Saturday, November 5, 2016

Nunggu yang di Aljazair ke Indonesia

Ini ceritaku tentang LDR dengan cowok Aljazair. Sebetulnya aku pengennya nulis kalo udah ketemuan.... tapi masih lama, masih 4 bulan lagi. Dan ini mengganjal sekali.

Aku memang pernah cerita sempet deket ma cowok Pakistan yang kenalan seminggu sebelum lebaran. Katanya mau ke Indonesia setelah Lebaran... Lebaran Fitri, bukan Lebaran Kuda loh... Aku udah bantuin bikin website, bukan aku yang bikin sih tapi temenku. Katanya dengan website itu dia bisa kerja di luar. Duit bayaran lancar soalnya pembayaran beberapa kali. Aku juga dikasih, lumayan buat jajan. Cowok Pakistan ini jualan rumah, pemilik kantor dengan sekitar 6 karyawan.

Dikontak sama seseorang di masa lampau bikin aku galau. Dia kirim message di Facebook... "aku minta maaf soalnya ngilang, aku gak bermaksud ninggalin kamu. Ada masalah di pekerjaanku sempet kacau dan aku mesti beresin".

Yah... aku udah janjian sama si Pakistani ini. Terus gimana dong. Kata temen... "sebelum ketemuan beneran, itu bukan hubungan beneran". Ini masalah perasaan... udah janjian dan rasanya gak enak banget dikontak sama yang orang aku dulu suka banget. Oke... aku mencoba mendamaikan hatiku "berteman... berteman... berteman". Berteman boleh kan... tapi aku jujur aku kangen sama yang di Aljazair. Tulisanku sebelum ini sampe nulis "rasanya pengen sama yang di Inggris dan selingkuh sama yang di Aljazair". Dikomentari "Jangan ikutan nafsu". Ealah... ini mereka baru janji-janji doang belum ketemu beneran. Belum jadi beneran...

Cowok Aljazair ini insinyur Geografi kuliah di Perancis. Dia punya proyek pemetaan, temennya semua orang Perancis, dia sendiri yang Aljazair. Biasanya kalo proyek 3-4 bulan, libur sekitar 2-4 minggu.

Entahlah... akhirnya ternyata aku ribut sama yang di Inggris masalah sepele. Biasa kan hubungan gitu naik turun. Dan aku akhirnya ngobrol sama yang di Aljazair
"Gimana rencanamu"
"Aku mau libur 4 bulan mau menemui kamu"
"Gak salah tuh, 4 minggu maksudmu"
"Iya, 4 bulan, Maret, April, Mei, Juni"
"Haaaaa"
"Aku mikirin kamu terus, aku kangen sama kamu. Aku mau ajak kamu ke Aljazair"
"Tiketnya mahal banget dong"
"Gak usah mikirin harga tiket"
"Waktu kamu ngilang dulu, duitmu proyekmu ilang gak"
"Itu kejadiannya urusan kerjaan kacau aku mesti beresin, selesaiin. Bukan masalah duit, Alhamdulillah"
"Kalo ke Aljazair itu aku butuh visa"
"Nanti kita urus di kedutaan, aku sudah pergi ke lebih dari 20 negara"
"Ke Asia ke mana aja"
... dia mikir..
"Kamu mikir ya"
"Iya, Filipina, Thailand, Jepang, mana lagi ya, Ada yang proyek ada yang jadi turis"
"Sama siapa hayoo"
"Demi Allah aku gak bawa pacar, Allah Maha Melihat"
"Indonesia malah belum"
"Iya belum pernah"
"Beneran loh aku tunggu di Indonesia. Tapi kita mesti ngobrol panjang dulu"

Rasanya lama banget nunggu bulan Maret 2017. But it's worth the wait. We will see... Kadang kita bisa suka sama orang yang keliru, yang gak hargai kita tapi merasa dirinya superior. Dan perasaan paling nyaman itu kalo akhirnya ketemu orang yang nyambung, hargai kita apa adanya, mikirin kita terus (masih katanya sih, perlu pembuktian)... susahlah menggambarkan... campur aduk antara seneng, galau mesti nunggu, dan mempersiapkan hati ini supaya tidak berkeping-keping kalo tidak sesuai rencana...

No comments: