Monday, October 17, 2011

Islam mengajarkan agar memaafkan seberat apapun

Dendam adalah sesuatu hal yang negatif, bila kita memeliharanya terlalu lama, maka lama-lama hati kita akan mati karena diliputi kebencian. Kejahatan apa yang paling menyakitkan kira-kira? Apakah sekeluarga dibunuh lalu hidup mengasah kemampuan bela diri untuk membalas dendam seperti film silat?

Untuk hidup dengan mencari keridhoan Allah, maka hati selalu dibersihkan, termasuk membersihkan dari dendam dan kebencian. Bila orang yang melakukan kejahatan sudah demikian jahatnya sehingga tidak ada gunanya untuk berunding, maka paling tidak berdoalah, berdoalah agar mereka kembali ke jalan yang benar. Kalo tetap jahat juga tidak ada perubahan sampai kematiannya berarti di mata Allah hati orang jahat itu sudah mati dan akan diberi hukuman sangat berat dengan kematian yang menyakitkan, azab kubur yang perih, padang mahsyar penuh penderitaan, dan diseret untuk dilempar ke neraka dengan kasar oleh malaikat Malik. Dosa orang yang dijahati akan dilimpahkan ke pelaku kejahatan saat dihisab.

Kita sendiri tanpa kita sadari sering melakukan kesalahan, misalnya makan lupa berdoa, menyakiti hati orang lain padahal tidak bermaksud seperti itu dan tidak menyadari, membicarakan keburukan orang lain apalagi bila orang itu sebetulnya beriman dosanya lebih berat lagi, dan seterusnya. Dosa-dosa antara sesama manusia tidak akan dihapuskan oleh Allah sebelum kita sanggup meminta maaf terhadap orang yang bersangkutan. Coba diingat-ingat, pernahkan saking keselnya kita malas untuk meminta maaf pada seseorang? Paling tidak kita berusaha untuk meminta maaf untuk memutus dosa kita terhadapnya, berharap Allah mengampuni dosa kita terhadap seseorang itu. Dalam seminggu ini aku sudah meminta maaf pada beberapa blogger yang aku kritik, bahkan yang sebetulnya tidak aku kritik, dia salah persepsi terhadap ucapanku. Dan apa reaksinya? Diam saja, soalnya berat untuk menghubungiku lagi. Bagi orang beriman, kalo kesel dan tidak sepaham pada orang minimal minta maaf lalu tidak usah ketemu lagi gak papalah...

Belajar berbesar hati untuk minta maaf, belajar memaafkan, dan lebih baik menyambung hubungan. Menyambung hubungan pertemanan atau persaudaraan dari yang tadinya bermusuhan karena perbedaan pendapat akan mendapat rahmat dari Allah, banyak rejeki. Hanya saja karena ego yang kuat, rahmat dari Allah, memperlancar rejeki disia-siakan begitu saja...

Allah berfirman
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran : 159)

10 comments:

  1. benar mbak....lebih baik kita memaafkan daripada menyimpan dendam.

    nice posting...
    tapi kok sekarang komennya gak pernah ditanggapi ?

    ReplyDelete
  2. namanya juga mnausia bu.... gak lepas dari kesalahan...

    ReplyDelete
  3. @ Mundi, soalnya sekarang kerja sampe sore. Ngeblog waktunya berkurang, tapi nulis jalan terus, kalo sempet ya baru blogwalking

    ReplyDelete
  4. @ Nuel, kalo melakukan kesalahan, kita berusaha lebih baik. Soalnya pasti akan ada ujian hidup yang makin lama makin berat dan tak terduga-duga. Termasuk dari beberapa blogger yang tadinya sering chat sekarang gak mau lagi, hehehe... Maklum masalah hati, ego susah diatasi, termasuk aku juga sih kata keluargaku paling stubborn

    ReplyDelete
  5. subhanallah,
    semoga nikmat islam ini selalu menyertai kita

    ReplyDelete
  6. Iya...sulitnya mempunyai perasaan mudah memaafkan...

    Hanya kepada Allah kumohon jadikan hati ini agar bisa senantiasa lembut.

    ReplyDelete
  7. Mempelajari ilmu teori memang lebih mudah ya dari pada mempraktekan #pengalamanpribadiku

    ReplyDelete
  8. @ Yudi, Islam itu indah dan lembut. Allah melihat manusia bukan dari penampilan tapi dari hati dan amal ibadah

    ReplyDelete
  9. @ Arr Rian, belajar bareng-bareng dalam hal Islam. Rajin puasa ya, salut deh

    ReplyDelete
  10. @ Baha, ma kasih komennya #nangisbeneran

    ReplyDelete