Sunday, August 7, 2011

Ikhlaskan yang kamu cintai di jalan Allah, akan dapat ganti lebih baik

Satu hal yang aku sangat yakini adalah bila kita mengikhlaskan sesuatu yang aku cintai di jalan Allah, maka akan dapat ganti yang lebih baik. Kehilangan sepatu bermerk yang kita sayangi, nanti kita bisa beli lagi. Kehilangan uang, bisa dicari lagi dengan bekerja. Barangkali hal yang bikin heran temen-temenku adalah aku kehilangan sebuah mobil dan aku sudah cukup puas mendapat ganti sebuah sepeda, padahal aku bisa nyetir mobil.

Tapi konsep tentang kehilangan anak sempat membuatku kacau, ketika anak-anaku yang berumur 5 tahun diambil ayahnya (mantan suami) tanpa ijin. Bagaimana mengganti sesuatu yang berjiwa? Dulu aku yang mengandung, menyusui, merawat sendiri tanpa pembantu, dan mengajari mereka membaca latin dan buku iqro'. Saran dari teman-teman sih santai saja, ikhlaskan Mi. Banyak yang tidak begitu peduli dengan perasaanku, ada yang begitu empati sampai mengatakan, kalo tidak tabah bisa masuk rumah sakit jiwa. Seorang psikolog bilang dengan begitu sedihnya, kalo aku udah kuculik lagi.

Setelah sekian puluh bulan berlalu, aku belajar tentang kesabaran. Nabi pertama yang aku tulis di blog adalah Nabi Ayyub 'alaihi sallam, ini linknya Kisah nabi Ayyub as. Barangkali agak berlebihan kalo aku merasa terharu, seperti merasa bertemu beliau. Aku menunduk dan menangis tidak berani memandang wajah beliau, dan Nabi Ayyub 'alaihi sallam seperti berbicara padaku dengan suara lembut "Bersabarlah, aku juga pernah kehilangan harta dan anak-anakku". Ada Nabi Yunus 'alaihi sallam juga bilang sambil tersenyum "jangan mudah ngambek ya". Atau Nabi Yusuf 'alaihi sallam yang ganteng bikin aku deg-degan tapi aku tidak berani melihat wajahnya mengatakan "terjemahkan mimpi-mimpimu dengan bijaksana", aku dulu sering mimpi berada di bangku sekolah dan ada guru membawa penggaris panjang dengan tampang galak, wajahnya mirip Brad Pitt... hahaha. Nabi Musa 'alaihi sallam bercerita, bahwa tongkatnya bisa melawan sihir banyak sekali penyihir yang diundang Fir'aun. Nabi Adam 'alaihi sallam yang menjalani pertaubatan yang panjang, dan menitipkan keluarganya pada gunung (dulu gunung bisa diajak bicara), aku sendiri ngeliat Merapi jadi suka nangis. Kayak orang linglung ya, ngeliat Merapi nangis, ini linknya Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Paling luar biasa adalah seperti berada di padang pasir, duduk di belakang mendengarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, suara beliau menembus ke alam semesta ini, galaksi-galaksi yang di luar jangkauan ilmu manusia. Cerita tentang bertemu Nabi-nabi ini ada di link ini Semoga kelak bertemu di surga.

Jadi keikhlasan untuk anak-anakku adalah bukan memberikan anak-anakku pada orang lain, tapi ikhlas untuk tawakkal atau menyerahkan segala urusan pada Allah. Dan berusaha agar menjadi seorang mukmin yang bertakwa atau muttaqin.

Allah berfirman :
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran : 186)

Allah berfirman:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur : 55)

No comments: