Monday, May 16, 2011

Ngelink ke beberapa pembahasan indigo

Kemarin aku gak ngelink soal indigo karena tulisanku spontan, berdasarkan ingatanku saja. Kalo ngelink mesti mikir dikit. Berhubung ada yang penasaran, aku link beberapa pembahasan soal indigo

1. blog Safira dan Safitri
2. blog Ruang Psikologi
3. Kompasiana
4. Moody Ninneta
5. Arrayanov Note
6. Dark and white way

Sedikit kasih cerita, kenapa tertarik dengan masalah indigo. Karena keluargaku mengajariku untuk tidak berurusan dengan masalah gaib. Ternyata perkembangannya, aku bertemu dengan beberapa indigo dalam hidupku, mau tidak mau aku mempelajarinya.

Yang bersikap baik sama aku ada, yang bersikap kurang baik sama aku juga ada. Paling parah adalah ada yang mengisi otakku dengan pemahaman salah tentang kehidupan dan ajaran Islam.Membuat aku melongo dengan istilah-istilah dan prinsip kehidupan yang aku belum pernah dengar sebelumnya. Karena itu aku belajar Islam yang benar dari Al Qur'an digital dan Hadits online lewat internet. Ringkasan pemahaman tentang Islam aku tulis di salah satu blogku, itulah awal aku ngeblog.

Semenjak ngeblog, aku merasa mendapat kepekaan lebih untuk mengenal karakter manusia, dan feeling gak enak kalo ada sesuatu yang gak bener. Selain itu bisa menulis lebih lancar hanya berpatokan pada judul, dengan membuka referensi sepintas. Tidak bisa melihat gaib dan aura orang lain.

Menurutku definisi indigo hanyalah istilah saja, untuk selamat dunia dan akhirat semua manusia mesti rajin ibadah dan sedekah. Baik indigo atau bukan mesti mempertanggungjawabkan apa yang pernah dilakukannya selama di dunia yang fana ini...

15 comments:

Eks said...

saya, kalo baca tulisan orang. selalu menerka-nerka, kira-kira bagaimana watak si penulis... :)

Anonymous said...

from Mundi :
mbak...ketertarikan mbak pada indigo mungkin karena memang mbak punya bakat indigo...
kalo orang biasa saja biasanya gak tertarik...

John Terro said...

saya sih hanya tertarik pada membaca postingannya mbak :D
kalo watak penulisnya jarang sekali aku tertarik untuk mengorek lebih jauh tentang itu

Ami said...

@ Eks, aku gak suka menerka, cape deh, hehehe... kecuali memang nyambung dengan tulisanku. Kalo dibu dibutuhkan baru diselami. Lebih enak gitu, ibarat perpustakaan, buka buku yang dibutuhkan saja

Ami said...

@ Mundi. Psikolog juga tertarik dengan indigo, diliat dari segi teori. Mereka mencoba membayangkan saja. Kepekaan psikolog untuk memahami karakter sudah dilatih. Hanya banyak dari mereka menggunakan logika. Solusi paling tepat adalah merujuk ke agama

Ami said...

@ John, kamu juga pengamat, tapi lebih suka yang nyata kan, hehehe... dunia maya gak gitu penting. Emang sebetulnya aku egois juga. Aku menimba ilmu dengan ngeblog, kalo ada yang tertarik ya syukur. Selain itu juga menumpahkan uneg-uneg kalo ada yang njahatin aku tapi aku perhalus ceritanya dan gak sebut namanya. Aslinya yang aku kadang tulis itu di otaknya pengen selingkuh semua...

I-one said...

Masih bingung indigo itu pa?

Ami said...

@ I-one.... hahaha, udah ditulis linknya... hahaha... dibaca dulu, ntar nanya bingungnya dimana gitu ya...

Lesmana said...

Ga bisa donk, klo msalah vertikal memang seharusnya ke agama, tapi ini kan masalah horizontal ( ke sesama hidup )jadi mencoba untuk menyelami jalan pikiran mereka, kenapa mereka seperti itu,dan untuk apa mereka begitu. Orang Indigo bisa kok dipahami dengan cara seperti itu

Ami said...

@ Lesmana. Anakku bisa ngeliat gaib, tapi aku gak bisa ngerawat diambil tanpa ijin sama ayahnya yang indigo. Aku anggap ayahnya indigo sesat soalnya meneror aku mau memenggal leherku lewat sms. Aku udah cape mikir secara logis, memutuskan banyak berdoa pada Allah untuk diberi kemudahan menghilangkan kegelisahanku. Dan tiba2 temenku ngajak aku hura2, lalu ninggalin dibonusin difitnah ini itu, aku terpukul trus ngeblog. Berkehidupan sosial memang perlu, tapi diniatkan ikhlas lilahi ta'ala. Insya Allah semua dimudahkan

Aina said...

waduh...kalo aku sih gak pinter nerka... soale kadang orang bisa beda 180 derajat antara di dunia nyata en maya....

Lesmana said...

Oh ya saya sendiri juga lebih sering kumpul dengan lingkungan orang2 indigo, tahu yg mereka alami dan rasakan, pada awalnya saya juga ga suka hal seperti itu, tpi lagi2 instuisi saya lebih dominan di bandingkan logika, dan saya juga banyak mengalami hal2 yg diluar logika, seperti sering bermimpi yg jdi kenyataan, gambaran yg jdi nyata dlm jangka wktu yg acak, merasakan yg dirasakan orang lain scra acak, sebelum orang ngomong bsa tahu yg akan di omongkan, tahu2 bisa baca garis tangan sehabis ada orang yg punya kemampuan itu menggunakan kemampuanya, dll, tpi knapa kok hal itu juga sering terjadi

Ami said...

@ Aina, logika ato intuisi yang kuat semua bisa dimanfaatkan. Yang penting banyak berdoa semoga semua dimudahkan Allah. Kadang mengalami kegagalan menilai orang, jadikan pelajaran, lama-lama jadi bisa mengenal karakter

Ami said...

@ Lesmana, kemampuan lebih yang bisa menerawang karakter, membaca garis tangan, adalah amanat, anugerah dari Allah. Satu-demi satu omongan mantan tentang kemampuan indigonya pindah ke aku. Buat beberapa orang, kemampuan itu berat dijalani. Hidup hanya 24 jam kurang rasanya buat indigo, terlalu banyak informasi mengalir di otak. Makanya mesti rajin ibadah, relaksasi, dan kemampuan itu digunakan pada waktu yang tepat, orang yang tepat bukan untuk membabi buta. Menurut Al Quran, orang yang rajin ibadah didampingi malaikat. Sedang yang sering mengumbar hawa nafsu didampingi setan (sekalipun dia shalat). Lagian yang suka mengumbar hawa nafsu shalatnya tidak diterima Allah

Lesmana said...

sebenarnya hal tersebut seperti medan magnet, besi saja klo di dekatkan magnet juga lama2 jadi magnet itu lah yg terjadi dengan anda,