaleh dan shalehah dari orangtuanya sendiri.

Semoga kita semua berusaha menjadi muslim yang sebaik-baiknya, yang tergetar hatinya karena takut pada Allah. Mau belajar dan mengamalkan ajaran Islam yang benar...

Artikel terkait:
Soal jilbab wajib atau tidak
Jawaban email soal jilbab tidak wajib

10 comments:

r10 said...

enak bila wanita sudah berpakaian islami, jadi saat sholat ga ribet nyari pakaian sholat lagi

kalau lagi berpergian ga semua masjid terkadang menyediakan mukena buat wanita

ninda~ said...

hhhhhhh mbak mbak
temannya mbak itu lo kok ya alasannya mengacu sama bapak ini..krik krik deh
oke beliau pinter kita semua tahu
tapi salah dong kalau mengacu sama omongan ini padahal kebanyakan penafsiran ahli kitab itu wajib lo. jadi
entah saya kok ngga sependapat sama si bapak ini. mukena itu ada ya karena buat nyukupi keperluan orang yg gk pake jilbab ini. krn itu gak semua negara mengenal mukena. cuma krn udah kebiasaan dan jadi tradisi, sayapun masih pake meskipun sudah pake jilbab di dalamnya
aduh saya mending ngga usah mendengarkan beliau, kuatir dengan terpengaruhnya pemahaman saya..
jilbab itu wajib bagi wanita muslim. jadi ya ngga ada itu mending yg gak berjilbab tapi kelakuannya baik ketimbang yg berjilbab tapi gak karuan. nilainya itu lo, dari segi kepatuhan lebih bagus yang berjilbab ini meskipun akhlaknya kurang bagus.
sama kayak mending mana sholat tapi kelakuannya kurang bagus sama gak sholat tapi bagus

Mundi said...

pendapat Quraish shihab ttg jilbab memang termasuk yg meringankan, tdk wajib....
yg penting kalo memang mau berjilbab harus benar-benar sesuai aturan, jangan seperti sekarang ini, banyak yg pake kerudung tp masih pake celana jean ketat dan kaos ketat....

Ami said...

@ r10, aku masih bawa mukena yang bisa dilipet kecil kalo pergi. Soalnya punggung tangan mesti ditutup. Kalo sehari-harinya sih mukenanya yang katun, adem soalnya@ r10, aku masih bawa mukena yang bisa dilipet kecil kalo pergi. Soalnya punggung tangan mesti ditutup. Kalo sehari-harinya sih mukenanya yang katun, adem soalnya

Ami said...

@ Ninda, mmm... Aku kehabisan temen akhir2 ini Ninda, katanya ilfil sama aku trus aku dihindari. Temenku sekarang rekan kerja yang semua pake kerudung. Tapi aku berusaha bisa bicara baik-baik pada yang gak pake kerudung. Gak banyak omong aja mereka ilfil sama aku. Biarlah, kesaring sendiri tuh temen-temenku... Tetap banyak bersyukur@ Ninda, mmm... Aku kehabisan temen akhir2 ini Ninda, katanya ilfil sama aku trus aku dihindari. Temenku sekarang rekan kerja yang semua pake kerudung. Tapi aku berusaha bisa bicara baik-baik pada yang gak pake kerudung. Gak banyak omong aja mereka ilfil sama aku. Biarlah, kesaring sendiri tuh temen-temenku... Tetap banyak bersyukur

ninda~ said...

iya mbak diem2 aja, kalau mereka nanya ya jawab :)
aku juga sering ngalamin ngga bisa nahan mulut atau jari hmmm... tapi dirasa2 kok banyak rugi sayanya.. jadi emosi gitu
ah yasudah deh diam saja

Baha Andes said...

@mba Ninda aku cuma tersenyum ama alesa ust di atas aaku justru setuju ama sampean....

Anonymous said...

Jilbab itu budaya Arab. Tidak ada dalam Quran yang menjelaskan bahwa kepala wanita harus ditutup. Pada jaman Rasulullah, jilbab dipakai karena budaya mereka seperti itu. Hanya saja, mereka memakainya tidak benar karena dada kelihatan terbuka. Sehingga muncullah ayat-ayat yang menyuruh agar mereka MENGULURKAN JILBAB mereka ke atas dada mereka. Intisari dari pernyataan Quran yang ditafsirkan oleh Quraish Shihab adalah berpakaian secara sopan, tidak harus menutup kepala. Untuk apa menutup kepala tapi baju dan celananya ketat? sama saja menutup kepala tapi dadanya terbuka. Lebih parah lagi, pakai kepalanya dijilbabi,tapi hatinya tidak. Yang penting bukan apa yang ada di luar kepala, melainkan apa yang ada di dalam kepala.

Anonymous said...

Saya sudah mengalami berbagai hal saat saya berhijab. Komunitas orang berhijab tidak lebih baik daripada mereka yang tidak berhijab. Bayangkan, mereka hanya mau memberi salam kepada orang2 yang berhijab saja. Apakah ini disebut Islam? Dan saya banyak didekati oleh orang2 berjenggot yang bercelana cingkrang yang jauh dari harapan saya. Mengapa kita tidak memikirkan lebih jauh tentang masalah iptek daripada sekedar jilbab? Islam banyak memiliki cendikiawan masa lalu. Hanya setelah masa jenghis Khan datang yang diakhiri dengan tumbangnya kekhalifahan di Turki maka jaman keemasan cendekiawan Islam mulai luntur, dan umat Islam lebih suka meratapi dengan hal-hal yang tidak rasional termasuk urusan hijab pro dan kontra daripada mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

saya said...

Bersifatlah yg rasional dgn tolransi yg baik, kita didik Allah dgn rasional dan toleransi.. Logikanya bila Allah mau cukup hanya satu agama saja dgn setengah detik mengapa Allah biarkan semua ini... Agar kita dapat saling menghargai..begitu jg dgn jilbab itu hal yg sangat luar biasa mudahnya bagi Nya, apa lg ini lingkup sendiri aja msh gontokan... Belajarlah lbh melihat diri sendiri sdh seberapa benarnya saya ini..??? Dari pada mengurusi mungkin mereka lbh dihargai di mata Allah dari kita. Logikanya saja..apa cowok2 itu sangat napsu dan berani berbuat senonoh dgn rambut kamu Yg terbuka..? tapi kamu berlaku sangat sopan cendrung diam dgn baju yg longgar tertutup berkerah di bandingkan dgn kamu yg menggunakan jilbab yg ada lehernya terbuka, baju sangat ketat, menggunakan jins pensil..? Tingkah pecicilan dgn kata yg menggoda, kata kita itu lbh tajam dari badan kita.. Saya rasa dgn sangat normal perempuan yg sopan tdk diganggu..saya orang yg sangat awam cendrung tdk pintar..jgn suka merasa terlalu lbh dari mereka yg lebih, kita terkadang tdk punya ilmu utk bicara tapi jika bicara terlalu keras dari yg tau..mungkin Allah pun bisa sangat sedih dgn ketidak tahuan kita.. Kita diberi akal utk melihat yg mana yg benar, klu menurut kita benar kita kerjakan saja tdk perlu ribut mengatakan kita yg paling benar... Bagaikan kita SD kls.1. Ribut dgn prof mengatakan saya lbh tahu dr ilmu prof..