Monday, August 15, 2011

Keluar dari lingkaran setan

Barangkali ada yang merasakan lingkaran setan adalah sebuah kemalasan. Misalnya, udah tau bahwa sebetulnya baju kotor langsung dicuci, tapi milih ditumpuk sampe banyak. Begitu sudah numpuk banyak bingung mau nyuci yang mana. Tapi ada orang yang gak begitu peduli dengan baju kotor di sekitarnya, jadi hidup dengan tumpukan baju kotor dimana-mana, bahkan mungkin ada piring kotor bekas makanan ada di bawah tumpukan baju.

Masalah baju kotor hanya sekedar barang, walaupun sebetulnya mengundang jin jahat untuk berkunjung, karena jin suka lingkungan yang kotor. Tapi lebih menyedihkan lagi bila sampe ada perasaan amat sangat tidak nyaman pada diri sendiri dan kita tidak tau mesti berbuat apa.

Boleh dibilang aku sendiri pernah dalam kondisi seperti itu. Lingkungan tidak ada yang mendukung. Sulit menceritakan detilnya, tapi intinya begini. Aku pernah dalam kondisi ekonomi cukup baik, tinggal di real estate, dan punya mobil sendiri. Karena kesalahan berbisnis tiba-tiba semuanya hilang, mobil dijual untuk membayar hutang. Karena kondisi nyaman menjadi tidak nyaman sempet depresi, pikiran kosong, bangun tidur serasa berat beban di punggung. Boleh dibilang seperti pepatah HIDUP SEGAN MATI TAK MAU.

Ada juga seseorang yang patah hati, ditinggal kekasihnya bisa jadi merasa hidupnya kosong. Hidup jadi tidak ada indah-indahnya, sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya. Kadang terus memutuskan menikah dengan orang lain, tapi hati masih kebayang-bayang oleh kekasih lama.

Berdasarkan pengalaman, ternyata untuk keluar dari lingkaran setan adalah dengn minta pada Allah, selalu menyebut nama Allah, sabar dan selalu optimis. Orang yang bersikap pesimis dilarng oleh ajaran Islam. Memang tidak langsung sembuh, butuh perjuangan, tetapi usaha untuk mengarah ke perubahan walaupun sakit mesti dihadapi. Menurunkan ego dengan bertaubat, mau mengakui kesalahan pada Allah. Belajar untuk lebih memahami apa saja yang Allah perintahkan pada manusia dan apa yang Allah larang.

Inilah kadang situasi yang berat saat ingin memulai perubahan. Kesibukan kadang membuat orang lupa untuk belajar tentang ajaran agama, kesenangan yaitu banyak rejeki membuat uang yang diterima dipakai untuk menyenangkan hati. Memnyenangkan hati kadang dengan hal yang dilarang ajaran agama, misalnya berzina. Kalo wanita, menyenangkan hati adalah dengan membeli baju bagus, atau perhiasan.

Untuk kasusku, aku memutuskan untuk memperdalam belajar ajaran Islam, dan tidak mempedulikan walau teman-teman jadi memusuhi tanpa alasan jelas. Sebetulnya jelas sih, mereka ini belum siap bertaubat, jadi kalo melihat ada yang berusaha mengamalkan ajaran Islam dengan benar, mereka akan merasa risi dengan pembenaran biasanya kalimatnya "aku gak suka Islam yang ekstrimis, nanti aku kehilangan teman-temanku". Bagi yang belajar Islam dengan benar akan menyatakan, "biarlah dicap Islam ekstrimis, yang penting berjuang untuk mencapai kehidupan akhirat yang lebih baik"...

1 comment:

  1. mbak, isi blog ini makin lama makin berkualitas, cara menulisnya enak dibaca...
    memang benar mbak, lingkaran setan kemalasan sering menjebak kita, tiap hari kita harus menghadapi sifat malas ini....
    kebanyakan orang bisa melawan sifat malas tapi dengan motivasi uang, sedangkan untuk ibadah ato belajar agama tetap saja malas...

    ReplyDelete