Wednesday, May 11, 2011

Ilmu instan hanyalah ilusi

Ada acara di tivi yang membongkar cara kerja magician ato pesulap yang sekarang disebut ilusionis. Ternyata pesulap itu melatih kecepatan tangan, menggunakan kaca, ruang sempit, asap dan efek lain.

Yang mengherankan memang ilmu (gak tau istilahnya) untuk mendapatkan kekuatan, jabatan, kekebalan, kekayaan, jodoh, dan yang lain. Waktu aku ke Dieng diceritain sama pemandu lokasi wisata Telaga Warna bahwa di situ ada lokasi pertapaan pejabat yang terkenal di Indonesia, gak perlu disebut yah nanya sendiri kalo ke sana. Sambil bercanda pemandu tur mengatakan sambil kalo ingin jadi pejabat cobalah bertapa di sana (tentu aja gak bisa, lha wong lokasinya digembok).

Kisah-kisah orang sakti yang kuat bertapa untuk mendapatkan kekuasaannya memang ada di cerita-cerita pewayangan. Dewa yang ada di kahyangan terusik kalo ada yang sanggup bertapa lama dan akhirnya yang sanggup bertapa lama diberi kesaktian. Tapi bertapa di jaman sekarang??? Aku juga sering bertapa di depan komputer menulis uneg-unegku, hehehe...

Di dunia persilatan juga ada istilah mengasah ilmu dengan mengasingkan diri dari orang banyak. Membawa bekal kitab jurus rahasia (yang jadi rebutan pesilat lain) atau berguru pada guru silat super sakti. Istilah mengasah kemampuan jaman sekarang dari Stephen Covey adalah sharpen the saw. Saatnya turun gunung, beraksi dengan mengalahkan banyak pesilat berilmu tinggi itulah dia disebut telah menggegerkan dunia persilatan.

Ilmu sekarang dijual belikan, tidak usah bertapa, cukup membeli jimat kekebalan, bedak pembuka aura, susuk, pemikat lawan jenis, wooow macem-macem sampe aku gak ingat apa saja.

No free lunch katanya, gak ada makan siang gratis. Di dunia katanya tidak ada yang mau memberi dengan cuma-cuma, kecuali yang mencari ridho Allah mau ikhlas membantu orang tanpa diketahui banyak orang kecuali Allah. Endingnya bagi yang memiliki ilmu instan ini, akan ada tumbal, bisa jiwa, bisa nyawa, atau entah apa yang lainnya.

Selain mengganti dengan mahar (bukan membayar istilahnya), ilmu instan ini hanyalah ilusi sesaat. Misal dengan memakai jimat, sepertinya orang bisa jadi kebal, padahal ada energi masuk ke tubuh. Atau menggunakan bedak pembuka aura mendadak jadi punya aura memancar untuk menarik lawan jenis (biasanya peminatnya pekerja seks komersial).

Kadang ada yang mengatakan biarlah urusan masing-masing, tapi ada yang memakai daya magis agar keliatan cantik trus difoto, orang yang mempelototinnya berimajinasi aneh-aneh terutama kaum Adam ada sangsi gak, wooo ada di akhirat.

Bagi pencari ilmu untuk selamat dunia akhirat, ilmu instan adalah ilmu yang perlu dihindari. Karena ustad Maulana pembawa acara ISLAM ITU INDAH mengingatkan, minta bantuan pada selain Allah berarti syahadatnya gugur dan termasuk golongan kafir.

Menggadaikan keimanan dengan meminta bantuan pada makhluk alam lain nebusnya gimana coba. Tentu saja dengan bertaubat, tapi bukan kapasitas aku untuk membicarakan pertaubatan, ilmuku masih dangkal. Yang kutahu tentang bertaubat adalah penyesalan mendalam, tidak mengulangi lagi, mengembalikan yang bukan haknya, memperbanyak ibadah dan sedekah sesuai ajaran Islam.

Semoga kita dijauhkan dari keinginan untuk mendapatkan ilmu secara instan. Naudzubillah min dzalik...

10 comments:

Yudi Darmawan said...

yah, lucu emang mbak,
zaman udah modern gini, masih aja ada yang percaya sama yang gtiuan, padahal itu bisa dibilang syrik yak?
apalagi dosa syrik adalah salah satu dosa yang tidak bisa diampuni..

astaghfirullahaladzim..

Anonymous said...

from Mundi :
benar mbak...mungkin karena takut miskin, banyak orang yang memilih bersekutu dengan setan untuk mencari kekayaan...

Ami said...

@ Yudi, prihatin

@ Mundi, itu orang2 cari jalan pintas aja...

harady89 said...

Sebetulnya di dunia ini ada dua pilihan hidup. Yang benar, ato yang mudah. Yang mudah mah banyak... gampang-gampang cara mendapatkannya... tapi kalo yang bener ini susah. Banyak yang ngak mau. Maunya yang instan-instan berhadiah.... hahahahahahhahahah :D

Ami said...

@ harady, ya begitulah

joe said...

mungkin begitu terpesonanya pada harta dan jabatan sehingga menempuh segala cara, termasuk jalan yang syirik seperti itu

harady89 said...

@Jangan salah... ada orang lo yang pingin menuju kebahagian akhirat tapi karena ngak pengen yang susah-susah, akhirnya keblinger juga...

r10 said...

aku juga dengar berita pejabat bertapa dgn macam2 cara.... semua cara dihalalkan :(

Aina said...

lagian....ilmu kayak gitu gak bakalan abadi......

faja12 said...

ilmu hanya bisa didapat dari pengalaman, ilmu instan hanyalah fatamorgana belaka..

nice entry mbak.. salam :D
follback yaa.. hehe