Wednesday, October 12, 2011

Kenapa banyak golongan di Islam?

Islam sendiri terdiri dari banyak golongan. Ada beberapa pemahaman bagaimana caranya untuk beribadah. Tentu saja masing-masing merasa benar, dan merasa hanya golongannyalah yang berhak masuk surga.

Bahkan dengan sangat bersedih hati aku meninggalkan guruku di suatu masjid daerah jalan Magelang. Hanya karena ada label masjid ini milik Lembaga tertentu yang aku baca di internet mengkafirkan yang bukan golongannya. Sudah setahun lebih ini aku bersahabat dengan guruku dengan segala curhatanku. Membuka hadits shahih dan diskusi tentang pemahaman ayat-ayat di Al Qur'an. Ini karena saran seorang temenku satu profesi yang bercerita bahwa suaminya pernah belajar di satu kelompok, saat dia mau meninggalkan kelompok ini teman-teman lamanya memakinya dengan kata "kamu kafir". Astaghfirullah hal adzim.

Ada gantinya tentu saja, aku menimba ilmu di rumahku sendiri, mendengar pengajian untuk bapak-bapak pensiunan teman almarhum Bapakku dulu. Aku mendengarkan di ruangan yang berbeda tapi masih kedengaran.

Aku merindukan guruku yang lama, tapi saran temanku aku tidak usah berpamitan saja, bahkantidak perlu  meninggalkan pesan lewat SMS. Aku jadi ingat Quraish Shihab pernah mengatakan, bahwa banyak hal yang bisa membuat kita ke surga. Apakah dengan berjihad, perang di jalan Allah. Atau rajin sedekah dan merawat anak yatim piatu. Atau menjadi istri yang menurut pada suami, walaupun disakiti hati tetap rajin untuk mendoakan dan mengingatkan suaminya agar menjadi manusia lebih baik dalam hal agama. Bahkan ada cerita pembunuh yang sudah membunuh banyak orang memutuskan bertaubat bisa masuk surga. Atau pelacur yang memberi minum anjing yang hampir mati kehausan akhirnya dia masuk surga. Malah seorang wanita yang tadinya taat beragama ceroboh membiarkan kucingnya mati di rumahnya kelaparan masuk neraka.

Surga adalah misteri, siapa yang berhak kesana, semua tergantung pada keridhoan Allah. Sejauh mana hati kita selalu tertaut pada Allah, mengorbankan jiwa kita dan hati kita untuk Allah. Istilahnya surga adalah hak prerogatif dari Allah, tapi kita mesti mau menjalankan ajaran Islam sesuai yang terkandung di Al Qur'an dan hadits...

4 comments:

John Terro said...

karena itu semua adalah takdir

Muhammad A Vip said...

dan sebenarnyalah jalan islam itu sebanyak jumlah orang islam itu sendiri, karena kita menjalani apa yang kita pahami dan bertanggungjawab secara pribadi. adapun orang-orang yang dilebihkan pengetahuan, para ulama, para nabi hanya sekedar membantu.

Elsa said...

bener Mbak...
banyak jalan menuju Roma... apalagi menuju Surga.

semoga nanti kita bisa ketemu di Surga ya Mbak

amiiiiiiiinnn

MUXLIMO said...

ya, perlu diakui bahwa Islam telah disusupi segera setelah Muhammad Rasulullah Saw. wafat.. semua berawal dari syiah-sunni..lalu menjamur hingga seperti sekarang..

Kebanyakan orang Islam tampaknya kurang jeli memahami hadis soal 73 golongan dalam Islam. Saya berencana membuat tulisan mengenai itu.. mudah-mudahan Allah Swt. mengizinkan dan meridai.. insyaAllah.. Amiin.