Belajar memahami kata ridho

Saturday, November 5, 2011

Kalimat hidup untuk mencari ridho Allah aku dengar dari ustad di Bogor saat di aku belajar untuk memperdalam tentang Islam lagi tahun 2008, setelah bertahun-tahun disibukkan rutinitas sehari-hari. Terakhir sebelumnya aku pernah ikut pesantren kilat waktu aku kuliah sekitar awal tahun 90an. Tadinya belajar agama Islam bukanlah hal menarik buatku, aku ikut pengajian benar-benar tidak ada yang meresap di kepalaku. Bila aku beli buku, lebih suka membeli buku resep masakan atau chord lagu-lagu, soalnya aku suka nyanyi dan main piano.

Pertama kali mendengar tentang penjelasan ustad tentang ridho Allah membuatku aku ternganga, apa itu ridho Allah. Ustad mencoba menjelaskan bahwa membuat Allah ridho adalah membuat Allah suka dengan tindakan kita. Dan saat itulah kalimat mencari ridho Allah menempel di benakku sampai akhirnya aku mencoba mencari arti ridho di Al Qur'an. Dengan menggunakan Al Qur'an digital aku mengetik kata ridho dan mencoba menterjemahkan. Selain itu aku juga membaca artikel penjelasan narasumber lain tentang ridho. Kata ridho adalah postingan pertama yang aku publish, aku lihat di tanggalnya yaitu 15 November 2010. Tapi sebelumnya aku pernah nulis artikel lain, cuman kayaknya gak puas banget setelah beberapa kali dibaca. Emang sih, aku kalo suatu ketika gak sreg dengan tulisanku aku hapus atau revisi. Kan kadang ada informasi baru lagi yang membuatku ngeh kalo tulisanku yang lama ada kekurangannya.

Dulu banyak orang yang tidak suka kalo ngobrol denganku, katanya aku sering bercerita dengan kata "aku" tidak pernah memikirkan orang lain. Tapi sekarang setelah aku suka menulis malah dikatain suka ngurusin orang lain, soalnya aku suka membaca tulisan di twitter dan terinspirasi dari tweet yang nyeleneh misalnya bicara kotor atau kasar. Nanti aku akan mencari referensi tentang bicara kotor menurut Islam. Mencoba mengingatkan orang lain ternyata juga bisa meresahkan. Kalo bicara "aku" terus jadinya egois, mengingatkan ke orang lain malah dimusuhin. Aku bener-bener belajar untuk bisa mengingatkan dengan cara lebih halus lagi. Dan emang suka sesek, kalo ada temen baik, sahabat terus gak mau dikontak lagi karena tersinggung dengan kata-kataku. Tapi itulah bagian hidup, semua untuk pembelajaran. Ada beberapa blogger yang gak mau ngobrol lagi sama aku, padahal tadinya sering chat, lucunya teman-teman di sekelilingnya masih berteman denganku. Ya sudahlah, pokoknya aku berusaha menjalankan Islam secara benar dengan minta maaf, kalo mereka tidak mau memaafkanku itu urusannya dengan Allah, karena Islam mengajarkan untuk memaafkan, agar tidak jadi dendam yang mengganjal sampai akhirat. Dendam karena tidak mau memaafkan akan membuat hati jadi ada noktah hitamnya. Noktah hitam di hati bila dipelihara akan membuat hati mengeras, dan hati mengeras akan membuat kita sulit memahami firman Allah, karena ilmu Allah yang berupa cahaya hanya bisa masuk ke orang yang selalu berusaha membersihkan hatinya.

Ini aku tulis postinganku di awal ngeblog, dipublish tanggal 15 November 2010, pengertian arti ridho, ini linknya Ridho rela menerima takdir Allah.

Ridho(رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya.

3 comments

  1. rida=rela=ikhlas..dan satu2nya surat di Quran yang Allah blak-blakan memperkenalkan diri-Nya adalah Al-Ikhlas.. bukan al-ahad, atau al-wahid, atau lainnya..

    benar2 bukan urusan sepele dan mudah dilakukan ya.. yang namanya rida itu.. ;_|

    ReplyDelete
  2. @ Muxlimo, memang tidak mudah. aku selalu belajar untuk memahaminya

    ReplyDelete
  3. Ada juga ridho yang jago nyanyi dangdut: Ridho Rhoma.

    Mungkin Mbak Ami dalam mengingatkan kurang lemah lembut. Kalau iya, coba lain kali dengan lemah lembut, Mbak.

    ReplyDelete