Telepati dengan teman baru yang indigo

Thursday, June 2, 2011

Aku kopdar dengan temen blogger sudah 4 kali. Pertama dengan pak Eko Eshape, terus sama Gaphe dan Huda Tula, abis itu sama Nurdien, Yenny, Hoedz, terakhir sama mbak Reni. Abis ini siap-siap mau ngikutin acaranya blogilicius 11 - 12 Juni di Jogja.

Semua mengesankan tentu saja. Kalo kopdar sama temen indigo baru sekali. Kalo memungkinkan abis ini mau bantu-bantu programnya Komunitas Indigo Mastermind di Jogja yang akan diselenggarakan liburan sekolah ini untuk seumuran SMA.

Membaca tulisan di forum indigo memang unik banget. Mereka ini adalah generasi yang terbuka pemahamannya untuk apa mereka diciptakan di dunia ini sejak masih kecil. Biarpun masih ABG, obrolannya sangat dewasa. Mereka dengan mudah mencari solusi bagi orang yang punya masalah, dan masalahnya orang dewasa tidak banyak yang mau mendengarkan suara mereka, mereka dianggap masih kecil.

Bicara soal telepati, telepati itu mengirimkan pesan saat otak kita berada dalam frekuensi rendah. Temenku yang indigo bilang ke aku, kalo aku pernah kirim telepati ke dia (aku malah gak ngerasa). Pernah kirim inbox bersamaan, saat aku kirim, gak lama kemudian muncul kiriman inbox dari temenku. Atau saat aku ingat dia, gak lama ada kiriman sms darinya.

Telepati itu bisa dilakukan saat otak manusia berada di frekuensi rendah. Caranya mengirim dengan membayangkan orangnya ditambah dengan emosi yang dirasakan. Biasanya kalo seorang anak lagi sedih secara spontan mendesah "mamaaa... ", karena berada dalam pelukan ibunya akan membuatnya nyaman. Seorang ibu yang peka akan bisa merasakan, karena itu buru-buru dia akan mencari anaknya, biarpun anaknya sekolah kalo perasaannya gak enak bisa jadi sekolahnya tetap didatangi.

Telepati itu biasanya memang pesan secara emosi, kalo ngobrol tetap membutuhkan saran telpon.

Untuk membaca kegelisahan orang lain juga bisa melakukan saat otak berada pada frekuensi rendah. Biarpun wajah tertawa, orang peka akan sulit dibohongi akan ngerasa bahwa sebetulnya orang itu sedih.

Telepati berkaitan dengan isyarat emosi. Kalo kita mengirim signal untuk menenangkan seseorang jarak jauh, maka signal itu bisa dirasakan, dan tanpa terikat jarak, orang itu bisa lebih merasa tenang...

8 comments

  1. telepati yah mb' ponsel bernama manusia, aku g bisa bnayk koment yang aq tahu untuk bisa menerima kirimannya di butuhkan kepekaan indra ke 6 six sense, maaf kalau salah mb'

    ReplyDelete
  2. @ aku rasa semua orang yang ada hubungan emosi bisa saling kirim signal. Suami pada istri dan sebaliknya. Anak pada ibu. Tapi ada juga kalo nutup diri, yang ilmunya tinggi ngacak signal juga bisa. Yang penting hidup lurus, masalah selalu akan ada, dan selalu berdoa agar dimudahkan Allah untuk menyelesaikan semua masalah kita...

    ReplyDelete
  3. wah menarik nih soal telepati nya

    "Untuk membaca kegelisahan orang lain juga bisa melakukan saat otak berada pada frekuensi rendah. Biarpun wajah tertawa, orang peka akan sulit dibohongi akan ngerasa bahwa sebetulnya orang itu sedih."

    tp kdg itu cuma kecurigaan aja..ada cara ngebedainnya ga?

    ReplyDelete
  4. @ Yen, sebetulnya semua bisa dilatih. Selalu berdzikir setiap saat, pelaku gendam akan memilih orang yang pikirannya kosong. Trus kalo seneng sama orang, sampe kebayang-bayang, doakan dia setelah shalat. Kalo orangnya ada masalah, tanpa sadar dia bicara sendiri. Gak mesti punya indra ke-6. Kalo ada masalah, tetap usahakan tenang, berdzikir, banyak berdoa, itu jauh lebih baik daripada kalangkabut.

    ReplyDelete
  5. indigo tu komunitas blogger jogja ya mbak???

    ReplyDelete
  6. @ Tingkat akhir. Mmm bukan. Temen indigo adalah temen dengan kemampuan ESP, bahasa Indonesianya indera ke 6

    ReplyDelete
  7. thanx mbak....
    tulisannya menarik....
    jadi inget pengalaman waktu masih sma
    dikirimin telepati(dikirimin pesan lewat mimpi)
    :)
    ternyata begitu caranya....

    ReplyDelete
  8. *thumbsup* ini slah satu kemampuan saya XD dll...

    ReplyDelete