Friday, December 30, 2011

Walau jarak memisahkan kita

Aku terpisah dengan anak-anakku semua ada kisahnya. Bukan sesuatu yang aku harapkan. Pernah ada satu waktu aku sibuk mengantar anak-anakku sekolah. Anakku yang sekarang SMA, dulu aku mengantar sekolah waktu SD bebarengan dengan adiknya yang TK, kebetulan lokasinya sama. Untuk anakku laki-laki yang sulung ditambah berenang intensif sorenya 2 kali seminggu karena dia punya bakat berenang, mewakili sekolah ke kejuaraan antar pelajar.

Latihan intensif berenang sendiri membuat keajaiban. Anakku sulung yang tadinya sempet membuat khawatir eyang kakungnya masalah kecerdasan, karena terlambat bicara, terlambat membaca dan menulis, sampai beliau mengatakan "jangan kecewa kalo Genta sering tidak naik kelas, terima apa adanya". Setelah latihan berenang seminggu beberapa kali, puluhan kali bolak-balik bukan hanya nyemplung tentu saja, kecerdasannya meningkat drastis. Waktu kelas 6 SD di Pamulang, Genta mempunyai nilai NEM terbaik di kelasnya, bahkan nilai matematikanya 10. Jadi Genta bukan menjadi anak yang sering tidak naik kelas, malah menjadi anak dengan nilai terbaik di kelasnya.

Ikutan kompetisi rubik di Jogja 2010   

Anak laki-lakiku satu-satunya dengan 4 adik perempuan

Adiknya Lintang, barangkali karena kecerdasannya begitu menonjol membuat kakak sulungnya tenggelam. Waktu Lintang sudah lancar membaca di TK A, Genta masih tertatih-tatih belajar membaca di kelas 1 SD. Bila aku menjemput pulang sekolah, aku mesti menunggu sekitar 10-15 menit karena Genta belum selesai menulis. Lintang yang selalu dibilang orang-orang secara fisik mirip dengan ibunya, aku, berkulit terang sedangkan kakaknya laki-laki lebih gelap, waktu masih TK A sering disuruh membaca kalimat-kalimat panjang di surat kabar kalo sedang berkumpul dengan saudara-saudara waktu lebaran. Lintang bisa membaca lancar padahal dia juga belum tau artinya, duh kalo ingat... lucunya...






Anakku no tiga, Ifa adalah anak paling disiplin. Kalo perjalanan keluar kota, kopernya paling rapi, mandi dan shalat duluan tidak pernah disuruh. Pecinta anak kecil, sukanya bemain ke tempat tetangga yang ada anak kecilnya, gak ribut minta hape atau dibeliin mainan. Bahkan aku berpikir dia ini seperti manusia bijak dalam tubuh mungil.



Biarpun jarak memisahkan, aku masih ada di hati mereka. Dengan doa-doaku, pelukanku jarak jauh. Bahkan kata temanku yang bijak, hubungan batin antara ibu dan anak tetap tersambung walaupun terpisahkan oleh jarak...

2 comments:

Ario Antoko said...

pamulang itu dekat dengan rumahku loh (ciputat)

Elsa said...

mereka masing masing sangat special ya Mbak....