Menunda somasi (lebih percaya hukum Allah)

Monday, September 19, 2011

Barangkali mencoba memahami hukum di negara kita memang tidak mudah. Di jaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menerapkan hukum Islam yang terkesan ngeri. Ada hukuman potong tangan bagi pencuri. Entah apa jadinya bila hukum Islam diterapkan di Indonesia yang begitu banyak koruptor,

Kita banyak melihat bahwa orang yang begitu berkuasa di masa jayanya sangat lemah di masa tuanya.

Banyak sudah cerita di Islam tentang pencabutan nyawa oleh malaikat secara menyakitkan bagi orang jahat dan lembut bagi orang baik. Masih ditambah azab kubur, orang jahat disempitkan kuburannya, orang baik dilapangkan kuburannya.

Orang yang punya hutang, rohnya akan sengsara saat di alam kubur. Dan itu masih diteruskan saat dihisab, kebaikannya diberikan pada yang dihutangi.

Ada banyak orang Islam di dunia ini, tapi hanya sedikit yang beriman. Orang Islam yang sedikit beriman masih ada kemungkinan masuk neraka, hanya saja api tidak akan membakar kulit tubuhnya yang sering dibasahi air wudhu.

Sedang orang Islam yang menjalankan agama hanya ikut-ikutan saja, ajaran Islam di Al Qur'an dan hadits, bisa jadi masuk neraka di level lebih rendah dari orang Islam yang beriman. Bila jarang berwudhu dan shalat, maka tubuhnya akan tersiksa oleh api neraka.

Tadinya aku berniat melakukan somasi pada suatu keluarga, yang pernah memperlakukan aku tidak menyenangkan. Akhirnya aku tunda, karena aku sangat percaya pada hukum Allah.

Azab Allah sangat keras, tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia. Orang yang sakit-sakitan di masa tua, depresi, yang bukan merupakan ujian keimanan buat mereka tapi azab karena saat sehat tidak peduli dengan ajaran Islam yang benar.

Jadi untuk keluarga di salah satu kota di Jawa Barat ini, aku akan menunggu saja. Bila memang pemahamanku tentang Islam keliru, pasti aku ditegur Allah. Tapi bila sebaliknya, kalian yang keliru, kalianlah yang akan ditegur Allah. Heboh ya, aku seorang wanita berhadapan dengan satu keluarga besar yang mempunyai usaha di jalan protokol ini.

Waktu akan menjawab, dan sementara itu, aku akan belajar tentang hidup sesuai ajaran Islam dari Al Quran dan hadits dan berusaha mengamalkannya...

0 comments