Wednesday, July 1, 2015

Karma bagi yang berbuat baik dan jahat

Ada yang berpendapat kalau di Islam tidak ada hukum karma, adanya sebab akibat. Karma hanya untuk agama Hindu dengan penjelasan ini itu.

Sejak dulu aku selalu beranggapan bahwa karma hanyalah istilah untuk balasan bahwa orang yang berbuat baik akan mendapat hal yang baik, sedangkan yang berbuat jahat akan mendapat kejahatan.

Ada beberapa penjelasan di Islam bahwa Allah akan memberi siksaan bagi manusia yang tidak mau bersyukur, sebaliknya hidup akan lebih mudah bila manusia bersyukur. Itu di Al Quran. Sedangkan di hadits ada penjelasan bahwa Allah akan mempercepat siksa dunia bagi yang memutus silaturahmi atau berbuat zalim.

Ada lagi hadits yang menyatakan orang yang menuduh, memfitnah, menyakiti hati atau fisik orang lain maka pahalanya akan diberikan pada yang disakitinya, bila tidak punya pahala maka dosa orang itu akan diambil.

Pernah suatu ketika ada orang mengaku bahwa ilmunya sudah mendekati ma'rifat atau sudah menguasai hakekat, tapi dia rajin memfitnah aku di Facebooknya. Aku masih punya screen shot status Facebook, beberapa aku kirim ke keluarganya. Apa yang terjadi sekarang? Omongannya tidak nyambung dengan dunia luar, tidak bekerja, hanya minta uang ke keluarga untuk bertahan hidup.

Sahabatku bilang, kalo ada yang jahat tidak usah dibalas, mending didoakan yang baik soalnya saat kita berdoa yang baik, malaikat akan mendoakan hal yang sama pada kita.

Tapi gak mudah kan, kalo ada yang menjahati kita rasanya pengen.... heeeeeh... mukulin ampe babak belur, aku juga. Kalo udah taraf mengancam, boleh kok lapor polisi untuk keamanan kita sendiri.

Memutuskan silaturahmi antara ibu dan anaknya itu termasuk dosa besar, jadi bagi para pendukung yang menjauhkan aku dengan anak-anakku, Allah akan mempercepat siksa dunia akhirat, jadi cepat atau lambat siksa itu akan terjadi. Dan orang terzalimi itu doanya tidak ada batasan dengan Allah, keinginannya akan mudah terkabul.

Terus aku gimana sekarang? Ummmmmm... berhubung si ayah bapak anakku ini suka mengancam, sementara aku belum bisa berbuat apa-apa. Tapi aku yakin kebenaran akhirnya akan datang....

No comments: