Thursday, April 27, 2017

Belajar Law of Attraction sebagai muslim

Bicara soal Law of Attraction, kita sebut LoA, ini memang pro dan kontra. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang di Islam gak boleh. Dan ada yang cuman manggut-manggut setuju dengan teorinya tapi gak mau melaksanakan.

Yang bilang haram berpendapat... enak aja, minta kok pada universe atau alam semesta. Itu kan perbuatan syrik. Tapi ada yang lebih dalam ngeliatnya, universe diganti menjadi Allah aja gitu kok repot.

Kalau ada artikel, peneliti barat membuktikan bahwa di Al Qur'an itu benar... nanti banyak di share di social media. Apa facebook, apa whats app. Tapi yang komen negatif ada, kok umat muslim gak bisa membuktikan sih, kita itu mundur gak punya teknologi. Kalo yang positif mikir, ya kita beli teknologi aja deh. Soalnya sebelumnya sumber daya manusia muslim itu luar biasa hebat banyak yang cerdas, sayangnya kadang gak didukung negaranya, gak ada dana. Kenyataannya masalah dana riset memang sangat didukung di dunia barat.

Dengan munculnya Quran yang dibawa Rasulullah SAW, apa semua manusia menjadi sholeh sholehah semua, enggak kan. Haters masih banyak dan ada dimana-mana, bahkan menyusup di dalam lingkaran Rasulullah SAW menjadi pengkhianat.

Terus ada buku the Secret, banyak orang baca, mengulas, motivator menjadikan semacam cara untuk mengajak orang berpikir lebih positif dengan menyatakan ada lho kekuatan besar di dunia ini yang bisa membantu mewujudkan keinginanmu menjadi nyata. Jadi gak cuman sibuk kerja keras kayak robot, tapi juga meyakini ada kekuatan besar yang bisa mewujudkan asal didukung oleh pikiran positif, bersikap positif berperasaan positif.

Dengan kemunculan The Secret yang membahas LoA apa semua orang menjadi kaya raya dan bahagia. Kenyataannya enggak. Aku masih banyak ketemu temen yang galau. Ada yang bilang aku tau LoA, tapi cuman teori aja gak dilakukan.

Aku termasuk yang nekat mau melakukan LoA secara mendetil. Aku pelototin youtubenya, filmnya, saran-sarannya untuk ngerti rahasianya dimana.

Aturan LoA sebetulnya hanya ada 3 yaitu
1. Meminta
2. Percaya
3. Menerima

Hanya saja penjelasannya yang panjang untuk ketiga hal ini.

Dulu aku masih maju mundur soal buat ngertiin LoA ini. Biasa pendapat negatif yang bilang, ini terinspirasi dari setan, bikin syrik membuatku ragu. Ada kejadian yang membuatku mau mempelototi gara-gara aku dimarahin temen... kamu itu mengkhianatiku, menusukku dari belakang. Cowok ini pedekate sama aku, dia non muslim dan aku beranggapan hanya berteman. Kita janjian mau ketemuan sebagai teman, tapi waktu aku memutuskan untuk ketemuan sama cowok muslim dia marah-marah. Eh cowok muslim ini ternyata menunda janji mau ketemuan. Aku kesel banget, aku mempelajari trik untuk melakukan pemanggilan secara law of attraction.

Lompat ke trik LoA tanpa membaca teorinya ternyata lebih mudah. Memanggil itu sederhana triknya
1. Bayangkan dia menghubungi
2. Rasakan emosi bahagia saat dia menghubungi
3. Lakukan hal yang membuat kita nyaman
4. Persiapkan agar hp selalu ada kuota dan terisi baterainya
5. Sabar menanti, tetap bersyukur selalu dan optimis.

Di Islam, sabar, bersyukur, optimis, berprasangka baik itu juga diajarkan. Bukan Islam kalau rajin sholat, baca Qur'an tapi suka marah-marah. Kadang ada yang mikir oh jadi orang sholeh yang penting rajin sholat doang dan membaca Quran yang bahasanya tidak kita pahami tapi kelakuan pada orang lain suka jahat, dan mudah putus asa.

Trik di LoA ada di Islam juga hanya saja, ini semacam alat bantu melatih diri agar merasa nyaman dengan membayangkan hal yang kita inginkan akhirnya kesampaian, walaupun tetap dinamis, kalaupun tidak persis seperti yang kita harapkan tetap rajin bersyukur dan optimis, ganti plan B.

Keimanan itu naik turun, kadang kita happy dan rajin, kadang kita drop, hancur gak kuat dengan tekanan sekitar kita. Sebaiknya memang mencari teman yang sholeh yang mengarahkan ke arah baik, lebih sulit memang, lebih enak ketemu yang hura-hura menyenangkan diri sesaat. Menyenangkan diri boleh tapi kan ada aturannya, kalo bisa ya yang positif. Seperti aku suka naik sepeda dikomentari... kok kuat ya... aku jawab aku suka dan menikmati kok.

Belum ada pesan dari yang aku panggil, tapi aku sudah gak terobsesi lagi. Aku bikin skenario, dia ngontak, aku move on ketemu yang lebih baik, dan semua bahagia.

Banyak bersyukur akhirnya mulai ngeh soal rahasia... walau masih sak uprit sih ngertinya. Lain kali dilanjut lagi...


No comments:

Post a Comment