Sunday, October 9, 2011

Mengadu domba pada sesama muslim untuk merusak hubungan

Setiap perjalanan hidupku adalah pembelajaran. Dan aku ingin membahas tentang mengadu domba karena ada orang yang mengadukan aku pada seseorang yang kenal dekat denganku. Orang ini bilang kalo aku begini begitu, sampai kenalanku ini bingung dan mengkonfirmasikan denganku.

Sejauh ini masalah ini bisa diatasi, tapi bila aku sampai bertengkar hebat berarti adu domba yang dilakukan oleh orang ini berhasil. Andai dia tau bahwa betapa pedihnya siksaan bagi orang yang mengadu domba pasti orang ini berpikir panjaaaaaang sebelum berbuat itu. Masalahnya dia benar-benar menurutkan hawa nafsunya ingin menjatuhkan aku entah bagaimana caranya.

Tentunya maksud dari mengadu domba bukan mengadu domba beneran, tapi mengadukan orang satu ke orang yang lain, dengan maksud agar terjadi perpecahan di antara keduanya padahal tadinya mereka punya hubungan baik.

Ibnu Abbas meriwayatkan, “(suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan lalu berkata, lalu bersabda, “Sesungguhnya penghuni kedua kubur ini sedang diadzab. Dan keduanya bukanlah diadzab karena perkara yang berat untuk ditinggalkan. Yang pertama, tidak membersihkan diri dari air kencingnya. Sedang yang kedua, berjalan kesana kemari menyebarkan namimah (adu domba).” (HR. Al-Bukhari)

Allah berfirman
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS. Al Qalam:10-12).

Allah berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujarat : 6)

1 comment:

NuellubiS said...

wuaduh gak bisa komen nih. sumpah mbak, speechless. berharap sih kembali rukun aja deh.. :)