Tuesday, July 15, 2014

Menurut Quraish Shihab Nabi Muhammad SAW tidak dijamin Allah masuk surga

Khotib sholat tarawih menceritakan salah satu hadits "Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?' beliau menjawab, "Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku sungguh ia telah enggan masuk surga." (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu).

Kalimat Quraish Shihab yang menyatakan Nabi Muhammad SAW tidak dijamin Allah masuk surga, sangat kontroversial, semoga segera ada penjelasannya. Tadi sahur untuk pertama kalinya aku melewatkan Tafsir Al Misbah gara- gara tayangan 12 Juli lalu. Tersinggung berat. Aku tahu bahwa yang masuk surga karena rahmat, manusia beriman mengharap ridho Allah bukan mengharap surga.

Maksud Quraish Shihab, bahwa termasuk Nabi Muhammad SAW tidak dijamin masuk surga hanya karena amalannya, tapi karena rahmat Allah. Tapi sempet mangkel gak terima juga. Soalnya penjelasannya saat itu ngambang. Cuman aku pilih gak nuduh Quraish Shihab itu Syiah, yang jelas Syiah itu Jalaludin Rahmat.

Catatan pendek aja kali ini...

5 comments:

Arief Prihantoro said...

Kalau memahaminya secara tekstual maka akan berpotensi menjadi fitnah

Ratnawati Utami said...

QURAISH SHIHAB MENJAWAB FITNAH

TENTANG TAYANGAN TAFSIR AL-MISHBAH 12 JULI 2014

Kepada yang meminta klarifikasi langsung, berikut jawaban saya:

Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga). Penjelasan saya berdasar hadist a.l.:

لا يدخل احدكم الجنة بعمله قيل حتى انت يا رسول الله قال حتى
انا الا ان يتغمدني الله برحمنه
“Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya “Engkau pun tidak?”, beliau menjawab “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah.

Uraian di atas bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga,

saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampai beliau puas, yang kita pahami sebagai Surga dan apapun yang beliau kehendaki. Wa la sawfa yu’thika rabbuka fa tharda.

Itu yang saya jelaskan tapi sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya.

Silakan menyimak ulang penjelasan saya di episode tersebut. Mudah-mudahan yg menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud memfitnah. [M. Quraish Shihab]

KESIMPULAN: ALLAH AKAN MENJAMIN DENGAN SUMPAHNYA BAHWA RASULULLAH SAW AKAN DIBERIKAN ANUGERAHNYA SAMPAI BELIAU PUAS TERMASUK MASUK SURGA

NAMUN AMAL BAIK SESEORANG BUKAN SEBAB SESEORANG MASUK SURGA KARENA SURGA ITU HAK PREROGATIF ALLAH TERHADAP SIAPA YANG IA KEHENDAKI

JADI ALLAH TELAH MENJAMIN RASULULLAH SAW DENGAN SURGANYA .SEMOGA BISA DIFAHAMIN

" MOHON SEBARKAN PENJELASAN SAYA INI"

Enny Law said...

dari dulu aku udah gak sreg sama beliau, gara2 kata2nya bilang orang selain Islam gak bisa dibilang kafir soalnya mereka juga punya tuhan. Padahal iblis pun mengakui Alloh itu Tuhannya tapi juga kafir dan masuk neraka.

dari situ aku mulai gak ngikutin acara beliau. Untung aja aku gak jadi beli tafsir keluaran beliau.

Anonymous said...


Mbak maaf numpang komen :-)

Setelah nonton Videonya di Youtube, kelihatannya Pak Quraish malah tidak menjawab pertanyaan Hedi Yunus. Yang ditanya apa, jawabnya malah " "Tidak benar.. Saya ulangi, tidak benaar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat Jaminan Sorga".

Padahal kalau mau membicarakan soal masuk tidaknya seseorang ke surga bukan karena amal tinggal berkata begini (versi saya) :
" Nabi Muhammad SAW dijamin masuk Surga oleh Allah SWT karena rahmat-Nya, bukan karena Amal Beliau, hadistnya seperti ini bla..bla...

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan Hedi Yunus ttg bagaimana kita bisa mengikuti jejak Rasul jawabnya ya gampang sekali yakni dengan Menjalankan Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya.

Gampang sekali dan tidak akan menimbulkan kontroversi dan perdebatan yang tidak perlu :-)

Anonymous said...

Shalli wassalim wabarik 'alaih