Wednesday, May 4, 2016

Caraku hilangin pengaruh santet

Di tahun 2009, gak lama setelah aku memutuskan balik ke Jogja lagi (sebelumnya tinggal di kota lain), ada teman lama yang kontak aku. Dia di Melbourne, Australia.
"Mbak, kondisi mbak sangat memprihatinkan"
"Kenapa?"
"Ada orang mengirim aura jahat supaya mbak dibenci orang lain, kalo berhubungan dengan laki-laki gagal"
"Sampe segitunya ya"
"Sering-sering meditasi aja di kamar, mendekatkan diri pada Tuhan, taruh tanda DO NOT DISTURB"
"Oke.. ma kasih infonya".

Hanya itu aja dia kasih info, abis itu dia gak mau bahas itu lagi. Aku gak bisa konsultasi ma dia lagi, mungkin memang dia merasa hanya perlu menyampaikan sekali,

Tahun sama  beberapa bulan setelah itu seorang teman lama tinggal di Sulawesi.
"Mi, aku kirim energi. Ada aura buruk sekitarmu"
"Ya Allah... aku mesti gimana"
"Aku gak bisa bantu lama-lama ya... abis ini fokus ke kerjaan"

Ada lagi teman lama juga, dia kerja di Malaysia. Kita sering chat...
"Aku bertempur sama aura jahat yang menyelubungi kamu. Dibalas, monitor laptopku sampe pecah. Aku masih bisa pindahin hardisknya ke komputer lain."
(speechless, bingung omong apa... dengerin aja, gak lama dia juga mundur, ntar kerjaannya berantakan)

Pencarianku untuk mengetahui ada apa dengan diriku, aku google tentang indigo-indigo gitu. Ketemu aku kirim-kiriman email, aku add facebooknya dan gabung di komunitasnya. Aku nulis tentang indigo- di blog aku. Ciri-ciri indigo, kemampuannya apa saja, kegelisahannya apa. Pas ada acara INDIGO di TV Nasional aku memberanikan diri kenalan dan beberapa kali jalan dengan pemerannya. Aku juga add di Facebook beberapa pemeran indigo lain. Dari tulisanku di blog tentang indigo, beberapa indigo kontak aku kirim email. Mereka mempunyai persamaan, yang salah satunya sulit diterima lingkungan, aku juga merasa begitu.

Awal 2015 untuk pertama kalinya aku ikutan gathering Komunitas Indigo yang di Jogja. Ada anak kecil umur 8 tahun dirubung yang lebih tua ditanya-tanya, ini anak nerawang bisa dalem dan akurat. Abis acara itu anak kecil ini bilang ke aku, bahwa ada yang ngirim aku energi jahat, orangnya menyatu dengan setan, setannya masuk ke tubuhnya jadi bukan punya dukun gitu.

Ada saran aku menemui pak ini tinggal di sini. Aku sempet berkeluh-kesah ke sana, omonganku gak karu-karuan...  bingung. Bapak ini setelah mencoba bantu aku (katanya) malah sakit... kayak demam gitu.

Ada juga saranin minta bantuan kyai di luar kota, perantaranya salah seorang santrinya beliau. Aku nitip infaq beliin keperluan untuk pesantrennya untuk didoain. Pernah juga konsultasi. Jawaban kyai gak jauh beda dengan sebelumnya, secara fisik aku sehat, tapi otakku dibikin bingung. Setelah pak kyai itu mendoakan aku, memang terasa sekali beban di kepalaku hilang.

Belum selesai... tiba-tiba punggungku membungkuk gak bisa diluruskan, kayak nenek-nenek bungkuk aja. Kali ini aku memutuskan di ruqyah saja. Dibacain ayat Qur'an, disuruh azan, ada yang seperti berjalan di punggungku keluar lewat mulut. Sama peruqyah diwanti-wanti, gak usah berhubungan dengan paranormal walau sebutannya kyai sekalipun.

DI tahun 2015 juga, aku ikut seminar tentang ruqyah. Ada penjelasan lewat proyektor, dibagikan makalah segala. Waktu dibacakan ayat Quran aku tidak banyak bereaksi.

Aku merasa baikan, yang penting gak terlalu bingung kayak dululah. Ternyata masih ada kelemahan, aku masih emosional. Ternyata muncul lagi temen lama, yang punya spiritual kuat. Sekitar 2 minggu lalu dia kontak aku, sampai sekarang dia memotivasi aku untuk mengatasi emosi.

Ustad peruqyah di seminar menyatakan yang namanya jin tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diajak negoisasi. Orang dengan ciri-ciri menyantet aku itu add aku di facebook, aku marahin...
"Dasar kamu itu ngaku berguru pada Wali di alam gaib, padahal kamu hanya membiarkan tubuhmu dimasukin setan untuk menjadi sakti"
"Soalnya ... bla bla bla " (aku gak baca, menurutku kata-katanya bukan kalimat manusia normal).

Sama temenku aku disuruh kontrol emosi, sudahlah gak usah kebawa emosi. Tetap tenang dan konsisten dengan pikiranmu.

Aku rasa... memang semestinya dia itu dikasihani, walaupun sudah menyakiti aku sedemikian rupa, berusaha membuat aku gila, orang-orang di sekitarku benci sama aku, dan kalau menjalin hubungan dengan laki-laki jadi berantakan.

Salah seorang temen indigoku bilang...
"Aku liat orangnya itu bakalan hancur, gak sendirin, ,.. aku gak tega terus terang, tapi dia memang gak bisa dibiarkan menghancurkan hidup orang lain."

Setelah mondar-mandir bergaul dan diskusi dengan para indigo, ngobrol dengan yang berilmu kejawen, kyai yang banyak melakukan doa tanpa ada tuntunan di Quran dan hadits,... aku kembali mencoba menyembuhkannya dengan membaca Al Qur'an.

Artikel sebelum ini membahas penyembuhan sakit punggung dengan akupuntur, iya punggungku yang sempat dilewati energi negatif menyisakan banyak penyumbatan di pembuluh darah.

Sekarang ini aku berusaha menjaga emosi, selalu bersyukur dan berprasangka baik pada Allah selalu. Sebelum sholat aku menyempatkan sujud syukur untuk berterima kasih karena mendapat hikmah dari kejadian yang aku lalui, juga banyak yang menolongku pada saat dibutuhkan. Juga masih bisa hidup, sehat, punya tempat tinggal, punya penghasilan, dan semuanya banyak yang bisa disyukuri.

Banyak yang menyuruhku tidak perlu menulis kejadian gaib ini, tapi dari seminar ruqyah, aku tau banyak yang mengalami masalah lebih berat dari aku. Semoga tulisanku ini bisa diambil hikmahnya.

Untuk yang santet aku ini pesanku untuk kamu, soalnya kamu block aku di Facebook
"Bertaubatlah... lepaskan semua ilmu kamu yang menurutmu membuatmu kuat, bisa menerawang, mengobati, melihat masa depan. Itu ilmu kamu karena kamu membiarkan kamu dimasuki oleh setan-setan yang membuatmu berpikir kamu kuat bisa melihat gaib. Kamu pikir kamu belajar dari Wali langsung di alam gaib padahal itu hanyalah setan yang menyaru. Bertaubatlah menurut ajaran Islam yang benar, lepas semua ilmu kamu. Semoga dengan bertaubat dan melepas semua ilmumu, hidupmu dimudahkan di dunia dan akhirat".

6 comments:

Kang Nurul Iman said...

Hmmm kayanya muantappp nih mas tipsnya untuk ditiru.

Reni Novita Sari said...

Baca ceritanya jadi ingat 3 tahun lalu, sempat beberapa bulan sering banget kerasukan setan, pada saat itu juga emang lagi ada masalah. Entah sebenarnya ada gangguan setan atau hanya emosional aja yang tidak terkendali. Sempet di ruqiah juga sih sekali, Alhamdulillah sekarang udah ga pernah kesurupan lagi. Emang harus rajin beribadah, dekat sama Tuhan. Lekas sembuh ya kak :)

Ratnawati Utami said...

@Kang Nurul, saya mbak bukan mas... serius, mau bergaul dengan kejawen, paranormal dan indigo akhirnya ke peruqyah... prosesnya gak mudah lho. Kalau muslim lebih baik langsung ke peruqyah

Ratnawati Utami said...

@Reni

Kata peruqyah kalau bisa hadapi, ya perbanyak ibadah, tapi kalau sedang lengah bisa masuk, kan keimanan itu naik turun.

Tidak hanya ibadah, perbaiki ibadah, mencintai orang sekitar kita, banyak bersyukur, perbaiki akhlak, berpikir positif juga.

Ma kasih komennya

Ratnawati Utami said...
This comment has been removed by the author.
Ratnawati Utami said...

Turut berduka cita dengan keluarga yang menyantet, 4 tahun berturut-turut di keluarganya ada yang meninggal dengan sebab sama, penyakit jantung.

Semoga segera bertaubat, lepaskan jimat, amalan dan semuanya, semoga dimudahkan di dunia dan akherat