Friday, August 19, 2011

Surga yang harum, damai, dan penuh dengan cinta

Surga itu tidak bisa dibayangkan dengan logika manusia yang masih hidup. Saat menulis postingan ini aku sedang tersenyum-senyum sendiri, kalo membayangkan tentang surga. Bila benar aku bisa mencapai surga, maka tubuhku akan seperti tubuh Nabi Adam 'alaihi sallam setinggi 60 hasta. Kembali muda, bergairah, penuh cinta, dan punya pasangan, karena di surga tidak ada yang jomblo. Tidak memikirkan tentang banyaknya selulit yang nemplok di tubuh, hahaha...

Setiap hari di surga adalah seperti honeymoon setiap saat. Bagi laki-laki yang shaleh, dia akan punya 70 bidadari untuk dinikahinya, dan 2 wanita bumi yang shalehah. Wanita yang shalehah akan bercahaya wajahnya, sehingga suaminya akan selalu rindu untuk mencari dirinya. Bidadari-bidadari adalah untuk melayani laki-laki shaleh, mereka luar biasa cantik dan dinikahi oleh laki-laki shaleh ini. Karena sudah menjadi istri, maka bidadari-bidadari ini halal untuk dipandang, disayang dan diapa-apakan (susah ya ngomongnya, hahaha). Tidak ada rasa dengki di surga, karena rasa dengki sudah dicabut oleh Allah saat di surga. Bidadari surga dan wanita shalehah tidak akan saling dengki, semua memahami posisi masing-masing. Walaupun laki-laki shaleh ini bersayang-sayangan dengan bidadari-bidadari di tempat tertutup, seperti kemah-kemah yang luar biasa indah begitu, tapi akhirnya dia akan kembali pada istrinya, wanita bumi yang shalehah.

Tidak ada kecemasan tentang pejabat yang korupsi, kelaparan, perusakan alam, karena surga adalah taman yang indah dan luar biasa subur. Semua kehidupan di dunia masih diingatnya, jadi bila rindu dengan apel misalnya, setelah mendapat bibit buah apel ditabur ke tanah langsung tumbuh dan berbuah. Bila dulu suka dengan musik dari grup band Ungu misalnya, ada pohon yang bisa membunyikan lagu kesukaannya, jadi akan ada pohon yang bisa memberikan request lagu apapun, hiburan apapun, bahkan tari Saman dari Aceh misalnya.

Ingatan tentang kehidupan di dunia juga masih tajam, jadi misalnya ada teman yang dulu menyakiti hati dengan sangat, maka dia bisa menengok neraka tanpa merasakan panasnya. Sambil berkata pada temannya, dulu dia sangat menyakiti hatiku, hampir-hampir saja aku terpengaruh untuk dibawa ke neraka olehnya.

Surga adalah tempat bagi siapapun yang beriman pada Allah, taat beribadah dan beramal shaleh. Walaupun dijahati dia berusaha untuk memaafkan tidak membalas, karena tetap fokus untuk mendekatkan diri pada Allah. Tidak ada orang yang dikucilkan di surga, karena di surga semua saling menyayangi dan berjiwa besar. Bila ada seseorang kangen dengan sahabat baiknya saat di dunia, maka sahabatnya akan muncul, saling menebar salam, ngobrol dengan penuh rasa saling menyayangi. Tidak ada kata-kata yang sia-sia di surga, semua hanya tentang kebaikan, tentang rasa syukur pada Allah.

Sebetulnya masih banyak yang ingin aku ceritakan tentang surga, tentang istananya yang terbuat dari batu-batuan mulia. Bunga-bunga indah yang harum, udara yang nyaman dan tubuh yang tidak pernah sakit. Tidak ada rasa kenyang, tidak perlu ke kamar mandi untuk buang hajat. Semua bisa didapat apabila saat di dunia bisa menahan diri untuk tidak mengumbar amarah, hawa nafsu dan mengukir nama Allah dalam hati (bukan mengukir nama kekasih manusia).

Hmmmmm.... wajahku rasanya panas, tersipu-sipu membayangkan akan honeymoon lagi, walau butuh kesabaran untuk menanti saat ke sana. Dan tulisanku ini untuk mengingatkan aku sendiri bila suatu saat semangatku beribadah sedang kendor...

2 comments:

  1. wah...mbak...habis sahur membayangkan indahnya surga...
    tapi mungkin untuk sampe ke sana, jalan kita masih sangat puanjaang...

    ReplyDelete
  2. lebih indah dari apapun yang ada di dunia,

    ReplyDelete