Sunday, July 26, 2015

Temanku yang bijak

Aku punya teman baik di Surabaya. Kalo mentalku  drop aku mencoba kontak dia. Dia bukan orang muslim, tapi selalu membantuku dengan tulus, bila dia ada waktu. Biarpun aku banyak complaint, dia selalu mendengarkan dengan sabar. Kalo aku ke Surabaya, aku mencoba kontak dan ngobrol sama dia, cari waktu kalo dia pas gak sibuk. Biasanya dia yang traktir aku.

Temanku ini seorang pendengar yang baik. Walaupun aku bicara berapi-api dia selalu menjawab dengan tenang. Dia ikut banyak seminar untuk pengembangan karakter, juga punya sertifikat sebagai hipnoterapis.

Aku pernah dekat dengan seorang di Bogor yang mengaku bisa sembuhkan aku dari depresi di tahun 2003. Tapi apa yang terjadi. Uangku sekitar 18 juta rupiah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari dia. Itu saat baru saja kenal. Terus, aku sampai minta keluargaku untuk kasih uang tiap bulan. Terakhir sebelum akhirnya aku melarikan diri dari dia, dia menghabiskan sekitar 20 juta rupiah yang dikirim oleh almarhum Bapak.

Pasti pertanyaannya, kok bisa, kok aku mau digituin. Sepertinya gak masuk akal ya aku ketipu kayak gitu. Dan dari status Facebooknya terjawab sudah. Dia belajar dari guru (dia sebut mursyid) di alam gaib. Sudah merasa menguasai ilmu hakekat. Waktu aku ikutan gathering komunitas indigo awal tahun ini (aku bukan indigo, aku tertarik ikutan soalnya salah satu anakku pernah lihat jin), ada anak kecil berumur 8 tahun, dikerubutin sama indigo dewasa dan diakui kemampuan terawangnya tajam, dengan bahasa anak-anaknya bilang kalo aku dikirimin setan oleh orang dengan ciri-ciri seperti yang di Bogor itu.

Untuk membantu orang, begitu orang ini merasa punya kemampuan, kalo tidak tahan iman bisa terjebak untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Dan bila sudah membantu karena faktor materi, faktor keikhlasan hilang sudah, gak dapat pahala, tidak bernilai sedikitpun di mata Allah, anggapannya dia sudah merasa menolong orang.

Setelah ketemu anak indigo ini, ternyata yang mencoba morotin itu bapaknya. Dengan santainya dia minta aku kirimin makanan ke rumahnya, atau ngajak ke mall aku yang bayarin semua. Anaknya mencoba mengusir setan yang dikirim malah sakit, jadi dia nyuruh temannya bantu aku. Temannya ini punya kyai, kyainya bantu mengatasi masalah tapi tiap konsultasi mesti bayar sekitar 300 ribuan, kalo atasi masalah sampai beberapa juta rupiah. Aku berhenti soalnya santri ini gak mau bantu hubungin ke kyai kalo aku gak kasih down payment untuk beli motor.

Ada perempuan yang aku rekomendasikan dibekam sama dia, setelah ngobrol dia mengaku punya kemampuan indra ke  6. Tapi baru kenal beberapa minggu sudah pinjam uang 1,5 juta dengan alasan dikejar-kejar debt collector. Terus pinjam lagi sejuta. Terus minta bantuan suami di UGD. Yang pinjam uang aku bantu 1,5 juta, dia mengembalikan utuh, tapi sesudah itu aku gak mau kasih lagi, cari wanita lain yang bisa bekam.

Supaya mencapai level menjadi bijak itu tidak mudah. Banyak yang terjebak pada masalah uang, jabatan atau sex. Ada juga yang terjebak dengan menyembah pada setan, berdoa dengan cara tidak lazim.

Temanku di Surabaya ini menurutku memang mempunyai kemampuan untuk kontrol emosi, berpikir positif, bisa menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Kontrol dirinya aku acungin jempol. Walaupun berbeda agama, toh aku bisa belajar hal-hal untuk kontrol diri dari dia.

Banyak orang terjebak dalam hidup ini tidak punya kemampuan untuk kontrol diri. Kena masalah dikit langsung kacau, langsung pikiran negatif melanda. Bangkit dan berpikiran selalu positif itu tidak mudah.

Aku masih belajar untuk masalah ini. Menurutku Islam tidak hanya sibuk dengan ritual-ritual sholat, puasa, dan lain-lain, tapi juga kemampuan berpikir positif dan kontrol diri. Coba baca buku dari Al Ghazali, bukunya menuliskan secara rinci masalah untuk mengatasi hawa nafsu.

Terakhir, saat aku cerita kalo hatiku sedih banget karena sesuatu hal, dia menyarankan aku membaca buku berjudul "Bahasa Kasih". Walaupun dijahati orang tetap selalu tenang dan berbuat baik. Dan dia juga menyertakan kalimat dari Mother Theresa yang maknanya dalam.

Sekedar info, ini hanya masalah pemahaman, bukan masalah keyakinan. Jadi aku tetap membaca Al Qur'an, Sunnah dan maknanya. Aku akan kutipkan kalimat dari Mother Theresa yang bila dipahami maknanya sangat dalam...

People are often unreasonable, irrational, and self-centered; Forgive them anyway 
If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives; Be kind anyway 
If you are successful, you will win some unfaithful friends and some genuine enemies; Succeed anyway 
If you are honest and sincere, people may deceive you; Be honest and sincere anyway 
What you spend years creating, others could destroy overnight; Create anyway 
If you find serenity and happiness, some may be jealous; Be happy anyway The good you do today will often be forgotten; Do good anyway 
Give the best you have and it may never be enough; 
Give your best anyway In the final analysis, it is between you and God; 
It was never between you and them anyway 
(Mother Theresa)

No comments: