Saturday, August 12, 2017

Aku kenalan sama Algerian sejak 2014. Waktu itu gak sengaja banget. Tahun 2003 aku di warnet diajarin sama mbaknya buka ICQ. Belasan tahun berlalu iseng pengen tahu ICQ seperti apa. Lalu kenalan sama dia. Dia kasih facebooknya yang friendlistnya kurang dari 10, dan kita chat di facebook.

Belum ada rasa apa-apa, dia curang soalnya kita video call, tapi kameranya blur. Udah gitu aku percaya aja sama dia... bahwa dia itu orang baik. Tahun 2014 dia janji mau datengin aku bulan Juli, tapi dia menghilang gitu aja. Setengah mati aku berusaha move on.

Tahun 2015 aku deket sama cowok di negera maju, online doang. Menurutku aneh sih orangnya, suka kasih aku hadiah mahal-mahal, tapi janji ke Indonesia 3 kali gak pernah ditepati. Awal 2016 aku putus.

Tahun 2016 aku deket sama cowok Pakistan di UK. Gampang banget janjiin sesuatu tapi gak mau nepatin. Dengan mudahnya bilang mau dateng setelah lebaran. Tapi gak jelas... capek... bilang gak mau nerusin lagi. Lagian juga gak ada rasa apa-apa.

Bulan September 2016 si Algerian ngontak aku lagi. Bilang.... selama 2 tahun mikirin aku terus. Gak tau dia gombal apa enggak. Ngejanjiin mau dateng awal bulan April. Aku bener-bener senewen, nervous nunggu April. Dan... akhir Maret dia nulis pesan sebelum ngilang "ibuku pengen aku menikah dengan Algerian juga". Aku pikir hubungan ini sudah berakhir...

Bulan Mei 2017 aku memutuskan untuk memanggil dia dengan Law of Attraction... oh ternyata ada petunjuk visualisasi agar seseorang kirim kabar. Sambil belajar lagi liat semua video tentang Law of Attraction.

Sebulan, dua bulan berlalu... aku tetap berusaha membuat visualisasi dia kirim kabar. Terus terang aku super galau.. susahnya itu menurut petunjuk the Law of Attraction mesti selalu bersyukur.

Akhirnya akhir bulan Juli dia kirim kabar lagi, dan cerita kenapa. Aduuh.. ada drama di keluarganya. Pokoknya lumayan berat masalah di keluarganya. Dia cuman bilang kakaknya pisah ma istri, ternya ada kasus berantem, ada yang masuk penjara segala.

Dia mengatur ulang ketemuan, dia mau datang bulan Oktober. Dan aku mulai galau lagi, gimana kalo gak dateng, gimana kalo gini, gitu. Tapi soalnya sejak bulan Mei belajar Law of Attraction, agak bisa meredam gitu.

Aku mencoba berpikir positif terus sekarang. Mempraktekkan yang aku pelajari di Law of Attraction. Visualisasi dan bersikap kayak dia udah dateng.

Perasaanku dalem sama dia... sekarang. Berproses, dia membuka diri mau menceritakan keluarganya... dan mau memperjuangkan aku membicarakan ke ibunya baik-baik. Aku juga berusaha untuk memotivasi dia untuk positif selalu...


Stairway to heaven . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates