Friday, June 17, 2016

Laki-laki Pakistan menurutku

Aku banyak kenalan dengan laki-laki Pakistan di berbagai belahan dunia. Dari dating site.

Kalau mereka tinggal di Pakistan, jarang yang membayar member supaya bisa berkomunikasi. Tapi keturunan Pakistan di negara maju yang mengirimi aku message kebanyakan tidak keberatan membayar member.

Pendapatku tentang mereka... hmmmmmh.... tarik napas panjang dulu. Ada kisah yang menarik ada yang tidak.

Soalnya umurku kepala 4, aku cenderung cari lebih tua sedikit. Tapi yang lebih muda ada aja yang ngegombalin aku. Bilang kangen bla bla bla... aku rasa soalnya aku selalu berusaha menjadi pendengar yang baik. Tapi kalo sudah ngeselin, ngajak nikah tanpa kemampuan, misalnya ada orang Pakistan di UK, 10 tahun lebih muda, tapi belum jadi warga negara Inggris, udah desperate banget pengen punya pacar, terus curhatnya ke aku. Masalah terbesar... aku sama sekali tidak tertarik sama dia.

Ada yang di Eropa, Australia, Kanada, US, saking banyaknya aku gak banyak ingat. Di Swedia, keturunan Pakistan mengaku menghapal Qur'an, toh bicaranya juga mengarah mesum. Di Australia malah sempet telpon suruh aku dengerin hapalan Qur'an... ujung-ujungnya mesum juga.

Yang di Amerika, punya istri tapi sebel sama istrinya (dijodohin) dan cari tempat curhatan tapi gak berani ceraiin istrinya... lingkaran setan ini sih.

Di Kanada, dia salafy, maunya istrinya pake abaya dan gak boleh ngobrol dan facebooknya gak ada laki-laki lain. Cuman akhirnya ngilang.

Orang Pakistan itu sama saja seperti laki-laki di dunia ini, ada yang baik dan ada yang ngeselin pol. Dan seperti biasa, jumlah yang baik itu sedikit. Kalopun bisa nemu yang baik... Allah berarti memang menunjukkan jalan ke sana.

Buatku sih, ras itu bukan sesuatu yang penting. Yang penting Islam yang baik. Mau Indonesia, India, Pakistan, Malaysia... (banyakan orang ini)... gak masalah. Kalo orang Arab... gak sanggup aku, selalu ditawarin jadi istri yang kesekian, dikunjungi setahun beberapa kali doang pas liburan. Seperti jadi salah satu harem saja.

Ketemu orang Malaysia, harusnya kan mereka sama ras Melayu, nyatanya brengsek juga.

Jadi gini... seandainya aku deket sama orang, berarti karena cocok, ngobrolnya nyambung. Kalau dia dari Pakistan, karena kebetulan aja.

Pakistan adalah negara Islam yang konservatif. Wanita jarang kelihatan di jalanan, laki-laki bertanggung jawab penuh untuk mencari nafkah dan mesti mengantar istrinya kalo keluar rumah, wanita tidak boleh keluar rumah sendiri. Bayi laki-laki lebih dihargai daripada bayi perempuan. Wanita levelnya dianggap di bawah laki-laki, itu secara kultural, yang di desa masih kolot gitu, yang sudah berpendidikan tentunya enggak. Dan mereka itu entahlah... suka sekali merayu perempuan untuk iseng, tapi akhirnya berpulang pada akhlak mereka lagi. Yang jelas... nafsu sex mereka lebih tinggi daripada laki-laki Indonesia, didukung gen mereka yang memang lebih perkasa... Ini hanya gambaran umum..... cmiiw....

Ah... aku barusan baca banyak tulisan tentang hubungan wanita Indonesia dengan laki-laki Pakistan jadi baper begini...Kenapa aku nulis ini... aku lagi deket sama laki-laki keturunan Pakistan soalnya...

No comments: