Sunday, October 23, 2011

Cape deh dengerin nasehat

Paling gak enak itu emang dengerin nasehat. Apalagi kalo nasehatnya itu histeris dan historis. Maksudnya adalah misalnya ibu dipamitin mau keluar rumah dan jawabannya kayak orang histeris "pergi lagi, pergi lagi, jadi orang kok gak betah di rumah". Trus nanti keluar segi historisnya "ingat gak dulu itu waktu kamu pergi pulang kakimu luka". Pokoknya mau keluar rumah mesti dengerin nasehat secara histeris dan historis, daftar dosa kita muncul semua. Rasanya pengen kabur gak pake pamit, tapi nanti dikatain anak durhaka dan gak bisa masuk surga #dilema...

Untuk menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, pengennya itu anaknya aman, nurut, gak banyak tingkah, nilai bagus, dan seterusnya. Tapi dengan nasehat yang caranya kurang pas malah membuat anaknya pemberontak. Ibunya berharap anaknya kalo punya pacar yang alim, ternyata kalo cowok ngenalinnya dengan yang pake rok mini, ngerokok, dan gak fokus kalo diajak ngobrol, lebih fokus ke BB. Atau kalo cewek ngenalinnya ke cowok anak band yang pake anting dan bertato. Entahlah buat anak pemberontak, cewek pake rok mini keliatan keren, ato cowok anak band keliatannya cool. Jelek-jelek gini dulu aku juga anak band lho, betah banget nongkrong di studio musik, hehehe...

Sayang memang gak ada kursus untuk jadi anak sholehah dan Ibu yang bijaksana. Yang ada adalah kursus jadi peragawati, dan untuk Ibu adalah kursus memasak. Oleh karena itu kebijaksanaan memang mesti didapat  dari pemahaman agama. Ibu yang bijak tidak hanya menyalahkan, tapi juga mengajak. Yuk shalat, mengaji, dan bersama-sama mempelajari nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Islam. Tidak hanya diserahkan begitu saja ke sekolah atau guru privat, karena orang tua adalah panutan. Peran ayah juga tidak kalah pentingnya, walau seharian capek mencari nafkah, tapi seharusnya menyempatkan diri jadi Imam bila shalat berjamaah. Bukannya pulang malah ribut soalnya istrinya langsung nyodorin masalah inilah itulah...

Nasehat bila disampaikan dengan baik Insya Allah akan didengarkan oleh anak. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Dan perlunya sebuah pujian bila anak sudah mau memperbaiki tingkah lakunya. Pengalamanku sendiri apa ya... aku memang anak pemberontak yang gak betah di rumah. Pengalaman jadi Ibu, itulah yang sulit, memoriku bagian itu banyak yang hilang, dan tulisan ini adalah untuk aku belajar lagi bila diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi Ibu lagi.

Ibu yang sholehah dan bapak yang sholeh akan berusaha menasihati anak-anaknya dengan cara yang baik dan memberi contoh. Anak sholeh adalah investasi penting untuk akhirat, karena saat meninggal semua amalan akan terputus kecuali 3 hal yaitu, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh. Semoga kita bisa selalu bijak dalam menerima dan menyampaikan nasihat agar mendapat kebaikan dari Allah dunia dan akhirat. Amin...

Mantan anak band...

1 comment:

  1. ya memang sih mbak
    kalo kita lagi diusut kejelekannya
    bawaannya muka kusut :D

    ReplyDelete