Posts

Showing posts with the label Islam mengajarkan

Islam mengajarkan jangan meluapkan amarah

Menurut Al-Ghazali, kita memang tidak mungkin menghindari kemarahan. Kemarahan yang baik dipicu oleh hal-hal yang baik. Sedangkan kemarahan yang zalim dipicu arogansi, ‘ujub, senda gurau, kesia-siaan, pelecehan, pencibiran, perdebatan, pertengkaran, penghianatan dan ambisi dunia. Bila sudah telanjur marah, orang yang mencari keridhaan Allah akan berusaha untuk meredam dan sedapat mungkin tidak meluapkan amarahnya. Allah ridha pada manusia yang tidak meluapkan amarahnya, bahkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa ilmu agar mendekatkan ke surga dan menjauhi neraka adalah dengan tidak meluapkan kemarahan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.(HR. Bukhari dan Muslim) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian ?" Sahabat menjawab "yaitu diantara kami yang paling kuat gula...

Islam mengajarkan untuk bertakwa

Kata takwa berasal dari rumpun kata waqa (وَقَى), yaqi (يَقِى), wiqayah (وِقايةً), yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh, konsisten dan selalu ditingkatkan (istiqomah). Takwa juga bisa diartikan dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Orang yang bertakwa telah mendapat petunjuk dari Allah yaitu Al Qur'an (supaya dipelajari dan diamalkan dalam kehidupannya). Orang yang bertakwa ciri-cirinya adalah yang beriman pada yang Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membantu kerabat dan orang lain yang dalam kesempitan, sabar bila menghadapi masalah, sanggup menahan amarah, mudah memaafkan orang lain, berusaha selalu menepati janji dan selalu minta ampun pada Allah dengan segera menyadari kesalahannya. Orang yang bertakwa supaya mengiku...

Islam mengajarkan untuk tawakkal

Tawakal ( توكُل‎) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal atau tawakkal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Jadi tawakal juga bisa diartikan berserah diri setelah ikhtiar. Orang yang bertawakal sungguh-sungguh pada Allah adalah orang yang membulatkan tekad dan berpegang teguh untuk selalu berserah diri pada Allah. Orang yang bertawakal selalu berusaha bersikap tenang, yang dimaksud bersikap lemah lembut adalah dengan berusaha menyampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa menyakiti hati tapi tetap tegas. Juga selalu memaafkan orang yang menjahati, bila perlu mendoakan untuk kebaikan mereka. Orang yang bertawakal pada Allah akan dicukupkan keperluan-keperluannya dan akan mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Orang beriman yang bertawakal pada Allah salah satu ciri-cirinya adalah bila mendengar alunan ayat-ayat Al Qur'an maka ...

Islam mengajarkan untuk sedekah

Sedekah itu berasal dari bahasa Arab yaitu shodaqoh yang berarti pemberian seorang muslim pada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah tidak selalu berupa uang atau harta. Bahkan perbuatan baik seperti membahagiakan orang lain dengan memberikan senyuman juga merupakan sedekah. Orang-orang yang bertakwa, selain selalu memohon ampun pada Allah, memaafkan orang lain, menahan amarah juga akan selalu berusaha melakukan sedekah dalam keadaan lapang atau sempit. Sedekah lebih diutamakan pada kerabat terlebih dahulu, lalu pada orang-orang terdekat seperti sahabat atau tetangga. Bila sedekah dalam berupa barang sebaiknya masih dalam kondisi baik. Pahala sedekah akan hilang bila sedekah itu disebut-sebut atau pemberi sedekah menyakiti hati pada penerima sedekah. Manfaat sedekah bila dilakukan dengan ikhlas, semata-mata hanya pada Allah, bukan karena hal lain seperti ingin mendapat pujian, maka akan dibalas oleh Allah. Balasan sedekah d...

Islam mengajarkan untuk menyambung silaturahmi

Sebetulnya yang dimaksud silaturahmi adalah hubungan keluarga berdasarkan keturunan atau pernikahan. Dan yang dimaksud menyambung kembali hubungan silaturahmi yang terputus apabila ada permusuhan dalam hubungan keluarga lalu ada upaya untuk menyambung kembali. Menurut Islam, orang yang bersikap buruk pada orang yang berusaha menyambung hubungan keluarga, tidak akan masuk surga karena sikapnya ini. Dalam ajaran Islam, sesama orang beriman juga bersaudara. Karena itu supaya saling didamaikan jangan terpecah belah. Orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, akan dipercepat siksa dunia dan tersimpan untuknya siksa di akhirat. Sebaliknya yang mau menyambung hubungan silaturahmi akan diluaskan rejekinya. Orang yang memutuskan hubungan, baik silaturahmi maupun dengan sesama orang beriman maka rahmat Allah tidak akan sampai padanya. Bila rahmat tidak sampai padanya berarti dia tidak bisa merasakan kasih sayang Allah sehingga hidupnya selalu gelisah. Semoga kita selalu dalam hubungan yan...

Islam mengajarkan untuk berprasangka baik pada Allah

Orang yang dalam kondisi kurang beruntung akan mudah terseret berprasangka buruk pada Allah, atau suudzon. Misalnya kehilangan barang, tubuhnya sakit, sepertinya menggugat pada Allah kenapa diberi kejadian yang tidak mengenakkan. Bagi manusia yang beriman dan bertakwa akan selalu berusaha berprasangka baik pada Allah, walaupun mendapat kejadian yang tidak mengenakkan sekalipun. Pasti ada hikmah di balik setiap musibah. Musibah bagi orang mukmin dikarenakan tiga hal yaitu: Mengangkat derajat bagi orang yang tertimpa musibah, karena kesabarannya terhadap musibah yang telah Alloh tetapkan. Sebagai cobaan bagi dirinya. Sebagai pelebur dosa, atas dosanya yang telah lalu. Allah akan sesuai dengan prasangka hambaNya. Bila manusia berdo'a dan meyakini dikabulkan do'anya maka do'a itu akan terkabul, walaupun butuh kesabaran.  Berprasangka baik pada Allah akan membuat hati tenang karena yakin ada hikmah yang dipelajari dari semua kejadian. Berprasangka baik pada Allah akan dik...

Islam mengajarkan untuk memaafkan

Diperlakukan tidak menyenangkan, kadang membuat manusia sulit untuk memaafkan orang lain. Tapi seberat-beratnya masalah, sepertinya kita perlu melihat sejarah saat para Nabi menyebarkan ajaran untuk menyembah Allah. Semua Nabi memiliki saat-saat sulit dengan masalah masing-masing. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam banyak difitnah, dicaci maki, dihina, dilempari batu, dilempari kotoran, diludahi, dikejar-kejar kaum Quraisy akan dibunuh, tapi tetap bersikap sabar, malah memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi musuh-musuhnya. Walaupun begitu, memaafkan juga perlu diperhatikan dampaknya. Bila dimaafkan malah tambah semakin berbuat kejahatan, maka perlu dipertimbangkan untuk diberi efek jera dengan memberi hukuman sesuai dengan kejahatan. Dengan berlapang dada dan memaafkan orang lain, maka Allah akan mengampuni kita. Bila kita sanggup memaafkan orang lain, dan rajin memohon ampun pada Allah, maka hidup kita akan dimudahkan oleh Allah... Allah berfirman Dan janganlah oran...

Islam mengajarkan agar bertaubat secara benar

Kata dari “Taubat” dalam bahasa Arab berarti “kembali”. Dalam konteks Islam, Taubat adalah menjauhi apa yang Allah larang kemudian kembali melakukan apa yang Allah perintahkan. Taubat itu ditujukan Allah, Allah akan mengembalikan kepada hamba-Nya dalam bentuk ampunan. Kembali kepada jiwa yang bersih seperti saat dilahirkan yang karena pengaruh lingkungan telah banyak dikotori sehingga menumpuk banyak dosa. Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya: "artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya." Orang yang tidak mau bertaubat termasuk orang yang zalim, dan bila mau bertaubat sungguh-sungguh maka Allah akan mengganti keburukan akan menjadi kebajikan. Taubat yang benar adalah dengan penyesalan mendalam menghentikan perbuatan dosa bertekad kuat tidak mengulangi Berkaitan dengan hubungan...

Islam mengajarkan untuk bersabar

Banyak orang yang berpendapat bahwa kesabaran itu ada batasnya. Sudah mencoba bicara baik-baik berkali-kali, disindir, dibicarakan langsung secara telak, tetap saja yang diajak bicara tidak mengerti. Karena sudah sangat kesal, akhirnya kesabaran itu dianggap sudah habis lalu ditonjoklah orang itu. Sebetulnya Islam mengajarkan kesabaran itu tanpa batas. Selain itu Islam juga mengajarkan agar lembut dalam menyampaikan pesan dan diutamakan bermusyawarah. Bagi yang masih dalam kesulitan supaya bersabar. Sabar sendiri bukan berarti pesimis, tapi tetap optimis dengan berikhtiar dan berdoa. Allah sudah menyatakan dalam firman-Nya bahwa Allah akan mendampingi orang dalam kesulitan yang menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong. Sabar berasal dari bahasa Arab shabr (صْبِرْ ‎). Arti dari sabar adalah "menahan", jadi kesabaran bisa diartikan menuntut ketabahan dalam keadaan sulit, berat, pahit yang harus diterima dengan tanggungjawab untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Bila...

Islam mengajarkan untuk bersyukur

Kata untuk bersyukur sekarang sedang mewabah, ada artis penyanyi wanita cantik yang identik dengan ucapannya "Alhamdulillah, yah". Tapi tentunya syukur tidak hanya sekedar diucapkan di mulut saja, tapi juga diresapi dalam hati, dan diamalkan dalam perbuatan. Selain itu, hal yang tidak mudah adalah tetap bersyukur saat mendapat musibah. Misalnya kehilangan dompet yang ada uangnya, tetap bisa mengambil hikmah, dan bisa tetap bersyukur karena fisiknya tidak terluka saat kehilangan dompet. Wajar awalnya kaget bila mendapat musibah, tapi segera bisa segera mengontrol diri untuk mengambil hikmah dari musibah ini. Manusia diciptakan mempunyai mata, telinga, dan hati agar bisa melihat, mendengar dan memahami akan tanda-tanda kekuasaan Allah. Manusia agar mencari rejeki yang halal dari karunia yang diberikan oleh Allah. Menyembahlah pada Allah, dan mintalah rezeki pada Allah, lalu syukurilah atas semua yang diterima. Manusia diperintahkan oleh Allah untuk selalu mensyukuri segala ni...

Islam mengajarkan untuk hidup mengharap ridho Allah

Ridho(رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya. Semoga kita termasuk golongan manusia beriman, bertakwa dan tawakkal. Yang hidup untuk mengharap ridho Allah sehingga dicukupkan hidupnya oleh Allah di dunia ini dan diberi kebaikan dunia dan akhirat... Allah berfirman Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanj...

Islam mengajarkan untuk ikhlas

Ikhlas (إِخْلاص) berarti berarti, murni, bersih, jernih, tanpa campuran. Ikhlas bisa diartikan memurnikan tujuan amal hanya pada Allah, tanpa berharap imbalan dari orang lain dalam bentuk apapun termasuk pujian, serta tidak ada keinginan menarik kembali yang telah dilakukan. Di dalam ajaran Islam, ikhlas adalah salah satu syarat untuk mendapatkan pahala dari Allah. Tentunya ikhlas dalam melakukan ibadah dan perbuatan sesuai ajaran Islam yang benar. Apabila manusia sudah berusaha ikhlas, (banyak yang ragu belum tahu sudah ikhlas atau belum, paling tidak berusahalah) maka Insya Allah hidupnya akan dimudahkan oleh Allah. Dimudahkan tidak selalu mempunyai uang banyak, tapi merasa kecukupan dengan hal yang dimilikinya dan hatinya tenang. Dan Allah akan memberi rejeki dan ketenangan pada siapapun yang Allah kehendaki, salah satunya pada yang selalu berusaha untuk ikhlas dalam mengerjakan perbuatan baik, beribadah dan menyedekahkan sebagian hartanya pada yang membutuhkan. Orang yang berim...