Friday, July 22, 2011

Kecintaan pada uang membuatnya menerima uang hasil pesugihan

Ini kisah seorang nenek yang aku kenal. Rajin shalat, memakai kerudung dan dipanggil bu hajjah oleh tetangga-tetangganya. Hanya saja panggilan bu hajjah itu hanya sekedar nama, tanpa disadari, karena dia membiarkan seorang anaknya menggunakan guru spiritual untuk melariskan usahanya. Sejauh ini bu hajjah berpikir bahwa guru spiritual anaknya membuatnya repot, karena anaknya yang mengurus usaha warisan suaminya yang sudah meninggal membelikan rumah untuk guru spiritual ini. Hal yang merisaukan tentang guru spiritual ini tidak berani disampaikan ke anaknya, hanya dibicarakan ke anak-anak yang lain dengan nada prihatain. Bu hajjah ini berharap agar guru spiritual ini meninggalkan anaknya, takut uang hasil usaha anaknya kesedot ke guru spiritual ini, nanti rugi dong.

Akhirnya guru spiritual ini meninggalkan anaknya, sudah mulai jarang datang. Bu hajjah ini suka mengeluh... duh jaman presiden pak Harto dulu usaha bengkel ini laris banget, omzet mencapai puluhan juta rupiah perharinya. Setelah reformasi kok jadi seret, minim, malah sekarang anaknya banyak utangnya.

Heran, memang sangat mengherankan. Nenek ini sama sekali tidak sadar bahwa kelarisan usaha karena menggunakan guru spiritual itu ada waktunya, hanya sesaat. Belum lagi ada tumbalnya. Nanti orang yang melakukan usaha dibantu pesugihan akan menjadi budak jin setelah meninggal, belum lagi di akhirat, bisa jadi hanya akan menjadi bahan bakar neraka di neraka paling bawah, karena meminta pertolongan dari selain Allah. Dan nenek ini sudah puluhan tahun mengkonsumsi uang panas yang sama sekali tidak barokah. Anaknya yang mengelola usaha sekarang kerjaannya hanya mencoba survive aja, gali lobang tutup lobang gak jelas tanpa menyadari saat kematiannya akan sulit meninggal. Sakratul mautnya bisa panjang karena disiksa oleh jin jahat yang telah dimintain bantuan. Belum lagi tidak akan menuju alam barzakh setelah kematiannya, tapi turun dimensi ke alam jin, dan diperbudak oleh jin jahat akan sangat dihinakan.

Menikmati uang tanpa dipedulikan asal-usulnya apakah halal atau haram adalah salah satu tanda-tanda kiamat kecil. Setelah tanda-tanda kiamat kecil nanti akan ada tanda-tanda kiamat besar. Tanda-tanda kiamat kecil adalah tanda kemerosotan moral manusia. Nenek ini karena merasa butuh uang, suka belanja, belum paham juga bahwa uang haram akan menjadikan hidupnya tidak barokah. Selama nenek ini tidak mau intropeksi, memperbaiki diri, menghindari uang haram, maka lama-lama wataknya akan menjadi seperti ahli neraka. Suka marah, dzolim, kikir, mementingkan diri sendiri, dan semua hal negatif lainnya. Ajaran Islam yang benar makin lama akan makin ditinggalkan. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padanya...

1 comment:

  1. haha ... ya jangan mau lagi nerima uangnya mbak :D

    ReplyDelete