Wednesday, June 15, 2016

Supaya dapat jodoh di dating site internasional

Aku gak akan panjang lebar deh untuk pengantar supaya mendapat jodoh di dating site Internasional. Aku udah 5 tahun bergabung, mencoba menelateni pesan yang masuk. Ditanggapi dengan dingin gak langsung marah. Kalau perlu kadang mancing biar di pikiran mereka keluar semua...

1. Siap ditanyain masalah sex, siap ngeblok

Kalau di negara maju itu, sex... iya topik sex itu tidak tabu seperti di Indonesia. Di Indonesia orang ngomongnya bisik-bisik. Di sono baru kenal udah bahas sex, tidak semua memang. Tapi dari pengalamanku hampir semua baru kenal udah bahas sex. Bahkan langsung terus terang nanya, kamu hot gak di ranjang, paling suka posisi gimana. Kalau udah ngawur mereka ngotot mau nunjukin kemaluan lewat video call langsung blok aja...

2. Waspadai romance scammer laki-laki kulit hitam

Romance scammer adalah penipu profesional berasal dari Afrika Barat, Nigeria... kebanyakan orangnya dari situ. Tapi mereka banyak yang merambah ke Inggris, Malaysia, dan negara lain. Ada senior yang melatih yunior untuk bisa menipu wanita-wanita agar bisa kirim uang. Atau laki-laki dengan mengaku perempuan cantik dan seksi padahal di belakangkan orang kulit hitam. Salah satu menghindari adalah dengan video call. Resiko dari video call adalah kalaupun bukan scammer, laki-laki exhibionist. Jadi ya begitu... memang mesti tetap tenang menghadapi predator yang berkeliaran di dunia maya lewat dating site. Romance scammer ini punya kemampuan menghipnotis dengan suara, biasanya mereka akan nelpon tapi dengan berbagai alasan tidak mau video call.

3. Membuka hati

Idealnya memang sih, rasa tertarik itu dimulai dari laki-laki, lalu dia akan sungguh-sungguh mendekati yang wanita. Mendapatkan rasa ketertarikan itu memang sulit diprediksi. Tapi kalau hati kita ditutup, masih sibuk dengan perasaan sama mantan, membandingkan dengan mantan... rasanya belum saatnya memulai hubungan baru. Terus cara move on gimana... wah ini butuh artikel sendiri kayaknya. Kalo aku sih, aku mencoba mendekatkan diri dengan Allah dan meyakinkan diri terus-menerus bahwa lebih penting membuat Allah ridho dibandingkan memuaskan keinginanku sendiri... itu aku, dan gak langsung... perlu proses.

4. Hangat

Yang dimaksud hangat adalah ramah tentu saja, bukan judes. Banyak yang pake alesan... aku emang judes kok, yang penting maksudku kan baik. Gak dibales dikit marah. Coba deh ya... kalo sudah menetapkan niat ingin dapat jodoh dari negara lain, hilangkan kata gak sabaran dan judes di kosa kata perilaku kita. Hanya saran...

5. Jujur, tapi tidak diumbar semua

Aku itu cenderung jujur dan terbuka, jadi aku otakku itu gak nyampe kalo ada yang cerita, bahwa banyak cewek berbohong saat berkenalan dengan laki-laki yang baru dikenal. Beneran deh otakku gak nyampe, berbohong itu untuk apa gitu.

Jujur tidak berarti semua langsung diceritain... cerita yang perlu-perlu aja apa adanya. Takut tidak kelihatan hebat? Nanti malah reputasi jatuh ke jurang saat ketahuan bohong.

6. Matre boleh, tapi jangan ditunjukin

Aku ini kalo di dating site cari yang mapan. Tapi tidak langsung aku bombardir dengan pertanyaan "kerja dimana", "gaji berapa", "mobil apa","tabungan berapa". Soalnya percuma gak punya duit gak bakalan bisa mengunjungi kita.

Definisi matre juga relatif ya. Aku memutuskan untuk tidak bermewah-mewah, hidup seperlunya saja. Karena uang milik kita sesungguhnya adalah yang untuk diberikan pada yang membutuhkan. Bukan matre cari orang dengan penghasilan besar untuk bermewah-mewah dan dipamerin...

Dicari tau pelan-pelan... jadi stalker di social media. Apa facebook, instagram, linkedin... kalo gak punya social media, dari pengalaman kalo udah nyaman mereka akan cerita sendiri kok.

Pengalaman pribadi 

Oke... aku udah beberapa kali ketemu yang mau serius, tapi belum jodoh sudah rencana mau ketemuan tapi gak jadi. Sempet berhubungan setahun  di tahun 2015 dan selama tahun 2015 dikasih uang saku dan banyak hadiah. Putus, awal 2016 dan sudah ada seseorang, janjian mau ketemu setelah Ramadan. Nanti bakalan update lagi...

6 comments:

Nunu Amir said...

wOOWWW.... THANKS buat infonya mbak

Blankon said...

tanks info.mungkin dgn pengalaman ( mbk ratna )kisah ini saya berterima kasih, semoga bermanfaat bagi saya jg sahabat jdi ( referensi . jodoh atas kehendak-Nya. rahasia Allah, sebaik apa kita sekarang mungkin di masa lalu berbuat salah ( menyakiti seseorang lawan jenis .mungkinkah kita sekarang menerima balasany)ATAS kesalahan yg lalu, mungkin kita harus sadar dn sabar menjalani ujian ini,dng ini insya Allah jodoh lebih mudah dipertemukan

Ratnawati Utami said...

@ mas Blankon...

Saya perhatiin, bahwa ada banyak karakter soal pencarian jodoh ini. Ada yang menikmati hidup sendirian. Ada yang terobsesi punya pasangan hidup.

Ada yang menikah karena memang cinta, ada yang menikah karena kejar setoran... pokoknya punya pasangan deh... bisa saling melayani tanpa cinta... ya... gak ada perasaan khusus.

Seandainya para jombloers ditanya, apa sebetulnya pendapat mereka tentang jodoh... pasti mereka berharap seperti di negri dongeng. Punya pasangan yang saling mencintai... dan bertahan lama.

Kenyataannya, pihak perempuan biasanya pengen dapat laki2 kaya banget, dan pihak laki-laki pengen punya perempuan cantik banget. Itu biasanya awal penilaian. Dan itu sangat tidak realistik.

Bila dilihat dari Islam, carilah yang beragama Islam dan beriman. Dan itu tidak mudah. Tanpa perasaan apa-apa, menikah dengan yang dianggap beriman. Endingnya, bila sudah capek, akhirnya selingkuh.

Menemukan cinta itu memang sulit. Tapi tidak ada yang sulit bagi Allah, bila memang rajin ikhtiar dan berdoa, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan do'a kita. Tentunya memperbaiki akhlak juga.

Menyakiti hati orang hanya satu penyebab. Tapi banyak faktor lain juga. Perbaiki akhlak, mendekatkan pada Allah, berserah diri.

Bicara mudah, menjalankan memang sulit.

Itu pendapat saya...

Anonymous said...

Terima Kasih infonya . Saya juga ikut online dating , bertemu banyak orang asing , persis yang dituliskan mbak ...ada yg cuma iseng , ngajak skype hanya cuma menunjukkan "sesuatu" ..dan langsung saya block .
Saat ini , berkomunikasi dgn orang Canada keturunan Tunisia ...saya mulai curiga nich , krn diajak skype alasan sibuk gak ada waktu ( dia ngakunya dosen ) , jadi hanya masih WA dan telpon serta kirim foto2. Saya tidak mau berpikir negatif ttg dia tapi tetap waspada .
Dengan membaca tulisan mbak , menambah kewaspadaan saya .

Jiwa Kelam said...

Mbak, sy mirip mbak. Sy realistis, beneran gamau sama orang yg nulis di profilnya: hidup ngalir aja, apa adanya; sementara di fotonya dia ngerokok sambil nongkrong di depan motornya, atau di depan warung (ini byk sy temuin, beneran deh). Bwt saya, lelaki spt itu kesannya: utk hidup sendiri aja dia santai banget, apalagi utk memenuhi kebutuhan keluarga dia nantinya. Sy ga mengharap harta berlimpah sampe mau ke pasar aja pake helikopter, tapi minimal sy ga harus stres tingkat nasional hanya utk beli beras. Yah, mungkin ini yg namanya matre.

Btw, terkait dg itu dan dg tips dr mbak ttg kematrean, sy mau nanya. Bisa ga dibagi contoh2 nanyain kemapanan seorang lelaki tanpa kelihatan matre bgt spt yg mbak bilang di atas? Selama ini sy nanya 'kerjanya apa' selain utk 'mengira-ira' juga utk mencari bahan pembicaraan, dan/atau utk mengorek kejujurannya, tp sy dapat impresi bhw kebanyakan mereka males2an kalo ditanyain kerjaan. Hehe.. sy jadi ngerasa payah bgt jd manusia..

Kalo sempet tlg dijawab ya mbak.. tengkiu.. 😊

Ratnawati Utami said...

@Jiwa Kelam

Cari laki-laki itu yang baik, mapan itu menyusul. Baik didahulukan. Kalo laki-laki itu baik dia pasti jujur, pekerja keras dan bertanggung jawab.

Standar ketinggian gak sih kalo dapetin laki-laki baik dan mapan? Menurutku enggak juga. Kita mesti juga punya standar tinggi untuk kita sendiri.

Perbaiki akhlak, perbaiki keimanan, perbaiki kepercayaan diri, perbaiki penampilan.

Kalau kita high quality jomblo, dan diseriusi banyak berdoa, minta pada Tuhan, berserah diri, banyak bersyukur, Insya Allah akan dimudahkan