Saturday, May 7, 2011

Oleh-oleh kakakku pulang umroh

Tiga kakakku baru saja pulang umroh. Kok aku gak ikut, pengeeen sih, tapi jatahku dipake untuk naik haji. Uang ini peninggalan dari almarhum bapak. Bicara soal haji memang akhir-akhir bikin aku miris. Tahun 2003 aku udah hampir berangkat. Sempet manasik haji beberapa kali tapi aku malah "kabur" ke Bogor. Soalnya waktu itu aku depresi berat dan ada seseorang mengaku bisa menyembuhkan depresiku.

Bukannya sembuh, saat aku nikah dengan orang itu di sana malah ketemu hal aneh, kayak ibu mantan mertua punya ilmu semacam tolak bala, kakak ipar mantan menggunakan guru spiritual yang menggunakan jin untuk melariskan usaha bengkelnya, dan mantan bojo sering kesurupan.

Back to the topic, aku sudah banyak mencatat referensi soal haji dan umroh , tapi dilarang menulis di blog oleh ibuku karena belum pernah berangkat ke sana.

Sejak aku pindah Jogja, 2009, aku sering membayangkan diriku duduk tepekur di depan Ka'bah. Aku juga suka membayangkan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam mengangkat batu-batu dibantu Nabi Ismail 'alaihi sallam. Juga seakan terpana melihat hajar aswad diletakkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di Ka'bah. Pengangkatan hajar aswad bersama-sama banyak orang di taruh di atas surban yang dibentangkan.

Melihat kakakku foto dengan Ka'bah di belakangnya, betapa hatiku merasa pilu. Semoga suatu saat aku bisa berangkat untuk menengok Ka'bah sebelum aku meninggal. Seorang temenku yang mengelola haji khusus dan umroh, waktu berdoa di depat Ka'bah melihatku jelas sekali sepertinya aku ada di sana. Waktu itu aku masih di Bogor. Waktu pulang ke Indonesia dia mengontak aku. Dan setiap kali musim haji, dia nyempetin sms waktu masih di Mekkah ke aku isinya "aku udah do'ain kamu Mi, supaya kamu berangkat ke Mekkah".

Salah satu sobat blogger Djangan Pakies pernah memuat tulisan soal haji. Saat itu aku menangis dan komen ke postingan beliau, barusan dapat sms dari Mekkah. Saat di depan Ka'bah manusia tidak ada atributnya lagi, semua sama. Ada yang tidak bisa merasakan getarannya. Ada yang terpengaruh aura religius, bisa menangis tapi saat balik ke tanah air tidak menjaga kebersihan hati. Paling sulit adalah tetap bisa menjaga kebersihan hati setelah pulang dari haji.

Soal menjaga kebersihan/kesucian hati memang tidak mudah, ngomongin kejelekan orang itu perbuatan dosa, menyakiti hati juga, itu baru yang kecil-kecil. Belum lagi dosa besar. Kalo kita bisa melepas keinginan duniawi dan menyerahkan untuk kebaikan akhirat itulah manusia yang ikhlas lilahi ta'ala. Aku masih belum apa-apa, aku masih belajar.

Oh ya, aku cuman bicarakan oleh-oleh umroh, moga-moga gak ada yang salah persepsi. Soalnya kalo nulis soal umroh/haji dikatain "ngapain baca tulisanmu, toh referensi soal haji ato umroh udah banyak. Siapa juga percaya sama kamu, kamu belum pernah kesana..."

13 comments:

  1. Subhanallah mbak, indah sekali.
    semoga niat mbak terkabul, insyaAllah kalau sudah mampu saya juga berangkat. Tapi pinginnya kok buat bapak dan ibu saya dulu. amin

    mimpi terbesar mbak,

    ReplyDelete
  2. from Mundi :
    ada rencana naik haji mbak ? kapan ?

    ReplyDelete
  3. membaca postingan ini sambil berdoa mba
    semoga kita bisa sampai kesana suatu saat nanti
    amin ya Allah

    ReplyDelete
  4. Ikut mendo'akan semoga segera terwujud umroh di tanah suci. DAn jangan lupa namaku juga disebut disana.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  5. semoga cepet berangkat ke tanah suci amiin..

    oh iya, saya baca artikel mba yg di blog http://safirasafitriaulia.blogspot.com/, ceritanya sedih banget, semoga sekarng mba udah lebih bahagia ya..

    Salam kenal..

    ReplyDelete
  6. @ Ajeng, sekarang waiting list panjaaaang. Nunggunya lama. Banyak orang milih pergi umroh soalnya gak sabar nunggu berangkat haji. Kalo ada rejeki aku berangkat umroh

    ReplyDelete
  7. @ Mundi, iya, belum tau kapan berangkatnya, soalnya berkaitan dengan rombongan sekolah tempat aku kerja

    ReplyDelete
  8. @ Chika, sama-sama berdoa ya. Aku hanya masalah waktu aja, ntar berangkat asal belum dipanggil Allah kembali ke rahmatullah

    ReplyDelete
  9. @ Sugeng, semoga nanti bisa menyebut daftar nama teman yang ingin berangkat termasuk Sugeng

    ReplyDelete
  10. @ umiabie, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Belajar semua pemahaman ini saat Safira dan Safitri diambil... Ini juga masih baru paham sedikit masalah agama Islam...

    ReplyDelete
  11. Tenang saja mbak, kalau sudah waktunya, pasti nanti juga pergi umroh kok, hehe :D

    ReplyDelete
  12. subhanallah...walo ga musim haji tetep rame.....

    ReplyDelete
  13. semoga saya juga sempat menengok sebelum nafas saya habis mbak ami...

    ReplyDelete