Thursday, April 9, 2015

Masalah terselesaikan dengan rajin bersyukur dan ikhlas

Kata ikhlas dan syukur mudah diucapkan, sulit dijalankan. Bisa saja kalau ngobrol sama temanku aku bilang "aku ini orangnya ikhlas dan rajin bersyukur loh". Tapi kenyataannya suka pamer kalo bantuin orang lain, atau banyak mengeluh. Suka pamer dan banyak mengeluh sama sekali bukan ciri-ciri manusia yang bersyukur.

Menurut Qur'an, manusia yang tawakkal akan mendapat rejeki tak disangka-sangka, dan manusia bertakwa akan mendapat jalan keluar tak terduga. Tawakkal artinya ikhtiar sebaik-baiknya lalu berserah diri pada Allah. Sedangkan bertakwa adalah muslim yang berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dan Allah akan memberi kenikmatan lebih bagi yang bersyukur.

Seorang muridku TK, bertanya padaku "Bagaimana kalau kita tidak suka berdo'a bu, kan sama saja kalau pintar bisa sukses". Aku menjawab "Itulah bedanya muslim yang beriman dan muslim yang hanya status. Muslim yang beriman akan selamat dunia akherat, sedang muslim KTP bisa hanya sukses di dunia tapi tidak akan selamat di akherat". Kebetulan aku mempunyai beberapa murid TK yang mempunyai kecerdasan jauh di atas rata-rata untuk tahun ajaran ini.

Aku belum lama belajar Islam sampai mendalam, baru di tahun 2008. Sebelum itu aku hanya tertarik pada makanan sehat, olahraga dan baju branded tapi harga miring. Kalau tidak mendapat kejadian yang benar-benar membuatku shock aku tidak akan mencoba memahami masalah spiritual dan belajar tentang Islam.

Awal belajar Islam memang cenderung melakukan ritual, tapi belum bisa merasakan. Oke, sholat, baca Qur'an dan sering panik. Kok panik, iya, soalnya teman-temanku banyak menjauhi aku, malah ada yang memfitnah aku. Tapi akhirnya aku menemukan teman-teman yang baik.

Kemampuan untuk bisa ikhlas dan bersyukur memang perlu dilatih. Biasanya "the power of kepepet" atau maksudnya adalah saat kita dalam keadaan terdesak akhirnya kita mau mempelajari hal yang bahkan tidak dilirik sebelah mata tadinya.

Pernah aku galau banget... aku kalo jogging dengan pikiran kusut, kacau, terbebani,mengucap mantra "Alhamdulillah aku diberi sehat. Alhamdulillah aku masih punya tempat tinggal. Alhamdulillah aku masih hidup." Dan seterusnya bersyukur padahal galau, dan berusaha bersyukur aja padahal rasanya gak karu-karuan.

Mempelajari law of attraction, walau ada yang berpendapat itu tidak Islami, toh aku hanya ambil trik-trik secara detil cara bersyukur. Kalau law of attraction bersyukur pada universe atau alam semesta, aku bersyukur pada Allah.

Jalan keluar itu memang tidak langsung. Dengan datang ke pengajian aku sering merasa sering ditegur secara keras, padahal ustadnya bicara tidak langsung ditujukan padaku.

Dari buku The Secret, salah satu trik untuk mendapatkan sukses adalah berterima kasih biarpun berada pada saat yang sulit. Ada testimoni orang yang menerapkan Law of  Attraction, dia berterima kasih pada bosnya yang memecatnya dengan cara menyakitkan. Setelah itu dia mendapatkan pekerjaan lebih baik dan lingkungan lebih cocok.

Proses keikhlasan dengan berserah diri pada Allah setelah ikhtiar atau yang disebut tawakkal juga akan mempermudah menjalani hidup.

Tidak mudah memang, tapi bila memang berniat memperbaiki kehidupan, dimudahkan di dunia dan akherat, biasakan selalu bersyukur dan menyerahkan segala sesuatunya pada Allah. Aku juga masih berusaha untuk lebih baik...

1 comment:

sutoro naruto said...

memang ke ikhlas harus dilatih dan menerima dengan kesabaran..
wah tulisannya bagus ... thanks mbak e atas pencerahannya..