Ngintip tulisan blogger-blogger indigo

Saturday, May 14, 2011

Ini bener-bener postingan ala kadarnya. Soalnya aku gak akan ngelink nama-nama blogger indigo yang aku comot tulisannya, jadi silakan mau percaya ato enggak. (Kalo mau nanya, langsung aja ntar aku jawab). Ada dua yang aku sempat berkenalan dan chatting, sedangkan yang lain hanya sekedar membaca saja.

Ada blogger indigo yang aku kenal bisa melihat ke makhluk alam lain. Tapi blognya sama sekali tidak menuliskan kemampuan itu. Dia pernah komentar di tulisanku berjudul "Kucing hitam jelmaan jin?". Terus yang satunya lagi mencoba untuk meluruskan masalah haq (kebenaran) dan bathil (pembenaran). Instingnya kuat manakala ada yang melakukan sesuatu kebohongan atau pembenaran. Blognya seperti berteriak... please damai, bicara benar, berbuat kebaikan!!! Kalo ada yang bohong ato bikin pembenaran feelingku jadi gak enak banget!!!

Ada lagi, yang ini aku dikasih tau mbak Reni (Catatan Kecilku). Aku sempet kopdar dengan mbak Reni dan katanya ada blogger indigo cukup kental namanya si ini, trus aku nemu blognya.Mbak Reni lulusan fakultas psikologi UGM, jadi tertarik dengan karakter seseorang. Kalimatnya indigo ini kira-kira begini "kalian pikir enak jadi indigo, itu gak enak banget. Ngeliat yang serem-serem yang orang lain gak ngeliat, bisa tau kejadian buruk yang akan terjadi, harus melatih untuk bisa tidur karena kecenderungan mengalami insomnia".

Ada blog lain seorang pelatih yoga dan meditasi. Dia menyatakan di blognya, untuk menjadi seorang indigo maka orang ini akan mengalami sesuatu yang berat. Misalnya sakit kritis, hampir meninggal, dan setelah melawati saat kritis itu dia adalah seorang pilihan. (pendapatnya tentang indigo adalah orang pilihan aku tidak setuju, soalnya siapapun yang mau belajar, memahami dan mengamalkan ajaran agama itulah orang pilihan, karena itu tidaklah mudah untuk dijalani).

Ada teman lamaku seorang pengacara di Surabaya, dia mengalami koma berhari-hari. Begitu bangun, dia bisa membuka laptop, nulis password, nelpon klien. Secara teori mestinya otaknya mengalami penurunan, tapi ternyata dia malah dapat hidayah, intuisinya tambah kuat, juga keimanannya. Aku juga pernah menulis pertemuanku dengannya di blog ini.

Ada komunitas indigo, dan aku mencoba ingin tahu apa yang dibicarakan oleh mereka. Saat ada yang mewarning aku bahwa banyak indigo serigala berbulu domba, aku gak kaget. Soalnya aku juga lagi konflik dengan orang seperti itu, mengaku mensucikan hati tapi tega meneror mau membunuhku lewat SMS. Kakak iparnya nelpon aku bahwa cuman stres sesaat, tapi aku gak mau ambil resiko, soalnya tidak ada tanda penyesalan dan minta maaf, malah berusaha menyayat hatiku lebih dalam. Seorang yang selalu berusaha membersihkan hati, apalagi mengaku indigo, tidak akan tega menyakiti hati orang lain. Analisaku kenapa ada indigo serigala berbulu domba karena ilusi, energi negatif yang jahat mudah mendekatinya karena kepekaannya, dan diberi informasi sesat yang sepertinya nyata dan benar.

Sekian dulu tulisan ala kadarnya dengan mengintip tulisan blogger-blogger indigo. Perjuangan batin yang berat untuk indigo, karena disuguhi berita buruk setiap saat, dan tidak bisa menyelesaikan semua masalah, karena keterbatasan waktu...

25 comments

  1. wah wah... serem juga itu mbak ancemannya? gak salah... T_T

    ehem, ternyata si mba punya blog lebih dari satu,,, hebat... ^__^ ....

    aku follow jugah yah... ^_^ salam hangat yah mba cuantik ^^

    ReplyDelete
  2. orang indigo itu ibarat memiliki dua sisi yg mudah sekali berubah dan harus pandai-pandai mengendalikan sisi gelapnya klo tidak ya lbih ke arah yg kurang baik, banyak juga orang indigo yg tidak nyaman dgn kemampuannya karena tidak tahu untuk tujuan apa dia memiliki kemampuan itu, tapi bila dia sudh tahu tentang tujuan knapa dia di beri tujuan itu dan untuk apa biasanya orang seperti ini bisa menerimanya, karena sebenarnya tinggal bagaimana orang indigo tersebut menyikapi tentang kemampuannya bisa sebagai anugrah, karunia, tugas, tanggungjawab, beban atau bagi sebagian orang merasa sebagai "kutukan" karena tdk tahu untuk apa kemampuan itu

    ReplyDelete
  3. wahwahwah...... saya sampai bingung mau ngomong apa... iya mbak semoga menjadi indigo juga membuat seseorang semakin mencintai Allah


    mbak ami ganti template pas sama nama blognya deh yang ini

    ReplyDelete
  4. klo mo share tentang indigo ayolah :), sebenarnya tiap-tiap indigo mempunyai kemampuan sendiri-sendiri

    ReplyDelete
  5. @ Wiedesignarch, ini gak sengaja kok. Gara-gara kasus blogspot mesti account googlenya pake Gmail. Jadinya aku nulis yang pembahasannya agak dalem gitu. Jawabnya juga enak, yang komen sedikit, hehehe...

    ReplyDelete
  6. @ anonymous, bener sekali. Kita melihat kelebihan sebagai anugerah atau kutukan. Sayang pilih anonim untuk komen, kalo ada emailnya pasti seru

    ReplyDelete
  7. @ Ninda, aku tau kamu peka juga. Cuman model kepekaan yang gimana aku belum tau, belum pernah ngobrol panjang, hehehe... Claude C Kenni yang follow di blog ini juga peka. Aku cuman nulis yang udah cerita apa saja berkaitan kejadian yang dihadapinya dengan kepekaannya

    ReplyDelete
  8. @ Lesmana, sayang juga namanya gak ngelink ke blog, jadi gimanan mau sharenya, hehehehe...

    ReplyDelete
  9. orang berpredikat indigo tdk lebih dari seorang yang punya kemampuan di atas rata2, sebetulnya itu anugerah tapi kadang banyak indigo yang bingung pada kemampuanya sehingga dia terperangkap pada dirinya sendiri. Padahal kalau bisa di cari sisi manfaatnya mungkin akan ada banyak manfaat buat diri sendiri dan sukur2 buat orang lain. Lepas dari setuju atau tidak kemampuan sbg anak indigo bukan suatu pilihan tapi itu adalah penomena sejak mereka lahir...

    ReplyDelete
  10. Yg Anonim tdi tu ane hehe maaf, belum punya blog :), YM ane avidiya@ymail.com

    ReplyDelete
  11. Wah senang rasanya bila kumpul ma temen indigo, entah masih anak2 atau indigo dewasa, sebenarnya saya punya beberapa analisa ttg kemampuan orang indigo, tapi maaf ini menurut versi saya lho, hasil pengamatan yg terjadi pada orang lain, diri sendiri hehe klo masalah kebenaran kita kembalikan kepada Yg Kuasa, karena Allah lah Maha Segalanya

    ReplyDelete
  12. apakah John Terro termasuk indigo berbulu domba yang menjadikan intikali sebagai tamengnya? hahah
    #becanda

    ReplyDelete
  13. Hii.. serem ka ceritanya ☺
    Aku percaya ga percaya deh kalau soal beginian...

    ReplyDelete
  14. kok gak dicantumin linknya sih mba, biar kita2 jg ikut mengenalnya...

    ReplyDelete
  15. mereka jg sama kan sperti kita2, jgn dibeda2kan lah...

    ReplyDelete
  16. haloooo mbak.. ada award nih buat mbak di http://goo.gl/M12M0

    mohon diambil ya.. :)

    ReplyDelete
  17. Sebenarnya dari yang saya dengar di atas ini, ada yang benar, ada yang salah. Soal Indigo, Istilah Indigo itu kan buatan orang barat mbak, betulkan? Klo di Indonesia di bilang "Ilmu bathin.".

    Kemampuan tersebut bisa ada karena memang ada keturunan dari ortu, Artinya Ortu nya belajar Ilmu kebathinan.

    1. Ada orang yang mempunyai itu karena belajar sendiri. Misal, Dukun - pakai Ilmu hitam - kerjasama dengan Jin Kafir.

    2. Kyai - Pakai Ilmu Putih - Kerjasama dengan Jin Islam.

    3. Ada lagi Ilmu yang langsung sumbernya dari Tuhan Semesta Alam/bantuan malaikat.

    Nah untuk yang sumbernya dari Tuhan Semesta Alam, Dia cenderung mengikuti aturan Tuhan. contoh, Penyabar, Pemaaf, Belajar Kitab Suci, Mengalah, Marah karena Aturan Tuhan di ganggu gugat, Tidak mementingkan diri sendiri, Tidak Sombong, Tidak egois, Tidak suka menyalahkan orang lain, Mengerti Orang lain adalah manusia wajar jika melakukan kesalahan, yang satu lagi dan terpenting 'Logika dan Hati terhubung 1'.

    Jadi yang manakah kita sebagai Indigo / Ilmu bathin?

    Kategori no. 1, no.2 atau no.3

    Klo mau jadi no. 3, kita harus menjadi pemaaf. Toh di dunia ini hidup kita cuma sebentar. Lebih baik dari pada marah tidak jelas, mending mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya. Banyak di Negara Indonesia ini orang-orang yang pintar dan bersih. Mereka anti menyentuh yang kotor-kotor karena itu lah mereka di sisihkan, menurut orang kebanyaka katanya "Eh lu jangan sok bersih, pergi aj lu.".

    Nah orang yang di sisihkan ini lah pantas kita bantu.

    Daripada menghabiskan waktu untuk yang tidak jelas dan dimana Negara ini sudah dalam keadaan sekarat, lebih baik bersama-sama kita sebagai Umat Muslim berjuang. Memang sudah ada yang seperti itu tapi jumlahnya sedikit. Bantu lah kerja mereka dalam Jihad, tu terlebih baik.

    Semoga kita selalu terjaga dari sifat-sifat tidak baik.

    ReplyDelete
  18. @ White. Indigo itu fenomena, karena ada beberapa orang punya kemampuan melihat alam lain, melihat aura, melihat masa lalu, gambaran masa datang. Dan itu bakatnya dari bayi atau tiba-tiba saat dewasa. Ada yang muncul sendiri, ada yang harus ngilmu. Yang ngilmu juga ada yang jadi menguasai, ada yang malah konslet, gak sanggup.

    Kyai itu TIDAK minta bantuan jin muslim, sekedar komunikasi. Dan kemampuannya adalah karena anugerah dari Allah, dengan membersihkan hati dan rajin beribadah.

    ReplyDelete
  19. @ White, sejauh ini, ada kelompok yang tidak percaya Tuhan itu ada disebut atheis. Bisa jadi atheis ini baik, mereka mengambil sebagian dari ajaran agama, dari sisi humanis.

    Hidup itu tinggal milih kok, mau jahat, menjahati orang hanya sekedar membuat dirinya senang di dunia. Atau setengah baik, sangat manusiawi tapi tidak mau mendekatkan diri pada Tuhan. Atau hanya ibadah tanpa bersosialisasi juga masih kurang, karena belum menerapkan amar ma'ruf nahi munkar.

    Paling sulit, adalah dengan mendekatkan diri pada Tuhan dan berbuat baik pada sesama.

    ReplyDelete
  20. @ Soal siapa yang berhak ke surga itu adalah hak prerogatif Allah. Karena manusia takdirnya berlainan, mereka mesti menguatkan hati untuk menjalankan ke arah kebaikan walau itu tidak mudah. Semua punya hati kecil yang mengingatkan kebaikan. Akal sehat juga untuk menimbang baik dan buruk. Yang mau menjalankan ajaran agama yang benar akan dimudahkan untuk mendengar hati kecil dan mengikuti akal sehat. Bahkan seorang atheis tau masalah agama dan ibadah, mereka terlalu sombong beranggapan kebaikan dari dirinya adalah kemampuannya sendiri. Kesombongan itu membuatnya yakin tidak ada kehidupan sesudah mati.

    Kasus yang aku temui di teman-temanku, mereka baik secara manusiawi, shalat, tapi belum siap mendekatkan diri pada Tuhan, jadi kalo diingatkan milih memusuhi aku.

    Tetap terus amar ma'ruf nahi munkar, kehilangan teman satu, muncul pengganti teman yang jauh lebih baik. Jadi no problemo...

    ReplyDelete
  21. salam kenal mbak, liat ada nama "Reni"-nya saya jadi ingat dosen psikologi umum 1 heheehe..

    boleh saya bertanya mbak? saya sudah mencari lewat buku dan web2 ttg ciri2 indigo. tapi kesemuanya hanya tulisan2 yang diulang2 dan sama saja. saya ingin menemukan ciri2 yg lebih spesifik, selain dari harus foto aura dulu. kira2 mbak tau ciri2 khususnya? apa yang membedakan indigo dengan org yang memiliki indra ke 6? dan (selama pencarian kebenaran ttg karakteristik indigo dan berkominikasi dgn anak2 yang mengaku indigo) setahu saya, menjadi indigo tidak bisa diperoleh dari belajar. tapi indigo bukankah sesuatu yang alami?

    ReplyDelete
  22. @ siteruterubozu, indigo itu istilah ilmiah dari orang yang mata batinnya terbuka. Ada istilah warna aura, cakra, untuk fotonya. Soal indera ke-6, mata ketiga, mata batin, bisa dipergunakan sesuai kalimatnya gimana.

    Alam lain itu tidak hanya alam jin, masih ada beberapa alam lain, soalnya aku baca sekilas tapi tidak mendalami.

    Kemampuan itu anugerah, bisa didapat begitu saja, ada yang karena melakukan semacam ritual, ada juga karena ibadah yang kuat dan pembersihan hati, mungkin ada yang lain juga. Ada yang bisa mengelolanya, ada yang enggak, mesti mengontrol abis-abisan supaya kehidupannya bisa normal.

    Ada yang jadi bijak, ada yang jadi suka marah-marah, ada juga yang nyentrik, hehehe...

    Kalo aku bisa nulis ini soalnya aku mulai paham dengan masalah alam semesta ini aturannya gimana... baru sedikiiiiit...

    ReplyDelete
  23. kayaknya ini agak ngaco sedikit yak pemahamannya...org indigo pasti pny sixth sense,tp org yg pny sixth sense belom tentu indigo.bisa dibilang biarpun alien,masih byk jenis alien yg laen.klo diliat tmennya itu bkan berbulu domba,tp istilahnya lgi bingung lah.org kyk gitu perlu dibenerin :) and oh...tmen situ slah...jd org yg pny kemampuan cobaan terberatnya bkannya kemampuan kita,tp lingkungan kita...kita ga bsa disamain sama 'manusia biasa'

    ReplyDelete
  24. apa bedanya orang indigo dengan orang yang mempunyai indta ke-6?

    ReplyDelete
  25. @intan, ini kok balik lagi sudah dijawab di komeng atas. indigo itu dari lahir sudah punya bakat. pembuktiannya denga foto aura.

    sedangkan indra ke-6 bisa saja dilatih dengan pernapasan, atau kayak baca mantra, atau ditransfer. paling serem nih, cakranya dibuka lalu ada jin masuk ke situ mirip ayah anak-anakku yang aku kabur dari dia.

    tadinya sih aku gak paham soal ginian, tapi berhubung diteror mantan aku belajar dan kesetrum juga. tapi analisaku sebetulnya aku punya bakat untuk paham fenomena indigo hanya saja belum lama kebuka tahun 2010.


    dinikmati sajalah kalo punya bakat ini, hanya saja mesti meluruskan hati dan mensucikan jiwa, belok sedikit maka yang kita lihat hanyalah ilusi dari gaib jahat semua. yang baik kelihatan jahat, yang jahat kelihatan baik. pengennya jadi pendukung imam mahdi tapi karena masih ada aura negatif malah ternyata pendukung dajjal.

    hati-hati dengan aliran yang mengaku memberi ilmu laduni dan membuka kasyaf... baru tau juga nih, kepukul seorang sahabat (tadinya, sekarang musuhan) yang guru spiritualnya berkiblat pada mesjid yang ada makamnya. kitabnya mengajarkan mantra.

    mirip deh mantan yang ngaku orang suci didukung wali suka nolong orang gak taunya temen ini jadi tambah introvert, garang, susah bergaul.

    ReplyDelete