Kemana, dimana, kemana (diskusi JIL vs anti JIL)

6 comments
Beberapa hari yang lalu dapet SMS dari temen, dia dengerin hardrock FM. Ceritanya sih tadinya ada diskusi anti JIL dan JIL. Tapi orang JIL tidak datang. Kemana, dimana, kemana... bukan alamat palsu, alasannya orang JIL males datang, honornya cuman cukup buat beli siomay doang. Itu ngakunya di tweetnya.

Waaaaah, ribut banget di TL. Ada konsultan finansial ikut-ikutan komentar. Wanita, berkerudung dan bediskusi masalah akidah. Wanita cerdas, menyarankan supaya cerdas dengan masalah finansial, baik laki-laki atau perempuan. Yakin deh aku, kalo ketemu dia pasti diberondong dengan masalah kebijakan finansial begini begitu, sampai bingung dengan prinsip awal.

Orang yang bertakwa akan diberi rejeki tak terduga oleh Allah. Itu menurutku. Jadi aku suka milih berinvestasi dengan sedekah, dipilih yang benar-benar membutuhkan. Saat aku dalam kesulitan, sejauh ini sangat bersyukur dimudahkan oleh Allah. Ini kebijakan finansialku.

Ibadah itu ada yang wajib, ada yang sunnah. Kesalahan dari seseorang itu bila meninggalkan hal yang wajib dan sibuk dengan sunnah. Ingin masuk surga baca amalan ini itu. Seperti biasa blog milik sobatku yang kental dengan tauhid suka kasih link blog yang ngajarin ritual ini ritual itu. Penjelasannya sih untuk mendekatkan diri pada Allah bisa dengan ritual ini ritual itu. Paling dahsyat adalah dengan bertapa merendam diri, atau istilahnya topo kungkum. Tapi bila melakukan di luar Al Qur'an dan hadits namanya bid'ah. Mesti sangat berhati-hati dengan yang namanya bid'ah itu walaupun efeknya dahsyat.

Dalam sejarah, sepertinya topo kungkum itu ajaran dari sunan Kalijogo, yang bisa diartikan penjaga kali. Setelah bertemu sunan Bonang, berendam di sungai sekian lama. Ada cerita bahwa sunan Bonang jalan di sungai seperti di daratan, berjalan di atas air. Seperti film aja kisah ini lewat di pikiranku.

Terkesan ada ajaran, bila ingin sakti seperti Wali dengan cara berendam di air, pembuktiannya bisa jalan di atas air. Pertanyaannya, siapa yang menjamin bahwa cerita itu benar, kalo cerita itu hanya lebay saja gimana. Akhirnya shalat wajib ditinggalkan, lebih suka berendam di sungai dengan aturan lamanya sekian. Memang efeknya dahsyat, bisa mengaku khasafnya kebuka merasa lebih dekat dengan Tuhan. Tapi Tuhan yang mana????

Orang-orang JIL itu, sulit aku untuk menggambarkan bagaimana akidah mereka. Tapi yang namanya mata batin, kalo sudah ditutup oleh Allah mereka gak akan ngerti. Ada kalimat yang khas dari orang yang enggan melakukan ibadah wajib. Aku berdiskusi dengan Tuhan tanpa harus shalat, memangnya itu salah kata mereka. Jelas itu salah, karena Al Qur'an memerintahkan manusia untuk shalat. Yang lucu lagi, shalat sudah cukup dengan mengingat Allah, naik haji cukup dengan menghadap kiblat.

Penasehat finansial memprospek klien mereka dengan keramahan ekstra, mempersiapkan finansial dengan simpanan di sini, di sana, diputer sana-sini sampai pusing. Karena itu sedekah ikhlas pada orang yang kesusahan diabaikan. Ide kalo ingin hidup nyaman hidup dengan sedekah sebanyak-banyaknya tidak akan disarankan. Otaknya mikirnya investasi sana-sini dan sangat disukai oleh orang yang sibuk dengan rasio bukan dengan keajaiban sedekah.

Tidak ingin menyalahkan siapapun, mendukung siapapun. Tapi bila Allah sudah membukakan mata batin seseorang, dan itu hak Allah pada yang dicintai Allah maka seseorang bisa membedakan mana yang batil dan mana yang haq. Sedangkan bila yang sudah tersesat maka Allah akan membiarkan saja, memberinya kesenangan, banyak rejeki, tapi pertanggungjawaban di akhiratlah akhirnya baru membuatnya tersadar. Tidak usah saat di akhirat, saat dibangunkan lagi di padang mahsyar wujud seperti apa orang ini seperti yang dilakukan di dunia. Digambarkan ada yang berjalan dengan kepala, yang suka menjilat maka wujud di padang mahsyar bukan manusia lagi. Makanya walau dibangkitkan telanjang, tidak akan ada rasa malu atau terangsang, lebih banyak manusia berwujud mengerikan sibuk dengan kegelisahan masing-masing...

Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya", (QS. Ar Ra'du : 39)

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ibrahim : 4)

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (QS. Al Israa' : 18)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A'raaf : 179)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. keren bu, rezeki itu sudah ditentukan oleh Allah, manusia hanya wajib berikhtiar

    dan jangan pernah sekali-kali mengkhawatirkan masa depan, itu sama artinya tidak percaya sama Allah

    manusia itu adanya jika diberi kelapangan ia bersyukur dan bila diberi kesempitan ia bersabar, termasuk dalam hal rezeki :)

    ReplyDelete
  2. JIL itu apa ya mbak? trus yg soal finansial itu apa yg pernah diwawancarai di mtrotv?

    intinya jangan suka ikut-ikutan terlebih lagi zaman sekarang banyak sekali pengaruh2 berdatangan dari luar. Kuncinya Opick deh-Obat Hati. Yang dikayakan itu cuma satu, yakni hati kita bukan harta.

    ReplyDelete
  3. jil tuch pa c???mba tdi saya bru bca artikel anda yg tentang anak indigo boleh minta dikenalin ma admin anak2 indigo donk..send email k adielovekpop@gmail.com ane tunggu ye..

    ReplyDelete
  4. @Adielovekpop@gmail.com udah kirim email gak nyampe, serasa jadi Ayu Ting Ting nih. Adie aja yang kirim email ke ratnawatiutami@yahoo.com ya

    ReplyDelete
  5. Benar mba ami, terkadang miris melihat orang-orang yang melakukan ritual seperti itu, padahal Rosululloh tidak mengajarkannya..
    Oh iya mba ami, mohon maaf sedikit bertanya, judul postingan di atas adalah ttg JIL, tapi gak ada materi ttg JIL nya.. ^_^..
    Menurut mba ami, JIL itu gimana dih mba??

    ReplyDelete
  6. @Ibnu Fatih, oh ini masalah ribut-ribut di twitter. Seorang pendukung anti Islam liberal bales-balesan dengan konsultan finansial yang merasa Islamnya cukup baik menggunakan kerudung. Konsultan finansial ini memprotes tentang gerakan anti JIL katanya gak penting banget.

    Saya tidak merasa berdakwah. Sebetulnya saya lebih banyak curhat. Gitu loh... jadi ngomongnya suka semau gue. Intinya sih blog ini tempat saya belajar tentang Islam...

    ReplyDelete