Monday, October 31, 2011

Menabung untuk umroh 2015

Kemarin ada pengajian kelompok Haji tahun 2004 yang kebetulan kakakku jadi tuan rumah. Ada ide kelompok ini menabung untuk bersama-sama berangkat umroh di bulan Ramadhan tahun 2015. Waaah, pengen bangetz ikut, aku juga mau nabung juga ah.

Dulu tahun 2004 aku sudah hampir berangkat haji, ikut manasik segala, ditemenin kakakku. Karena kebandelanku, aku malah kabur ke Bogor. Pencarian jati diri. Sekarang aku balik ke Jogja lagi, dan mencoba memperbaiki semua kesalahanku, banyak mengucapkan istighfar.

Emang aku bandel banget. Balik ke Jogja Juni 2009 malah awalnya sibuk makan-makan ngumpul dengan teman-teman lama di alumni trus dilanjutin karaokean sampe malem. Banyak fotonya di Facebook, sampe malu aku upload di sini... yah, sekarang aku gak nikmatin pulang malem lagi.

Kadang mikir, apa iya hidup hura-hura itu menyenangkan. Hmmmm... sulit ya ngomongnya, dulu aku ikutan juga sih. Dan kalo udah nyemplung begitu, semuanya jadi dihalalkan. Minum minuman keras halal. Bikin affair dengan yang bukan pasangan sahnya juga halal. Gak ada ucapan-ucapan istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan seterusnya di sana. Dan lucunya, para pelaku hura-hura ini menganggap orang alim itu rugi, tidak menikmati hidup katanya. Eeeeeh... belum tau aja ya, di akhirat orang alim itu dimuliakan oleh Allah, yang di dunia suka hura-hura dilaknat oleh Allah.

Oh ya, ada juga yang suka melakukan hura-hura juga, ibadah dan pengajian juga. Nah... gimana tuh. Katanya mesti menyeimbangkan dunia dan akhirat. Menurutku sih, tergantung dari hura-huranya sejauh apa. Niatnya apa. Hanya saja seimbang dunia akhirat versi, shalat yes, dugem yes, atau istilahnya STMJ shalat terus maksiat jalan malah ibarat shalat dengan hati yang kotor. Apa ibadah dan shalatnya diterima Allah, wallahu a'lam. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar bagi mereka yang STMJ.

Oke... diniati menabung untuk umroh tahun 2015, dan Insya Allah berangkat haji tahun 2019. Cerita mendaftarkan haji ada di link ini Mendaftarkan haji reguler 2011 berangkat 2019 . Semoga masih diberi umur oleh Allah untuk berangkat ke sana. Pengennya sih ada rejeki tambahan biar bisa berangkat cepet ikutan yang plus... hehehe #ngarep. Tapi semua disyukuri sajalah, apa yang aku miliki semuanya adalah anugerah dari Allah yang tidak terhingga. Hidup di dunia bagai sekedipan mata saja. Bayangkan, rasanya baru kemarin pindah ke Jogja taun 2009, sekarang sudah 2011. Apalagi ada warning (sekedar dugaan, jangan percaya begitu saja) akan ada kiamat kecil di akhir tahun 2012. Yang sudah punya pacar segera nikah sana....

#initulisankokbelokkemana-mana #iiiiiih

2 comments:

ninda~ said...

cuma Allah yang tahu kapan kiamat terjadi
manusia seringkali sok tahu
sayang ya mbak denger ramalan kayak gitu2, ngurangin pahala kita

Ejawantah's Blog said...

Terkadang dibalik niat suatu yang suci ikhlas terdapat suatu keajaiban yang akan Dia berikan kepada kita.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog