Kalo kebayang-bayang

4 comments
Sejak tiga tahun yang lalu, rasanya hidupku sibuk banget. Ada aja yang ngontak. Mereka itu temen-temen lama dan katanya pengen tau kabarku.

Sekarang temen-temen lama tidak ngontak aku untuk makan-makan lagi. Tapi sekarang banyak gambaran yang lewat di kepalaku. Bikin sesek dan bikin emosi, hehehe... Waktu awal ngeblog gambaran yang lewat adalah ide tulisan. Tulisan kata-kata hikmah, misalnya ngebahas orang meninggal, aku cari ayat Al Qur'an haditsnya. Manusia itu tergantung pada penutupannya. Misalnya awalnya dia hidup lurus, terus memutuskan iseng, melakukan maksiat, pas dia melakukan maksiat itu meninggal dunia, maka tempatnya adalah di neraka. Sebaliknya bila tadinya penjahat, tapi di akhir hidupnya dia mau mencoba bertaubat sungguh-sungguh maka dia berhak masuk surga.

Yang kebayang-bayang ya macem-macem. Paling sering anakku Safira dan Safitri. Waktu November tahun lalu aku ketemu, aku kagok. Sampe mikir anak siapa ini ya, kayak amnesia aja. Tapi mereka sering muncul di pikiranku sedang menangis minta tolong.

Terus muncul wajah mantan suami. Aku liat dia sedang mencoba meyakinkan ke keluarganya dengan memfitnah aku. Katanya aku gak pantas urus anak-anakku alasannya gini-gini.

Wajah mantan mertua juga muncul. Beliau sangat menyayangi Safira dan Safitri, mereka cucu yang membanggakan. Cantik, cerdas, dan banyak pujian ditujukan pada mereka. Beliau merasa tidak sanggup kehilangan mereka, walau ibu kandungnya, aku, udah cerita Safira dan Safitri diambil diam-diam tanpa ijin. Aku bilang ke mantan mertua mau mengasuh mereka. Bahkan kutipan ayat Al Qur'an dan hadits terkait beliau tetap keukeuh merasa lebih berhak mengasuh mereka.

Temen-temenku juga muncul silih berganti di kepalaku. Wajah temenku SMP yang rumahnya deket radio swasta ternama di Jogja bikin aku capek. Muncul aja. Dulu dia banyak curhat ke aku, cerita gini gitu. Curhat yang paling bikin aku tersentuh dia bilang tidak dididik agama Islam oleh keluarganya, dan dia berniat akan sholat. Aku selalu berpikir dia gak ada hubungan keluarga mau kuhapus aja, tapi belum bisa. Akhirnya kutulis di blog ini judulnya TEMANKU YANG SUKA BERKELUH KESAH. Aku print, terus aku titipin ke tetanggaku yang sahabatnya kakaknya dia, membuat kelompok pengajian. Memang aneh, saat aku SMS mengenai temenku ini ke tetanggaku, hapenya kayak rusak, gak terkirim, padahal SMS dari teman lain gak masalah.

Masih banyak gambaran yang muncul, kadang capek, makanya suka menenangkan diri, relaksasi, mendengarkan gelombang alpha sambil mengosongkan pikiran, berdzikir.

Bagi yang suka kebayang-bayang, saranku sih fokuskan pada hal yang bermanfaat, kayak berpikir siapa yang mau dibantu, bukan berpikir menyenangkan diri sendiri. Aku sendiri sudah tidak menikmati acara bersenang-senang. Aku sekarang suka mencari orang yang benar-benar butuh bantuan, dan aku membantu semampuku. Aku menulis yang ada di pikiranku dan search di google untuk mencari jawabannya...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. Assalamu'alaikum,
    berarti sekarang sudah ada jalan keluar kalo sedang 'terbayang-bayang' akan suatu hal kan?.
    menemukan jalan hidup yang selaras memang perlu sebuah proses perjalanan yang setiap individu tentu tidak sama cara dan hasil yang dicapainya

    ReplyDelete
  2. hmmm....... bari tulisan juga banyak membantu kok mba.. ^___^

    ReplyDelete
  3. @ pakies, energi saya cukup terkuras habis kalo kebayang mantan. Soalnya dia bisa kontak gaib, awalnya dia minta bantuan gaib, belakangan gaibnya minta tumbal. Memang gaib itu pinter banget membujuk dengan berbagai versi dan sistemnya kayak multilevel marketing. Ada penasehat spiritual bilang mantan punya bakat, trus dibungkus kain kafan kayak pocong agar kemampuannya muncul. Kasian juga sih, soalnya kalo udah kepengaruh gitu gak bisa ngeliat kebenaran. Matanya dibutakan, telinga ditulikan, hati terkunci...

    ReplyDelete
  4. @ Yhantee... Kalo masih kebayang-bayang hilangkan dengan mengalihkan energi membantu orang lain. Bila kita membantu orang lain ikhlas, Insya Allah akan dimudahkan urusan kita

    ReplyDelete