Saturday, October 22, 2011

Berat melakukan shalat

Saat di awal belajar Islam, ada kecenderungan ingin protes dengan keadaan sekelilingnya. Mudah tidak nyaman bila ada sesuatu berbeda. Tapi lama-kelamaan, akhirnya bisa nyaman juga berada di tempat dengan berbagai macam gaya orang, tapi tentunya butuh proses. Pada suatu ketika aku berada di acara suatu komunitas, aku ngobrol dengan orang yang sepemikiran denganku, sering membaca tulisanku diblog ini dan kasih LIKE bila aku link ke Facebook. Di seberang sana ada meja dengan bir dan wanita yang merokok dengan baju seksi. Terus terang mual melihat keadaan itu, dan akhirnya aku mencoba menenangkan diri di pojok sambil mendengarkan lagu-lagu reliji dari hapeku.

Selain itu juga tidak nyaman banget berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita. Bila kita ingin menyampaikan sesuatu, orang cenderung akan meradang bila dikritik, lalu ngajak debat hanya untuk meluapkan emosi tanpa peduli omongannya itu benar atau salah. Jangan ditanya deh, berapa kali aku bertemu dengan orang yang tidak sepaham. Butuh waktu agar akhirnya bisa tanpa emosi, bahkan tetap riang berada di kerumunan banyak orang dengan berbeda pemikiran.

Bahkan di Islam, perbedaan cara ibadah, bisa membuat rasa gak nyaman banget. Pernah akrab ngobrol dengan teman, baru sadar ternyata ormasnya yang aku anut berbeda dengannya, dan aku sempet mendengar pendapat ibadah di luar seperti ajaran Al Qur'an dan hadits adalah sia-sia belaka. Tapi ada juga pendapat lain yang lebih bijak, asal ibadah itu dengan niat dan keyakinan tidak mewajibkan hal yang sebetulnya bukan hal yang wajib menurut Islam. Pernah punya guru wanita yang baiiiik hati, jadi tempat curhatanku tapi menganut paham cara belajar bahwa ilmu yang diterima dari kelompok lain tidak sah. Padahal aku belajar darimana saja termasuk dari om Google. Udah kayak sahabat baik, aku selalu menantikan hari pertemuan dengan guruku ini. Sekarang aku memutuskan untuk berhenti menemuinya, rasanya kayak patah hati. Kangen tapi memutuskan tidak ketemu demi kebaikan.

Setahun lebih aku mencoba menghilangkan bayang-bayang seorang laki-laki jomblo yang sempat membuka hati, ingin belajar Islam dan shalat, tau-tau menghilang begitu saja. Aku dianggap bersikap aneh oleh temen-temenku, kenapa ngomongin dia terus. Aku merasa gagal untuk mengajak dia ke jalan Islam yang benar. Rasa gagal itu gak enak banget, bisa dalem gitu ya. Entahlah, proses meninggalnya Bapaknya yang sudah sakratul maut sampai berhari-hari karena menganut Kejawen tidak cukup untuk membuatnya bertaubat. Kata terakhirnya adalah "aku minta maaf, aku pusing banget kalo ingat kamu". Sampai sekarang aku masih mencoba menebak apa maknanya, barangkali kalo ingat aku, dia ingat aku shalat di masjid waktu dulu pernah jalan-jalan, sementara dia nunggu di luar. Dan untuk memulai shalat memang berat bagi yang hatinya masih tertutup.

Sedikit ingat masa lalu sebelum aku pindah ke Jogja Juni 2009, ada seseorang mengatakan akan menunjukkan jalan untuk ke surga padaku. Surga versinya adalah versi tradisi, hanya dengan mempunyai keyakinan kuat akan adanya Allah dan berbuat bijak, tanpa melakukan shalat. Keyakinan yang begitu dalam, sampai dia pernah cerita bahwa dia pernah melewati dimensi alam lain bukan dimensi manusia biasa, dimana banyak aulia Allah di suatu padang sedang berdzikir. Dia punya kemampuan indra ke-6, tapi sekarang aku baru ngerti bahwa kemampuan indra ke-6 tidak sepenuhnya pemberian Allah, bisa jadi diberi ilmu oleh dukun, dengan memasukkan gaib di dalam tubuhnya. Penyesatan oleh jin jahat bisa membuatnya seakan-akan dia yakin merasa dekat dengan Allah. Bisa bicara kalimat-kalimat yang bijak, itu ternyata bukan jaminan dia adalah orang yang lurus menjalankan ajaran Islam. Karena bila kalimat bijaknya sampai menyatakan bahwa untuk masuk surga tidak perlu shalat, cukup dengan mengingat Allah saja, maka dia termasuk yang mengingkari ayat Al Qur-an dan termasuk golongan kafir. Jadi surga mana yang dia gambarkan padaku, kalimat bijak seperti surga ternyata menjerumuskan ke neraka? Seperti gambaran omongan fitnah dajjal saja. Naudzubillah min dzalik.

Semoga kita termasuk golongan orang Islam yang beriman di jalan yang benar sesuai ajaran agama. Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahnya bagi orang-orang Islam yang mengingkari ayat-ayat Al Qur'an dan hadits. Amin...

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasai, Ibnu Majah)

Allah berfirman
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. Ath Taghabun : 10)

Allah berfirman
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukman : 17)

Allah berfirman
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Ra'du : 22)

3 comments:

  1. tapi ketika kita sudah terbiasa kalau enggak nglakuin rasanya malu sendiri

    ReplyDelete
  2. Mba Ami salam kenal dulu nih...saya sangat tertarik dengan postingannya.banyak kalimat-kalimatnya yang menyemangati saya untuk banyak berbuat dan belajar .malum masih baru banget nih beljar ngeblog..ditungu nih inspirasi lainya..

    ReplyDelete