Kenapa sulit mengendalikan hawa nafsu

Thursday, September 8, 2011

Hawa nafsu adalah sesuatu yang paling nikmat. Sesuatu yang memicu adrenalin dan menyenangkan. Industri hiburan adalah industri paling laris dan tiap hari yang namanya TV selalu saja ditonton orang.

Karena itu sulit untuk menghindar dari hawa nafsu ini. Sebetulnya ajaran Islam mengatur masalah hawa nafsu ini, hawa nafsu syahwat diatur dengan pernikahan. Hawa nafsu ingin marah diatur dengan melatih kesabaran, walau bisa marah tapi memilih untuk tidak dilampiaskan. Makan enak diatur, makanlah secukupnya, dan seterusnya. Bukan berarti tidak boleh menikmati hidup, hanya saja semua ada aturannya.

Ada tulisan di Kaskus yang menggelitik perhatianku, bagaimana bila tidak ada ajaran agama. Sebetulnya bumi pernah dalam kondisi tanpa agama, saat Nabi Adam 'alaihi sallam belum diciptakan. Tidak ada aturan, semua saling membunuh, bahkan ada kanibalisme.

Saat Nabi Adam 'alaihi sallam turun ke bumi, manusia sudah diarahkan untuk mempunyai jiwa kasih sayang, baik pada sesama, makhluk hidup dan lingkungan. Tapi pasti ada manusia yang kena bisikan setan yang mengacaukan semuanya.

Jaman Nabi Musa 'alaihi sallam, orang-orangnya sangat keras kepala. Minta ditunjukkan mukjizat terus-menerus, sudah sempat mengikuti ajaran Nabi Musa 'alaihi sallam, ada kejadian aneh sedikit langsung murtad.

Lebih parah lagi adalah jaman Nabi Luth 'alaihi sallam. Manusia jaman ini jadi contoh bagaimana orang-orang yang tinggal di bumi in sebelum kiamat datang.

Nabi Ibrahim 'alaihi sallam hidup pada saat lingkungan menyembah berhala. Ada semacam keyakinan bahwa menyimpan dan menyembah patung akan membuat hidup dimudahkan.

Jaman sekarang ini, banyak orang terpelajar dalam berbagai bidang ilmu. Katanya sih sudah tidak menyembah berhala, tapi jaman sekarang manusia cenderung menyembah pada hawa nafsu. Hawa nafsu diangkat di atas segala-galanya.

Paling mudah adalah survey membuktikan bahwa search di Google paling banyak adalah pencarian wanita telanjang. Itu juga terbukti di blogku satunya. Walaupun bila ada orang meninggal sesama orang Islam akan mendoakan semoga khusnul khotimah, nyatanya mereka belum paham apa itu khusnul khotimah dan bagaimana mencapainya.

Ajaran agama terpinggirkan, dan hawa nafsu jadi hal paling penting gak peduli aturan yang membatasi hawa nafsu ini. Bagaimanapun juga aku teringat salah satu tafsir Al Qur'an yang dijelaskan oleh Quraish Shihab, bahwa di antara banyak orang yang tersesat (menyembah selain Allah, termasuk pada hawa nafsu), ada sedikit yang berani ambil resiko untuk menjadi pemberi peringatan. Bukan sebagai Nabi lagi, tapi manusia yang mendapat hidayah dan berani memperjuangkan keyakinannya walau banyak ditekan orang lain. Inilah tipe manusia beriman dan ingin mengamalkan, sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menyatakan "janganlah mengaku beriman kalau belum diuji".

Semoga kita termasuk manusia beriman yang teruji, sehingga Allah memberikan surga saat di akhirat nanti...

1 comments