Sunday, October 16, 2011

Apakah jihad berarti melakukan bom bunuh diri?

Aku pernah menulis sekilas tentang jihad, ini linknya Jihad tidak selalu ke medan perang . Ini sedikit cuplikannya

Jihad itu artinya dalam bahasa adalah "berjuang" atau "berusaha keras". Sedang dalam konteks Islam berarti "berjuang keras menegakkan syariat Islam". Kalo ada orang Barat punya persepsi jihad artinya adalah bunuh diri di medan peperangan tidak sepenuhnya benar. Peperangan dalam Islam adalah bila orang-orang Islam dizalimi kaum kafir atau diusir.

Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Mumtahanah :9)

Allah berfirman:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al Hajj : 78)


Barangkali karena akhir-akhir ini aku melihat sobat bloggerku dulu yang rajin menulis tentang Islam sering membahas kekerasan dan ketidakadilan, mulailah aku terusik dan aku bicarakan dengan keponakanku seorang blogger yang suka menulis dengan bahasa Inggris, ini linknya Aku ingin hidup.

Ini diskusinya Aku (A), Keponakan (K), sedikit diedit dengan tidak merubah substansi

 A : kata pak Munichi, pembicara pengajian Selasa sore di rumah yang juga narasumber film Sang Pencerah, jihad itu bukan melakukan bom bunuh diri

K : ideolognya sendiri tidak mau mati konyol, mengorbankan orang lain yang mau dipengaruhi

A : mereka kayak orang terhipnotis, fokus ke surga, eh, kalo ternyata nyasar ke jurang neraka gimana ya, berulang-ulang mengebom dirinya sendiri di neraka karena melakukan bunuh diri dan kerusakan

K : gimana kalo kita intropeksi sendiri gak usah ngebahas orang lain

A : kadang-kadang kita kan perlu tau juga bagaimana pendapat ahli tafsir Al Qur'an seperti pak Munichi tentang jihad

K : aku belum kepikiran ngebahas itu di blogku

A : aku sendiri kebanyakan ide tulisan, soalnya satu postingan, tiap kalimatnya bisa dijelaskan panjang lebar. Kadang mesti menahan diri gak nulis, mesti nyuci baju segala, hahaha... Ilmu itu sangat luas, terjemahan Al Qur'an aja sampai berderet-deret. Kalo ada yang beli untuk pajangan atau benar-benar dibaca yah. Makanya  dibikin ringan belajar dari yang lebih ngerti

K : yah, aku jadi dapat ide tulisan, nanti aku tulis lagi. Senengnya nulis pake bahasa Inggris pembacanya dari berbagai negara...

A : nulis itu nuangin uneg-uneg gak usah jadi beban. Mau dibaca orang, dikomentari orang terserah aja. Cuman memang kode etiknya adalah jangan menyebut nama, menyamarkan kejadian, dan seterusnya. Aku sebelum paham kode etik suka kesandung duluan, hehehe...

K : okelah, emang ilmu sangat luas, kapan-kapan sambung lagi ya...

Begitulah... aku dan keponakanku sepakat bahwa bom bunuh diri bukanlah berjihad yang benar, siapa tau mereka malah kesasar tidak ketemu malaikat Ridwan yang ramah malah ketemu malaikat Malik yang serem...

4 comments:

  1. setuju.. nulis juga jangan jadi beban... :D

    ReplyDelete
  2. karena salah pemahaman dalam memahami al-qur'an, dan tak belajar pada guru yg mempunyai sanad, yah begitulah.... tak ada jalan pintas menuju surga,
    it's a long road to heaven.

    ReplyDelete
  3. jihad bagiku tetap perang mbak, tapi aku ga setuju dengan bom bunuh diri, jelas mereka salah target/strategi

    ReplyDelete