Sunday, October 16, 2011

Fitnah yang semakin bertebaran

Aku menganggap sepi bila ada fitnah, karena aku meyakini sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, orang yang suka memfitnah akan mengalami kebangkrutan pahala saat di neraka. Bahkan dia mengambil dosa orang-orang yang difitnahnya

Dari Abu Hurairah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR. Muslim)

Fitnah paling nyata adalah seseorang membuatkanku blog khusus berjudul namaku dan mengatakan aku munafik (search Google dengan keyword RATNAWATI UTAMI MUNAFIK). Aku cuman mikir, orang ini gak sadar apa ya, selama blog ini dipasang, maka dosa-dosaku akan diambil olehnya. Dan kasus blog penghujat ini sering dijadikan tekanan oleh orang yang marah padaku. Ada temennya kukritik, dia marah lalu membahas tentang blog penghujat itu. Pendapat tentang blog penghujat itu terpecah jadi beberapa pendapat, yang marah padaku mendukung tulisan itu, ada yang gak peduli, ada yang menganggap penulis blog penghujat tidak sadar tulisannya akan menyebabkan terjungkal di neraka.

Ada orang lain yang marah karena salah persepsi waktu aku cerita ke temennya bahwa tulisannya negatif misalnya begini "gajiku yang kecil menjadikan aku susah nyari pasangan" supaya dijadikan positif "aku akan berusaha meningkatkan taraf hidupku". Cerita tulisan yang negatif itu ditanggapi negatif dengan mengatakan ke aku "kamu cerita tulisanku tidak sesuai ajaran Islam ya", terus dia tidak mau ngobrol lagi denganku setelah sebelumnya ngatain aku kira-kira begini, kamu udah tua kok doyannya ama brondong. Entahlah, sebetulnya aku pengen ketawa waktu dia bilang gitu cuman sungkan aja karena membayangkan brondong jagung yang aku emang suka banget. Di blogku banyak komentar dari laki-laki yang jauh lebih muda dariku, dan aku balas blogwalking ke mereka. Toh ini dunia maya, di dunia nyata aku lebih banyak bergaul dengan guru PAUD yang wanita dan anak-anak.

brondong dan es tebu di pasar sunday morning (sunmor) UGM

Aku selalu teringat bahwa akan ada fitnah dajjal, fitnah paling kejam yang ada dalam sejarah kehidupan manusia. Tapi manusia beriman tidak akan tertipu, manusia beriman akan tetap taat beribadah dan menjalankan ajaran Islam secara benar.

Ada status sahabat bloggerku di FB yang menulis "diajak jihad dengan ngebom, apa mereka tau yang dihina malah lebih baik darinya". Memang menjadi munafik itu tipis sekali dengan keimanan. Karena orang munafik adalah orang yang belajar Islam, tinggi ilmunya, tapi digunakan untuk kejahatan tanpa mereka menyadarinya. Islam mengajarkan untuk menolong kaum yang kekurangan, tapi kok fokusnya pada kemarahan karena ketidak adilan. Kalo memang ada ketidakadilan memang mesti disikapi dengan bijaksana, seperti agar lebih memperbanyak doa dan mendekatkan diri pada Allah. Yang lebih menyedihkan adalah, orang munafik akan berada di tingkatan paling rendah di neraka, lebih rendah dari orang kafir, ini linknya Tujuh tingkat neraka bersama penghuninya  . Bila mengaku sebagai muslim, apalagi yang belajar Islam, jangan sampai terjebak untuk memfitnah, pelajari apa betul informasi datang dari sumber yang benar.

Allah berfirman
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS. Al Qalam:10-12).

Allah berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujarat : 6)

2 comments:

  1. sabar saja lah mbak
    aku juga mengalami hal serupa di kampungku
    banyak tetanggaku yang iri :D

    ReplyDelete
  2. Nggak usah diambil pusing, Mbak Ami.
    Anjing menggonggong kita tetep mengeong, weitjeee..

    ReplyDelete