Keseimbangan

by - May 09, 2011

Hukum itu disimbolkan dengan timbangan. Maksudnya adil gitu, kalo ada putusan pengadilan yang benar bebas, yang salah dihukum setimpal dengan kejahatannya.

Tapi di muka bumi ini sudah tidak seimbang lagi, banyak rekayasa. Yang koruptor uang milyaran bisa bebas, yang nyolong kecil-kecilan hukumannya bisa lama.

Ada lagi istilah seimbang dari seorang kenalan sesaat soalnya terus dia menghilang. Kenalan ini bilang sudah berusaha membuat hidupnya seimbang. Tulisan di statusnya seperti itu. Seimbang seperti apa aku gak jelas, belum pernah melihat sendiri kehidupannya.

Kita manusia sebaiknya berbuat baik, titik. Dulu pemahamanku seperti itu. Kalo gak sanggup baik ya sudahlah, yang penting menikmati hidup. Hidup yang mendebarkan adalah yang nyrempet-nyrempet bahaya. Misal maling sukses nyolong padahal sudah hampir tertangkap. Barangkali dia akan dengan bangga menceritakan pengalaman itu pada teman malingnya.

Nah, terus ada orang yang berusaha seimbang dengan melakukan shalat, di sisi lain melakukan maksiat. Padahal bagi Allah tidak ada toleransi dengan maksiat. Bertaubat, meninggalkan sama sekali baru shalatnya diterima oleh Allah. Jadi melakukan maksiat tapi tetap shalat, timbangannya bertambah di maksiat, di bagian amalan tidak bertambah.

Istilah TOMAT atau tobat trus maksiat memang memprihatinkan. Biasanya pembenarannya seperti ini, aku tahu ini salah, tapi aku gak bisa menghindari. Bila sudah bertobat lalu melakukan maksiat lagi, tobatnya tidak berlaku, dan timbangan kejahatan bertambah berat.

Kejahatan dihitung satu untuk timbangan oleh Allah, sedang kebaikan berlipat-lipat. Bila mau bertobat tidak mengulangi lagi dianggap dosanya hilang.

Keseimbangan bukanlah maksiat dibarengi shalat. Maksiat diusahakan ditinggalkan, tidak dilakukan lagi. Bila sulit melakukan minta agar Allah mempermudah keinginan untuk tidak melakukan maksiat lagi, asal berdoa dengan sungguh-sungguh, Insya Allah hal ini akan bisa terjadi...

You May Also Like

4 comments

  1. Setuju, karena memang banyak dari kita yang punya paradigma seperti itu. Maksiat dihapus dgn shalat, begitu setiap hari. Korupsi ditutupi dengan menyumbang yayasan. Ah, manusia.

    Mari kita niatkan tuk memperberat timbangan kebaikan. Semoga Allah menjaga kita semua. Amiin.

    ReplyDelete
  2. from Mundi :
    musuh manusia adalah hawa nafsunya... perang melawan hawa nafsu memang tak mudah.. kadang menang kadang kalah...

    ReplyDelete
  3. iya mbak. fenomena tobat maksiat semakin meluas saja sekarang ini. dan sebagian besar, kalo tidak bisa dibilang semua, orang yg melakukan itu merasa bahwa hal itu benar..

    ReplyDelete