Wednesday, September 21, 2011

Orang yang memendam amarah dan putus asa termasuk orang zalim

Entah kenapa beberapa hari ini aku terbayang-bayang dengan kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Beliau hamba Allah yang shaleh, tapi memutuskan berhenti berdakwah di suatu tempat dan ingin pindah ke tempat lain dalam keadaan marah. Marah karena ditolak dakwahnya untuk menyembah pada Allah.

Kisah Nabi-Nabi sangat menyentuh hatiku, efeknya buatku sangat dalam. Mereka adalah penghuni surga, tingkah lakunya sangat sopan. Kadang kalo aku sedih seperti melihat Nabi Ayyub berkata padaku supaya aku sabar. Aku hanya tertunduk dan kadang mengucurkan air mata.

Dan sekarang aku terbayang-bayang kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Doa beliau yang dianjurkan bagi orang terkena musibah "Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim".

Hikmah dari kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam yang ditelan ikan besar adalah agar tidak putus asa untuk menyampaikan kebenaran. Selain itu juga agar tidak memendam kemarahan. Orang yang putus asa dan memendam kemarahan termasuk orang zalim yang dilaknat Allah, akan diberi siksa sangat pedih di dunia dan akhirat.

Kadang ada orang yang diam saja padahal hatinya penuh kemarahan, memutuskan untuk mencari kompensasi negatif akan membuat pembenaran, terus ngomong yang penting aku kan gak ngerugiin orang lain. Okelah dia tidak merugikan orang lain, hanya menumpuk dosa untuk dirinya sendiri, tapi itu juga termasuk orang zalim.

Proses untuk menjadi orang beriman memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Jangan dikira berusaha jadi orang baik sesuai ajaran Islam akan mudah jalannya, disukai orang lain karena berusaha sering membantu semampunya. Kadang terjegal dengan orang dengan gaya hidup berbeda, yang merasa dirinya orang baik karena gaul, banyak teman, banyak uang, suka traktir. Percuma saja traktir teman-teman yang punya uang, karena di mata Allah uang baru bermanfaat untuk memberi makan fakir miskin dan anak yatim.

Mmmmm...

(sulit membuat kalimat penutup, hatiku sedang terharu biru...)

No comments: