Mengingat kematian

Thursday, July 28, 2011

Seorang mukmin (orang Islam yang beriman) akan selalu mengingat kematian. Kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, sebaliknya kematian adalah motivasi untuk lebih banyak beribadah dan beramal sholeh.

Manusia bisa berbeda-beda karakter, tapi andaikan semua manusia berusaha beramal sholeh atau berbuat kebaikan pada sesama, maka sebetulnya di dunia ini tidak akan ada perang, tidak akan ada kejahatan, apalagi korupsi. Setanlah yang menggoda manusia untuk berbuat kejahatan. Manusia dibisiki setan untuk membuat pembenaran.

Seorang yang munafik adalah orang yang mempunyai ilmu tentang kebenaran, tapi ilmu itu malah dibelokkan untuk membuat pembenaran. Menurut Al Quran orang munafik takut kematian, menjelang kematian mereka minta dipanjangkan umurnya agar lebih banyak dan beramal shaleh (QS. al-Munafiqun[63] : 10). Manusia yang punya ilmu agama, tapi malah bersifat munafik, biasanya karena punya ambisi pribadi, belum bisa ikhlas. Ikhlas artinya memurnikan tujuan perbuatan hanya pada Allah.

Ambisi pribadi seperti ingin kaya, dapat jabatan tinggi, membuat mereka menyekutukan Allah tanpa mereka sadari.Membuat aturan baru yang tidak sesuai as-Sunnah dan Al Qur'an, atau seakan-akan mendapat karamah seperti halnya para wali agar mendapat pengikut.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian." (HR al-Daylami).

3 comments

  1. orang Mesir percaya, saat mereka mati nanti, sebelum masuk ke surga mereka akan ditanya 2 pertanyaan oleh Tuhan.
    1. Have you find joy in life?
    2. Have your life brought joy to others?

    ReplyDelete
  2. Terima kasih telah mengingatkan, karena pada dasarnya kita semua ini adalah CAMAT alias calon mati.

    ReplyDelete
  3. Wah... tanda2x ki..... hehehehe :D

    ReplyDelete