Life is simple (belajar bersyukur lagi)

by - September 27, 2011

Tadi sore aku berbincang-bincang dengan guru tempat aku belajar untuk memperdalam Islam. Aku bilang bahwa, aku belum pernah sebahagia seperti akhir-akhir ini. Walau masih tertatih-tatih, aku sudah mulai mengerti tentang tujuan hidupku.

Dan semua yang aku inginkan, dimudahkan oleh Allah. Entah rejeki dari mana saja, tidak harus selalu dari gaji. Kalo dihitung-hitung, gak mungkin aku memiliki banyak barang seperti sekarang ini dari gajiku. Tentu saja tidak masuk akal, di awal kerja hitungannya masih magang, tidak banyak. Setelah hampir dua tahun ini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Di awal kerja mesti beli selusin baju, padahal gak pegang uang, ada yang bantuin. Beli hape, kendaraan, pas pengen tau-tau ada yang bantu juga.

Setelah belajar Islam, keinginan itu jadi gak macam-macam. Hidup jadi jauh lebih sederhana karena keinginan duniawi sudah jauh berkurang. Lebih menikmati puasa, puas hanya menikmati keindahan alam tanpa banyak belanja. Yang jelas lebih mudah untuk bersyukur.

Aku juga bilang ke guruku, dalam kondisi seperti sekarang ini, sendirian lebih sering hanya dengan komputer sangat aku nikmati, makanya Allah memberiku kesempatan untuk sendirian tidak ada yang perlu aku urusin. Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah, jadi kalo belum saat diberi amanat lagi, ya diikhlaskan saja. Tapi aku terus berdoa semoga suatu saat diberi kesempatan untuk diberi amanat dapat merawat orang-orang yang aku sayangi.

Toh pada akhirnya nanti ke padang mahsyar orang sibuk mengurus dirinya sendiri. Semua orang sibuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya masing-masing. Orang beriman Insya Allah dapat naungan dari Allah, dapat sumber air dari surga yang menyejukkan saat diminum. Sedangkan orang yang mengingkari ajaran agama, senengnya melakukan pembenaran akan kebingungan kepanasan. Saat berhaji, di padang Arofah adalah simbol untuk mengingatkan tentang padang mahsyar di setelah hari akhir nanti.

Allah yang membolak-balikkan hati. Belum tentu setiap hari bertemu seseorang bisa memaksakan kehendak pada orang lain. Justru saat jauh malah bisa berubah pikiran, dan semua karena Allah. Karena itu kutitipkan orang-orang yang kusayangi pada Allah.

Terima kasih Allah, atas segala ni'mat yang telah diberikan. Semoga ada saatnya aku bisa mendapat amanat lagi untuk dekat dan menjaga orang-orang yang aku sayangi...

You May Also Like

3 comments

  1. Amiinn....thanks amy...postinganmu jd mengingatkanku...bhw semuanya akan kembali kepda Allah SWT..

    maaf ya,aku udh lama gk BW kesini..

    ReplyDelete
  2. Ma kasih Bunda Loving. Allah akan memberi ni'mat lebih pada hambaNya yang bersukur

    ReplyDelete