Tips mengobati putus cinta

Tuesday, October 4, 2011

Kayaknya sih akhir-akhir ini sering terdengar istilah galau. Galau itu datang mendadak, susah, kayak ditikam dari belakang. Secara teori tau bahwa hidup gak perlu itu galau. Gak enak soalnya, seperti dipaksa makan makanan yang rasanya pait banget.

Ini ada tip mengobati putus cinta dari majalah Intisari(edisi 100 halaman kisah pejuang masyarakat)

1. Sugesti diri dengan hal-hal positif
2. Jangan terlalu lama mengurung diri di kamar
3. Berolahraga dan melakukan hobi lain
4. Curhat secara utuh
5. Cari solusi
6. Sebaiknya jangan ketemu mantan pacar
7. Berteman dulu, jangan langsung cari pengganti
8. Lakukan kegiatan sosial

Kalo aku sih lebih suka relaksasi, badan dirilekskan sambil mendengarkan gelombang alpha sisipan buku Quantum Ikhlas. Saat relaksasi membayangkan yang indah-indah sepertinya nyata, lalu bersyukur sungguh-sungguh pada Allah sampai rasanya terharu ingin menangis.

Sudah banyak kutulis di blog ini, bahwa hidup di dunia hanya sesaat saja. Dalam keadaan galau berusaha untuk bersabar, bersikap aktif dengan banyak beribadah mendekatkan diri pada Allah dan menolong orang lain. Tapi lebih baik lagi bila bisa bersyukur, karena pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian yang membuat galau itu.

Aku berusaha kalo menangis karena bersyukur, bukan karena galau. Butuh waktu dan proses untuk bisa melakukan hal itu, karena menangis dengan alasan sedih lebih mudah dilakukan. Hidup ini indah, penuh makna, dan sebagai orang beragama kita mesti menyadari semua yang kita lakukan mesti dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat, sekecil apapun. Jadi jangan melakukan tindakan konyol dengan berkompensasi dengan melakukan hal-hal yang negatif...

3 comments

  1. Nangisin aja sampe cape, nanti juga ilang sedihnya, hehe

    ReplyDelete
  2. wkwkwk, jadi malu aku mbak, soalnya beberapa postinganku terakhir ini isinya tentang ke-galau-anku semua, tapi bukan karena putus cinta lho :p

    Seneng banget mbak Ami udah menyemangatiku. Makasih juga utk pertemanan kita ya mbak... Muachhh..

    ReplyDelete
  3. susah sekali mbak, seperti dikomenku sebelumnya ga mudah terlepas dari bayang2 si dia, soalnya setiap hari selalu lewat rumahnya >,<'

    tapi sekarang alhamdulillah, insya allah sudah bisa lepas dari hal ini, dan itu butuh waktu lebih dari setahun lho mbak

    ReplyDelete