Monday, May 16, 2016

Agar sedekah lebih ikhlas

Ikhlas is to do everything only desiring the pleasure of Allah
Ikhlas or sincerity

Pernah mikir gak soal keajaiban sedekah yang bisa membuat kita banyak rejeki, apakah harus ikhlas atau tidak? Coba deh di googling... ada beberapa artikel, sedekah itu ikhlas atau tidak ikhlas akan tetap mendapat balasan, banyak rejeki.

Yang dimaksud dari definisi ikhlas bersedekah di artikel itu (sebetulnya yang tau manusia ikhlas atau enggak ya hanya Allah, kita hanya bisa berupaya) adalah rela tidak merasa berat saat sedekah. Sedikit tidak pas karena ikhlas artinya hanya karena Allah, mengharap keridhoan Allah semata.

Apakah dengan memamerkan sedekah pada orang lain itu tidak ikhlas? Tidak juga, di Al Baqarah ayat 271 sedekah itu boleh ditunjukkan pada yang lain selama niatnya karena Allah.
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (Al Baqarah : 271)

Pertanyaan lain, apakah setelah sedekah kita boleh berharap balasan. Harapannya ya Allah ridho pada perbuatan kita. Hanya orang-orang tertentu yang sudah sangat ikhlas bisa sama sekali tidak mengharap apa-apa, semuanya disyukuri bahkan kehilangan barang yang paling disukai tetap bisa mengambil hikmah tidak menjadikan risau atau galau.


Matematika sedekah yang diajarkan seseorang yang ngetop (gak usah di kasih link, googling aja cepat ketemu)

Saya bilang jangan mengecilkan Allah SWT, mau seberapa besar kita minta kalau menurut Allah SWT kita pantas mendapatkannya pasti dikasi. Karena suami ga pede, mintanya 30 juta per bulan saja katanya. 

Akhirnya kami hitung 30 juta per bulan x 12 bulan x (10%) = 42 juta. Mantap, sudah kami sedekahkan senilai itu (ada sebagian yang suami gunakan untuk berangkat umroh, kami anggap sebagai salah satu bentuk sedekah juga). 


Kira-kira itu ikhlas tidak? Ini penjelasan di blog yang sama...

Kalo ada yang dhuha atau sedekah pengen kaya, salah ga? He he, yang salah mah yang korupsi. Terus giatin dah kerja atau usaha, hidup lurus, terus belajar, dan belajar sabar dan istiqomah. 

Bila kita sudah malu untuk berdoa? Ngga malu aja udah jarang doa, apalagi malu. Bila kita ngga boleh doa? Disuruh-suruhin aja juarang doa, he he. 

Ikhlas bukan i-k-h-l-a-s. Itu ikhlas bahasa Indonesia. Tanpa pamrih. Jangan semua disikat. Doa itu bukan menjadikan kita riya atau ga ikhlas. Doa itu sunnah. 

Niatnya apa pas dhuha? Ya niat shalat dhuha. Doanya? Minta kaya, jodoh, rizki cukup, diampuni, punya anak, bisa usaha, lulus, bisa lanjut studi ke Luar Negeri, dan lain-lain. 


Sementara itu ada yang mengkritik ustad kondang ini...

Beberapa tahun belakangan marak ‘SEDEKAH AJAIB’ yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad ‘nganu’. Cak Nun hanya mengingatkan, “SEDEKAH itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu! 

Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?” Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya masih segitu kok. 

Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja, titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh manusia, nggak boleh! 


Kembali pada ikhlas itu lagi. Ini adalah definisi dari ikhlas. Sumber almanhaj.or.id

Dalam mendefinisikan ikhlas, para ulama berbeda redaksi dalam menggambarkanya. Ada yang berpendapat, ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada makhluk. 


Bagaimana apabila kita melakukan ibadah tapi tidak ikhlas. Sumber almanhaj.or.id

Dalam Sunan Abu Dawud, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang bertanya: “Ya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Seseorang ingin berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ingin mendapatkan harta (imbalan) dunia?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidak ada pahala baginya,” orang itu mengulangi lagi pertanyaannya sampai tiga kali, dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salalm menjawab,”Tidak ada pahala baginya.” 


Pencapaian ikhlas itu tidak mudah, kita mengupayakan untuk ke sana. Ibadah yang tidak ikhlas itu tidak mendapat pahala dan berarti tidak menjadikan Allah ridho, hanya kesenangan di dunia tidak untuk akherat.  Beberapa cara agar sedekah itu ikhlas adalah tidak mengharap balasan (serahkan pada Allah, belum dibalas tetap bersyukur, kalau mendapat balasan bersyukur dan berbagi kebahagiaan itu pada yang membutuhkan), menghindari keinginan dipuji, dan lainnya. Kalau mau membaca tulisan-tulisan ulama terdahulu bisa panjang sekali untuk mencapainya.

Tulisanku yang lain soal sedekah

Mendapat keajaiban setelah mendengarkan ceramah Yusuf Mansyur

Jangan berdoa pada Allah tanpa bersyukur 

Hasil dari sedekah semampunya diusahakan ikhlas

2 comments:

Arif Chasan said...

wah, ilmu ikhlas... beraaat :D

Ratnawati Utami said...

Sebagai muslim kita berusaha memperbaiki... ini tulisan juga soalnya aku masih belajar