Tuesday, September 20, 2011

Sabar itu indah

Tidak sekali dua kali aku membaca luapan kekesalan temen-temenku di status Facebook "kesabaranku sudah habis", atau "rasanya pengen marah-marah terus, susah amat sih jadi orang sabar".

Sabar dimiliki oleh orang beriman, bukan orang Islam jadi-jadian (mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan ajaran Islam yang benar). Orang yang beriman tidak akan sampai kepikiran untuk marah, begitu punya masalah, hatinya yang lembut akan merasa kasihan pada orang lain. Lebih suka mengorbankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri.

Barangkali ini satu step tambahan pemahaman dalam hidupku, kemarin setelah selesai mengqodho hutang puasa, dan aku teruskan dengan puasa Syawal hari ini sampai 6 hari ke depan.

Tadinya aku ingin marah, lalu temenku bijak kirim SMS ke aku, caci maki itu hanyalah bisikan setan. Lalu apa yang aku lihat, ternyata orang yang telah memperlakukan kurang baik padaku telinganya dikasih corong dibisiki kata-kata versi setan. Jadi percuma saja aku teriak-teriak mengingatkan mereka tentang kebenaran.

Lalu aku bersimpuh di hadapan Allah, memohon ampun atas semua kesalahanku. Lalu pemahaman barupun muncul, sabar itu sebetulnya mudah saja dijalani oleh orang beriman. Kadang karena faktor fisik, kecapekan, atau pukulan tak terduga dari belakang, ada timbul kemarahan muncul, tapi bisa diredam lagi.

Orang beriman diberi kesempatan Allah untuk masuk surga, sedang orang Islam yang suka bersumpah serapah, berkeluh kesah, mengamuk, semprot sana semprot sini berarti mengikuti bisikan setan dan ditutup mata hatinya untuk bisa memahami kebenaran.

Sabar itu tenang, bisa meredam emosi. Seperti hadits yang menyatakan "orang kuat adalah orang yang bisa menahan untuk tidak meluapkan amarahnya". Selain tenang dan tidak banyak gejolak, juga paham, orang yang suka melakukan aniaya telah ditutupi mata hatinya oleh setan. Bila punya kekuasaan, gunakan dengan kekuasaannya, bila mampu menggunakan tangannya, hentikan dengan tangannya, bila mampu menggunakan tulisan, hentikan dengan tulisan.

Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Jadi bila ada hadits "tidak ada siksa dunia dipercepat kecuali bagi yang melakukan perbuatan zalim dan memutus silaturahmi, dan masih tersimpan siksa di akhirat", Allah pasti akan menepati janji. Teguran pedih bagi yang melanggar firman Allah dengan semena-mena berbuat zalim dan menyakiti hati orang lain.

Sabar itu indah karena dimiliki oleh orang yang jiwanya tenang. Allah bersama orang-orang yang sabar...

3 comments:

  1. apa masih panas dengan si dia ya mbak?

    ReplyDelete
  2. Baca aja komentarku di Pakies. Jangan katakan beriman bila belum diuji. Ujian itu sesuai dengan tingkat keimanan seseorang.

    Alhamdulillah setelah banyak istighfar hatiku tenang lagi, malah banyak rejeki. Kasiaaaan banget sama orang yang dikuasai setan, mereka pikir kuat bisa menaklukkan dunia semau mereka. Menginjak-injak orang lain, menusuk dari belakang.

    Makanya yang di Bogor dan di Surabaya saling mendukung, soalnya tingkah lakunya sama, di satu muka mereka sepertinya manis, di muka lain mereka menyakiti hati orang lain. Itulah ciri-ciri orang munafik yang bakal berada di neraka terbawah.

    Kasian, mereka belum ngerti, semoga Allah menunjukkan jalan untuk mereka... Baca aja komentarku di Pakies. Jangan katakan beriman bila belum diuji. Ujian itu sesuai dengan tingkat keimanan seseorang.

    Alhamdulillah setelah banyak istighfar hatiku tenang lagi, malah banyak rejeki. Kasiaaaan banget sama orang yang dikuasai setan, mereka pikir kuat bisa menaklukkan dunia semau mereka. Menginjak-injak orang lain, menusuk dari belakang.

    Makanya yang di Bogor dan di Surabaya saling mendukung, soalnya tingkah lakunya sama, di satu muka mereka sepertinya manis, di muka lain mereka menyakiti hati orang lain. Itulah ciri-ciri orang munafik yang bakal berada di neraka terbawah.

    Kasian, mereka belum ngerti, semoga Allah menunjukkan jalan untuk mereka...

    ReplyDelete
  3. anda benar... sabar itu indah...
    kesabaran itu apalagi jika sampai pada ujung sekali kita bisa menahan diri, indah sekali di masanya...
    aku belajar untuk selalu ingat itu...

    ReplyDelete