Friday, June 17, 2011

Melewati dimensi alam lain


Ini postingan kutujukan untuk sobat bloggerku Brigadir Kopi. Kecintaannya pada kopi sampai blognya diberi nama Brigadir Kopi tanpa menyebut nama asli. Tapi akhirnya dia pasang fotonya juga.

Sebetulnya bukan kapasitasku bicara masalah dimensi alam lain, judulnya biar agak serem aja, hahaha. Tapi disambung-sambungin deh. Soalnya brikop nanya gimana mengatasi rasa tidak nyaman karena gambaran melintas yang tidak kasat mata. Alhamdulillah, brikop banyak belajar dari Al Qur'an dan hadits, karena alam lain memang banyak disebutkan di situ.

Di alam semesta ini, dimensinya berlapis-lapis. Aku baca referensinya dari harian Republika bersambung tiap hari Jum'at tentang alam lain yang ditulis oleh guru Besar UIN Syarif Hidayatullah. Yang jadi masalah bukan dimensi alam lain, tapi perasaan tertekan bila melihat bayangan yang tidak kita harapkan melintas. Seperti melihat kecelakaan beruntun di suatu lokasi, terus ada kejadian beneran, dan kita tidak sanggup berbuat apa-apa. Apalagi ditambah gambaran orang terluka, darah dimana-mana.

Seorang dokter itu pasti pernah belajar melakukan otopsi atau bedah mayat. Karena sudah dibiasakan, melihat mayat berdarah-darah untuk seorang dokter tidak ada rasa apa-apa, sedangkan ada orang yang melihat darah banyak langsung pingsan. Jadi masalah tertekan itu bisa dilatih agar seseorang merasa enteng saja melihat luka mengerikan yang berdarah-darah (aku sendiri males ngeliat film berdarah-darah, mending makan es krim aja).

Melihat sesuatu bayangan yang tidak kita harapkan itu dulu aku pernah. Dan norak banget, aku sampe nulis postingan aku lagi ngobrol sama sesuatu.
Q : aku ngeliat bayangan gelap, aku mesti ngapain
A : rileks, berdzikir, berserah diri pada Allah
Sampe ada indigo yang aku critain komentar apa aku ngobrol sama jin, gak bener katanya.

Tapi jawaban yang lebih bijak aku dapatkan dari indigo dewasa (bukan dari umur tapi kematangan cara berpikir). Dia bilang kalo dia juga suka ngobrol sendiri. Kayak seorang penulis skenario menulis naskah dengan banyak karakter. Sebetulnya kita tau jawabannya, cuman masih belum bisa mengatasi rasa tidak nyaman itu.

Keimanan pada Allah yang sebenar-benarnya, diucapkan secara lisan, diyakini dalam hati, diamalkan dalam perbuatan akan membantu perasaan tidak nyaman itu. Contoh seorang yang dalam kondisi sangat tidak nyaman tapi tetap tenang karena berserah diri pada Allah adalah Bilal. Bilal pernah dijemur di terik matahari dan diberi batu besar di punggungnya.

Dari sekian dimensi alam lain, manakah yang ingin kita lihat? Alam jin dengan makhluk mengerikan atau penghuni surga? Bila rajin membaca Al Qur'an, hadits, membaca kisah Nabi, sosok mereka yang sejuk lebih sering muncul daripada sosok yang seram. Sosok Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Nabi Ayyub 'alaihi sallam, Nabi Yunus 'alaihi sallam, Nabi Ibrahim 'alaihi sallam, Nabi Ismail 'alaihi sallam, Nabi Yusuf 'alaihi sallam, Nabi Nuh 'alaihi sallam, Nabi Adam 'alaihi sallam, dan beberapa penghuni surga lain pernah aku tulis di blogku. Lebih nyaman saat memikirkan lalu muncul sosok mereka dibanding makhluk seram, itu menurutku sih. Barangkali brikop bisa mencoba lebih menghadirkan sosok menenangkan daripada yang bikin tidak nyaman.

Semua yang baik adalah dari Allah, semua kekurangan dari aku. Untuk brikop, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bishowab...

12 comments:

Brigadir Kopi said...

asalamualaikum ,Alhamdulillah , saya sudah menangkap pesan dari artikel yang mba buat. sebelumnya saya terima kasih dulu kalo mba sudah mau membahas hal yang saya tanyakan.

yupz selama ini memang kadang bayangan atau kengerian dari feeling saya benar benar telah bikin dak dik duk hati karena umumnya firasat firasat buruk itu pasti terjadi Wallahu 'alam bishowab...

yang saya maksud selain sosok yg sering lalu lalang dengan frekuensi tinggi ada hal yan glebih bikin dak dik duk yaitu tentang suara hati / firasat dan saya sulit mengntrol .. jika itu tak tertahan maka kejadian itu pasti terjadi ... Wallahu 'alam bishowab...

terima kasih telah menjawab pertanyaan saya ... salam

Ami said...

@ Brigadir Kopi, banyak kok temennya. Ntar aku kenalin ke admin Komunitas Indigo. Soalnya grupnya closed. Di sana banyak yang suka ngeliat macem2. Aku sih masih skala ringan. Malah beruntung kan... Tx juga mau share...

John Terro said...

sepertinya bukan kapasitasku untuk mengerti hal ini

Holy_Hoshi said...

mbak, boleh juga nggak tolong kenalin aku ma admin komunitas indigo? karena aku juga pengen tanya banyak hal tentang semua itu yang juga sering membuatku nggak karuan..

Ami said...

@ John Terro, aku saja gak ngerti bisa nulis gini

Ami said...

@ Holy_hoshi udah aku follow di FB kan

Kampung Perawan said...

sip deh..

Tirta Darmantio said...

uhuyy mbk mau juga dong di kenalin sama komunitas indigo ya

r10 said...

kalau kemampuan gaib seperti melihat dosa seseorang bagaimana tuh mbak? itu indigo juga bukan?

Realodix said...

Subhanallah.. Kalau Saya lebih memilih sosok penghuni surga.

MUXLIMO said...

Makasih, Mbak Ami atas info linknya.. maaf barusan net saya ngadat lagi..dan PC juga belum pulih 100% dari malware dan virus ;_(

Era sekarang memang era indigo, semakin banyak anak-anak indigo lahir sejak awal 90-an. Konon, ini semacam evolusi kosmik juga.

Dari sisi tauhid, saya kadang memandang kemampuan indigo itu semacam karunia Allah berupa pengungkapan tabir hijab dalam kadar tertentu. Persis dengan karunia pada para wali berupa karamah.

Bedanya indera ke-6 dengan karamah adalah:
Kemampuan indera ke-6 murni Allah langsung yang membukakannya..sehingga wajar bisa terjadi keresahan bagi penerima karunia itu sendiri (orang2 indigo). Dalam terminologi sufisme, biasa disebut orang majnun ("gila" dalam keadaan waras karena terpandang hal2 yang tidak orang lain pandang).

Karamah para wali Allah juga semata2 kehendak Allah, namun sebelumnya mereka melatih jasad dengan syariat agama. Hakikat syariat adalah mempersiapkan jasad untuk menerima yang qadim (termasuk segala keluarbiasaannya).

Saran saya sih, para indigo yang muslim perbanyak ibadah syariati dengan pemahaman tauhid hakiki.

Banyak tadarus Quran bagus juga.. sebab Quran itu cahaya, pembacanya juga akan bercahaya, artinya memberi daya kendali atas cakra tubuh yang terbuka.

Saran bacaan:
Kitab Al-Hikam Syaikh Ibnu Athailah as-Sakandary.

Tips instan hadapi bayangan2 dan pandangan2 metafisik:
Latih mendiamkan pikiran dan perasaan.

InsyaAllah..

saya bukan orang indigo dan bukan wali juga (pengennya sih jadi wali ahahahah), sekadar sumbang saran dari sisi tauhid :)

MUXLIMO said...

@Mas R10:
woww!! Mas bisa baca kadar dosa seseorang???? o.O"

Jangan2 jarang main ke blog saya karena gak kuat liat dosa saya numpuk menjulang ya, Mas...??

;_O astagfirullah..