Monday, June 27, 2016

Akupuntur menyelamatkan hidupku

Selama 6 bulan ini aku mendapatkan terapi akupuntur. Akupuntur adalah tusuk jarum. Yang merekomendasikan adalah kakakku. Terapisnya bisa dipanggil ke rumah.

Tadinya aku merasa sehat, dan cuma merasa nyeri punggung sedikit. Ternyata masalahnya lebih kompleks dari yang aku bayangkan. Ada pengerasan di bagian tengkuk. Aku tanya sama temenku yang dokter, dia nyuruh aku untuk tanya ke spesialis, supaya lebih detil infonya. Aku coba google, baik bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sebetulnya apa sih di bagian tengkuk aku kok nyeri saat ditekan.

Pengerasan tengkuk ini sudah kelihatan mulai SMA, aku males banget nyimpen fotoku waktu wisuda SMA, aku pake sanggul dan tengkukku mengeras membesar kayak unta. Dan nyeri, merambat sampai ke punggung bagian bawah. Aku sampe sering sekali ke tukang pijit untuk meredakan sakit punggung.

Waktu aku umur 40an, pengobatan mulai kebuka saat tetanggaku menginformasikan tentang chiropractice di Jogja. Sekitar tahun 2013. Aku mesti foto rontgent dulu, supaya bisa dilihat apa ada tulang punggung aku yang belok. Memang sih, nyeri berkurang, tapi pengerasan masih ada.

Akhirnya 2016 ini, Allah membuka jalan lagi untuk penyembuhan. Kakakku merekomendasikan akupuntur terapis yang bisa dipanggil ke rumahnya. Terapis ini punya cara yang unik. Dia pake jarum banyak banget, dan jarinya peka untuk mencari titik untuk penyembuhan. Kalo kena yang sakit, rasanya agak ngilu. Dan setelah itu beberapa hari bagian tubuh yang diterapi "njarem" (bahasa Jawa) kayak kram gitu.

Setelah lebih dari 10 kali terapi pengerasan dan pembesaran di tengkuk aku Alhamdulillah sudah mengecil. Dan ada bonus juga. Ada tumor di -maaf- pantat ikutan hilang. Itu lemaknya hancur, keluar terus benjolan kempes. Bonus lain, merasa lebih fit juga gak mudah capek walau umurku udah hampir kepala 5.

Dan... seseorang yang lagi deket sama aku, umurnya 51 tahun, gak keberatan untuk di terapi juga. Aku itu orangnya open, tapi untuk hal tertentu sulit diceritain di sini. Mending tanya di email sajalah. Dia suka berolahraga (kayak aku juga) tapi mau nyoba tusuk jarum supaya lebih sehat dan kuat sebagai laki-laki. Penjelasan detil nanti aku ceritain di email... kalo mau tanya...

No comments: