Saturday, April 30, 2011

Cahaya aura dan batin yang sejuk

Menjelang 2 Maret 2011 (ulang tahun Safira dan Safitri, anak kembarku), aku terguncang hebat. Aku kebingungan. Ada kegelapan yang merubungiku dan ingin memasuki tubuhku. Sampai dipanggil kepala sekolah soalnya ada orang tua murid menyapa aku dan aku tidak melihatnya.

Ada seorang blogger baik hati, peka batinnya bila ada sahabatnya terusik mengirim pesan. Jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu, pesan beliau. Menurut beliau shalat paling efektif untuk menolongmu adalah shalat tahajud.

Keimanan itu bisa naik dan turun. Bisa dilihat dari kemampuan kita menghadapi ujian Allah. Bila keimanan kita sedang kuat, maka hati kita sejuk dan kita akan mampu menyejukkan orang lain. Bila keimanan kita lemah, kita terkapar tak berdaya seperti ikan tanpa air.

Blogger yang tulisannya sarat dengan hadits dan ayat Al Qur'an ini jadi tempat curhat blogger lain. Makanya kalo ada kejadian seorang blogger yang menyakiti hati blogger lain, beliau cepat dapat info. Walau beliau tau situasinya, beliau memilih diam saja, atau menulis kata hikmah berkaitan dengan kasus itu. Toh kejadian itu juga umum terjadi di sekitar kita, bisa jadi blogger yang menyakiti hati akan ngerasa atau tidak, yang penting beliau sudah menyampaikan pesan.

Seseorang di Bogor yang mengaku indigo menceritakan padaku bahwa dia sering ke Kebun Raya Bogor tengah malam dengan kelompok pecinta mistik. Di sana adalah gerbang kerajaan Padjadjaran yang hilang masuk ke alam gaib. Bahkan dia mengaku bertemu Prabu Siliwangi.

Kemampuan indigonya apakah bakat karena keturunan atau pemberian dari orang, bisa jadi makhluk alam lain aku tidak tau. Tapi yang jelas orang Bogor ini membuat keputusan yang salah saat dia tidak mau berpuasa di bulan Ramadhan serta meninggalkan shalat. Mendadak dia seret rejekinya, sering kesurupan, bicaranya ngawur termasuk tindakannya.

Tapi dia sempat cerita soal aura padaku, dia menggambarkan bahwa orang yang depresi cahaya tubuhnya lemah. Sedang orang yang keimanannya kuat, berhati mulia, cahaya tubuhnya terang benderang.

Kemampuan indigo sendiri ternyata bisa menyesatkan. Bila dibarengi dengan mendekatkan diri pada Allah, rajin shalat, puasa, maka kepekaan batinnya adalah karena cahaya dari Allah. Sedang bila dia bisa melihat alam lain (istilahnya punya kemampuan supra natural) tanpa keimanan kuat sebetulnya kemampuannya adalah bantuan jin, atau bakat alaminya tidak dipergunakan secara benar.

Saat manusia mampu merasakan rahmat dari Allah yang dibawa oleh malaikat, maka batinnya sejuk. Bila melihat sahabatnya kesusahan maka dia akan berusaha membantu, bukan mentertawakan....

12 comments:

  1. wow ... apa saya bisa dikatakan indigo mbak
    setiap yang aku inginkan kebanyakan terwujud?
    bukan kayaknya yah :P

    ReplyDelete
  2. John, kamu pernah cerita ke aku kalo ada suatu kejadian menimpamu sehingga kamu memutuskan gak marah lagi. Waktu aku ke Surabaya dan kamu diajak dateng tapi gak ikutan aku rasa kamu ada feeling mesti jaga rumah ato bisa jadi perjalanan dari rumahmu ke lokasi gak bersahabat buatmu.

    Tulisan diblogmu kalo kamu lagi koleng, hahaha, cuman nutupin karakter aslimu. Kamu aslinya sensitif, peka terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  3. wah kalau saya apa ya mbak...
    satu saat bisa gampang kena hatinya saat yg lain bisa sama sekali deh ngga ngeh
    memang tidak usah jadi indigo untuk jadi peka
    mungkin jalan untuk melembutkan hati salah satunya adalah menangis.. mbak ami komen saya nyambung ngga ya ini hehe..
    minta link beliau dong mbak, blogger yang baik itu.. saya kepingin banyak belajar juga dari beliau.. tadi saya baca blog mbak ami yg satunya.. banyak ilmu, trima kasih mbak.. ternyata maulid nabi termasuk bid'ah.. saya barusan tau.. astagfirullah T^T

    ReplyDelete
  4. @ Ninda, udah aku kirim di inboxmu. Soal maulid Nabi itu bid'ah, sebetulnya masih pro kontra. Di Arab tidak ada maulid Nabi. Yang jadi masalah maulid Nabi penyelenggaraannya berbau kejawen, itu yang gak bener. Selama untuk meningkatkan kecintaan pada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan renungan aku rasa gak ada salahnya

    ReplyDelete
  5. yups setuja.... napa mesti nungguin Igo...eh salah Indigo maksudnya...hehehe wahternyata bahaya juga ya anak indigo kalauternyata kemampuannya dibantu oleh jin......:)

    ReplyDelete
  6. @ Bayoe, keliatan kok. Makanya mesti diarahin berpegang teguh pada Al Quran

    ReplyDelete
  7. Dulu, kadangkala aku kepengen punya kemampuan indigo. Biar lebih siap menghadapi kemungkinan dalam hidup ini. Tapi ternyata aku nggak memilikinya. Alhamdulillah, yang penting aku masih dapet kesempurnaan sebagai seorang manusia. :)

    ReplyDelete
  8. from Mundi :
    mbak.. gimana membedakan antara indigo keturunan dan indigo dari jin ?

    ReplyDelete
  9. @ Kim, punya kemampuan indigo itu bebannya berat. Mas Rawin yang blogger juga bisa ngeliat makhluk gaib, bukannya seneng malah takuuut. Bersahabat dengan makhluk gaib itu buat sharing seharusnya bukan saling memanfaatkan.

    @ Mundi, kalo balita yang hatinya masih bersih, dia lebih mudah melihat alam lain. Kadang ada yang tambah besar kemampuannya hilang. Semakin dewasa, hidup akan banyak pilihan. Milih berteman dengan jin jahat atau yang baik-baik saja. Dan jin jahat itu sangat licik dan cerdas. Mata hati bisa ketutup, seakan-akan melihat surga kalo menjalani sarannya. Padahal itu surga palsu, malah berada di kerak neraka paling dalam sebagai orang musyrik.

    ReplyDelete
  10. betul mbak, bahkan saya gak terlalu percaya sama kemampuan indigo,

    semuanya bisa diraih dengan latihan dan kerja keras..

    ada juga orang yang mengaku indigo padahal hanya mengikuti intuisi..

    ReplyDelete
  11. Hai Mbak Ami,
    Aku rasa sholat itu memang wajib. Tidak ada bedanya apakah dia indigo atau tidak.
    Dan aku mengakui, orang yang sembahyang memang nampak hidupnya lebih terarah daripada yang tidak sembahyang.

    ReplyDelete
  12. semoga kita memiliki keimanannya kuat, berhati mulia, cahaya tubuhnya terang benderang. Aamiin

    ReplyDelete