Saturday, September 10, 2011

Teror pasti berlalu

Ungkapan ini adalah omongan temenku saat aku cerita pernah diteror lewat SMS oleh seseorang. Sampai sekarang dia belum pernah menunjukkan penyesalannya. Tulisan SMSnya seperti bukan dari manusia, karena seorang manusia yang punya hati pasti tidak ingin menyakiti hati orang lain, apalagi ingin membunuh. Dan akhirnya muncul semua jawaban di benakku, dia pernah cerita bahwa untuk mendapatkan ilmu indra ke-6 dia dipocong dan dimantra-mantrai oleh paranormal. Sangat bertolak belakang karena waktu dia berkenalan denganku dia mengatakan bahwa dia hidup dengan mensucikan hati. Hidup untuk membantu orang lain.

Setelah masa-masa sulit berlalu, terornya sudah berhenti tapi masih mengaku-aku uangku yang dipake untuk merenovasi rumahnya puluhan juta rupiah haknya dia,  salah satu hal yang paling menentramkan diriku adalah, tiba-tiba aku dari tidak paham mendadak jadi sedikit lebih ngerti tentang apa yang terkandung dari Al Qur'an, tentang gaib, tentang akhirat, semua aku tulis di blog ini. Mencoba memaknai firman-firman Allah, karena ulama besarpun bisa mengartikannya berbeda-beda. Asal tujuannya tetap sama, yaitu mensucikan hati agar Allah memberi ridho pada manusia hingga diberi kesempatan masuk surga.

Diteror itu malah memberi banyak hikmah, antara lain hidup jadi dimudahkan. Itu ada penjelasannya karena doa orang yang didzalimi itu makbul atau tidak ada batas antara Allah dan yang berdoa. Misalnya saat aku butuh beli baju banyak untuk memulai bekerja tau-tau ada temen lama transfer uang. Atau pengen hape yang ada fitur wi fi, ada titipan dari sahabat ibuku (sudah seperti keluarga) isinya beberapa lembar ratusan. dolar. Ingin naik haji, tau-tau ditransfer uang oleh kakak.

Hidup jadi dimudahkan, terlalu banyak kebetulan. Sampe aku mikir Allah baik betul padaku. Barangkali orang melihat aku sekarang sering di rumah, jarang keluar, padahal aku sangat menikmati itu. Aku sedang banyak membaca referensi agama di internet, uangku tidak cukup untuk membeli banyak buku. Tau-tau keponakanku kuliah di Jogja, rumah dipasang reuter sehingga ada koneksi internet 24 jam. Kurang apa sih sebetulnya hidup ini. Ingin ini dapet, ingin itu dapet, syaratnya sih cuman sabar. Sabar dalam artian aktif, banyak ikhtiar, doa, dan tawakkal.

Tadi pagi aku membaca di komentar blog ini ada seorang yang berbisnis online mau nyerang aku di blognya, mau maki-maki aku. Kejadian sama terjadi pada @Poconggg, begitu diteror, difitnah, ketauan jati dirinya fansnya tambah melonjak drastis, karena banyak yang simpati. Itulah, para peneror itu yang suka memuaskan hawa nafsu menyerang orang lain tidak sadar bahwa orang yang diteror malah banyak dapat rejeki. Sedang yang suka neror rejekinya malah jadi seret.

Orang-orang yang suka meneror, merugikan orang lain barangkali merasakan kesenangan sesaat, ya hanya sesaat saja. Mereka ini dilaknat oleh Allah karena sikapnya yang termasuk perbuatan dzalim. Orang yang berbuat dzalim rugi besar karena rejekinya seret, seandainya punya uangpun tidak barokah, cepet habis tidak jadi apa-apa. Selain itu ancaman dari Allah menyatakan orang berbuat dzalim dan suka membuat permusuhan dipercepat azab dunia dan akhirat.

Kebalikan dari orang yang didzalimi tapi bisa tetap sabar, paling tidak berusaha sabar. Maka doanya dikabulkan oleh Allah, banyak mendapat limpahan pahala dari orang yang mendzolimi. Bahkan bila yang mendzolimi sudah tidak punya pahala lagi dosa-dosanya diambil oleh yang dzolim. Orang yang didzolimi yang mau bersabar maka Allah akan selalu bersamanya, masalahnya ngerasa apa enggak. Beruntunglah orang-orang sabar yang bisa merasakan selalu dekat dengan Allah...

1 comment:

dmilano said...

Saleum,
biasanya kalau didiamin teror2 sms begitu, pasti bosan ndiri sob.
soalnya saya pernah juga dulu diteror dengan sms.
saleum dmilano