Saturday, August 27, 2011

Bila sudah bertaubat, lupakan perbuatan dosa itu

Bila sudah memutuskan bertaubat, maka percayalah bahwa Allah telah mengampuni dosa kita. Kesalahan yang telah kita lakukan tidak usah diingat-ingat lagi. Aku sendiri kadang suka menyesal, kebayang-bayang waktu melakukan perbuatan yang tidak direstui orang tua. Terus aku membaca durhaka pada orang tua termasuk dosa besar, rasanya ngeri sekali dengan penjelasan hukuman bagi anak yang durhaka pada orang tua, sekalipun hanya bilang "ah".

Pertaubatan tidak hanya mengucapkan istighfar, tapi juga melakukan sesuatu. Minta maaf pada orang yang kita sakiti hatinya. Karena saat kita menyakiti hati orang lain bisa jadi kita menyedot dosa orang itu kke kita. Memindahkan dosa lain dengan menanggung dosa. Di Islam tidak ada istilah menanggung dosa orang lain, semua orang bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.

Gak cuman sekali, tapi berkali-kali aku diceritain orang yang menganggap orang lain salah semua, dia bener sendiri. Dan tak terhitung kalimat yang ditujukan padaku "gara-gara kamu, aku jadi gak bener". Masak iya sih ada orang batal puasa di bulan Ramadhan karena aku marah sama dia. Seharusnya aku menanggung dosa karena marah, dan dia menanggung dosa karena tidak puasa. Noraknya lagi katanya karena puasanya bolong aku menanggung semua dosa tidak penuh puasanya di bulan Ramadhan.

Aku juga banyak digoblog-goblogin orang. Kok mau sih diomingin macem-macem, bales dong. Kalo dulu sebelum belajar Islam aku diem soalnya otakku konslet. Kegelisahan luar biasa untuk mencari kebenaran.

Sekarang setelah mulai paham sedikit, aku ngomong kebenaran orang juga gak mau denger, hehehe. Biarin aja. Bagaimanapun juga orang yang paham ilmu mesti berani menyampaikan ilmunya ke orang lain biarpun dicaci. Perlu latihan agar penyampaiannya bijak. Ada sekelompok kecil manusia yang menjadi pembawa kebenaran untuk mengingatkan tentang akhirat. Orang yang punya ilmu agama tapi memilih diam karena tidak mau mengambil resiko dimusuhi orang lain berarti tidak mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar.

Bertaubatlah sebenar-benarnya. Menyesal dengan sungguh-sungguh, tinggalkan perbuatan dosa itu. Kembalikan barang bukan hak kita pada orang lain. Perbanyak ibadah dan sedekah. Insya Allah, maka rahmat dari Allah akan meringankan hidup kita, penyesalan itu tidak menyakitkan lagi biar disinggung orang lain yang suka mengungkit-ungkit. Ajaran Islam juga mengajarkan agar selalu menutupi aib, apalagi bila sudah bertaubat...

1 comment:

R. Indra Kusuma Sejati said...

Semoga kita dapat mendapatkan hikmah dari sajian ini. Amiiiin !

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog