Monday, December 14, 2015

Mencari kamera digital dan tripod untuk pemula

Pas SMP tahun 80an aku ikutan ekstra kurikuler fotografi. Padahal sebetulnya aku punya hobi lain, yaitu main musik (piano akustik) dan menyanyi. Walaupun gabung dengan paduan suara SMP, tapi tetap ikutan fotografi. Belajar untuk mengafdruk foto jaman dulu dengan film negatif. Kalo soal hunting foto kayaknya malah kurang dapat pengarahan.

Sekarang ini tahun 2015 setelah sekian tahun berlalu aku memutuskan ingin memotret lagi, membeli kamera yang lebih bagus dari sekedar kamera pocket. Tahun 2013 aku membeli kamera pocket untuk dokumentasi pergi umrah.

Tentunya kita semua tau bahwa sekarang semua jamannya digital, gak ada model afdruk foto lagi. Malah foto senengnya dishare di media sosial, kalo aku di facebook, instagram dan blog.

Anakku yang masuk kuliah tahun ini di UGM Arsitektur minta beliin versi paling murah dari mirrorless Samsung, NX3000. Kalau mau lebih mahal dikit ada viewfinder (yang buat mata ngeliat ke dalam kamera itu). Lebih mahal lagi LCDnya bisa touch screen. Semakin mahal tentunya fasilitasnya makin bagus.

Aku pengen beli kamera lebih bagus dari pocket, gak perlu viewfinder, hasil tajam, autofocus cepat, ada peredam getaran, dan tele yang cukup kuat.

Sampe baca banyak banget artikel dalam bahasa Inggris mesti beli apa. Soalnya masih pemula banget jadi kayaknya belum perlu DSLR/

Akhirnya nemu kamera antara kelas DSLR dan pocket yaitu PROSUMER. Ukurannya besaran sedikit dari pocket tapi tidak sebesar DSLR, hasil cukup bagus menurutku, toh belum perlu macam-macam lensa untuk bikin efek.

Kameranya adalah Nikon L840, di toko kamera dekat rumahku dihargai 3,1 juta rupiah.tapi lewat online aku dapetin harga 2,45 juta rupiah. Ketajamannya 16MP kekuatan lensa 38 optical zoom. Harga cukup ekonomis, tanpa viewfinder, LCD tidak touchscreen, baterai membeli terpisah 8 buah rechargable ukuran AAA dan chargernya merk Eneloop. Eneloop charger sendiri ada versi charge 2 jam-10 jam. Baterai kapasitasnya juga beda-beda, aku beli cadangan warnanya lain biar mudah membedakan, yang cadangan kapasitas lebih kecil.

Kalo suka motret jarak jauh akhirnya butuh tripod supaya foto tidak kabur. Memotret jarak jauh itu goyang dikit langsung blur.

Lagi-lagi baca banyak artikel tentang fotografi dan di forum fotografi. Yang bagus adalah merk premium, Gitzu dan Manfrotto. Cuman Manfrotto biarpun lebih murah dari Gitzu masih mahal juga, untuk beban 1 kg seharga hampir 800rb.

Merk di bawah premium itu ada Excell, Victory, Takara. Dari ketiga merk ini ada yang ekonomis banget bahkan di bawah 100 ribuan. Tapi kalo murah banget cepet banget rusak, jadi cari versi bagus, walau masih bukan yang paling mahal, biasanya dari bahan carbon.

Aku baca sih disarankan kakinya yang terpisah (independen) bukan yang dibawahnya masih ada penyambungnya. Untuk tempat kamera yang kuat menggunakan ballhead, gak mudah nunduk setelah dipasang kamera. Aku pengennya berat tripodnya di bawah 1 kg, nemunya yang merk Takara sekitar 0,7 kg walau tingginya hanya 1,2 m. Pake ballhead dan kaki independen.

Belum banyak sih hasil fotonya. Masih di sekitar kegiatanku, kayak murid di sekolah, paduan suara, softball, dan jalan-jalan sekitar Jogja aja.

Tapi kita liat aja ya, siapa tau nanti punya kesempatan untuk mengekplorasi memotret lebih jauh lagi...


2 comments:

Mas Huda said...

kalau bagi saya kamera prosumer kok engga rekomended ya, mending action cam aja.... he he

yuni astutik said...

kalo aku aamaja yang penting busa bat dooukumentasii