Wednesday, December 7, 2011

Anakku ada 5 pintar-pintar semua (reborn sejak Juni 2009)

Selama ini aku hanya membahas tentang Safira dan Safitri, padahal anakku ada 5. Mereka semuanya pintar-pintar Subhanallah, betapa Allah telah memberi aku anugerah mereka yang kecerdasannya di atas rata-rata ini.

Walaupun banyak ejekan yang ditujukan kepada seorang single dengan anak 5, misalnya pantun "kirain perawan ternyata punya anak 5" tapi di Al Qur'an tidaklah begitu. Anak banyak adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Allah berfirman
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid : 20)

Ada kondisi yang membuat aku tidak bisa bersama mereka. Waktu itu aku pernah depresi berat. Aku sempat merawat mereka di Jogja. Terus aku pindah ke Bogor katanya ada seseorang yang mau menjagaku, menyembuhkanku, ternyata belakangan menerorku. Anak-anakku yang besar ikut bapaknya ke Jakarta, dan anak-anak bungsuku yang kembar diambil tanpa izin dan dipersulit ketemu dengan mereka. Bukan cerita yang penting bagi orang lain, jadi aku tidak menuliskan di blog selama ini, baru sekarang ini.

Ini sekedar catatanku saja. Di sekolah tempat aku kerja, aku mengasuh anak ABK, Anak Berkebutuhan Khusus. Menyedihkan sekali, karena otaknya tidak berkembang, maka dia seperti anak berumur 1 tahun padahal umur aslinya 4 tahun. Setiap kali aku mengenang anak-anakku, aku merasa sangat bersyukur punya anak-anak dengan kecerdasan di atas rata-rata. Anak sulungku pernah mendapat nilai 10 untuk matematika untuk NEMnya. Adik-adiknya juga menonjol, walaupun nilainya kadang tidak stabil karena mereka banyak bergaul. Aku tidak menyalahkan, dulu aku juga suka kegiatan ekstra kurikuler. Anak bungsuku yang kembar waktu sebelum masuk SD sudah bisa membaca dan menulis lancar. Mereka jadi kebanggaan keluarga yang mengasuhnya sekarang, makanya berat kalo diberikan kepengasuhan pada ibu kandungnya.

Saat ini, terus terang saja aku merasa di reset oleh Allah sejak Juni 2009. Aku pernah diceritain seorang saudara jauh dari teman seprofesi karena dipisahkan anaknya, kepikiran jadinya sakit-sakitan kena kanker sampe kurus kering. Sedangkan aku, malah merasa hidup lagi, setelah sekitar 15 tahun merasa hampa. Aku pernah cerita sahabat-sahabatku, barangkali kalian sulit membayangkan jauh dari anak, tapi bagi aku yang 15 tahun tidak pernah merasa hidup, sekarang ingin rasanya merasakan hidup lagi. Sendirian. Melakukan hal-hal yang aku sukai. Membeli baju baru yang cantik, sepatu keds yang nyaman kupakai, latihan softball serta ngumpul-ngumpulnya, nyanyi, main keyboard, dan terutama menikmati rasa yang luar biasa indah saat menimba ilmu agama Islam.

Aku pernah ngerasain kencan lagi dengan beberapa cowok, hahaha, untungnya karena belajar Islam, aku bisa melakukan hal-hal yang lurus-lurus saja. Merasakan debar-debar, patah hati. Tapi akhirnya patah hati itu dikalahkan dengan rasa getaran luar biasa pada Allah. Aku menghamba pada Allah. Apapun akan kulakukan agar selalu dekat dengan Allah.

Aku juga ketemu beberapa cowok yang penuh dengan hawa nafsu. Dan itulah, setiap kali aku menghindar ujung-ujungnya tidak mau kontak lagi denganku. Sampai berpikir, apa ada yang bisa ngobrol dengan aku tanpa mengarah ke sana. Ada sih, beberapa, tapi sedikit, hanya beberapa gelintir saja. Yang jelas lebih banyak yang hawa nafsunya cenderung tidak terkontrol. Makanya aku sih nyantai aja dimusuhin, ada yang memprovokasi aku begini begitu, karena kasus hawa nafsu mereka yang tertolak. Kehilangan teman cowok penuh hawa nafsu, bila diikhlaskan akan bertemu lagi dengan yang lebih baik.

Banyak hal yang sangat mengejutkan buatku, aku anggap semua pe-er dari Allah karena ujian keimanan. Aku masih ingin meningkatkan keimanan. Yang jelas buatku ALLAH TIDAK AKAN PERNAH INGKAR JANJI. Aku tidak pernah meragukan Allah sedikitpun. Apalagi aku melihat sendiri, almarhum Bapakku meninggal begitu tenangnya karena beliau sangat sabar. Sedangkan cerita cowok yang pernah kencan denganku yang menganut Kejawen meninggal dalam sakratul maut lama dan menyakitkan. Anak-anaknya ada 2 yang murtad karena kejadian itu pindah ke Nasrani. Dan temanku yang hampir tidak pernah shalat terpaksa shalat di menghadap bapaknya yang saat itu dalam sakratul maut tapi tidak bisa meninggal dengan tenang. Adalagi ibu mertua kakakku yang meninggal dengan sangat tenang saat naik haji di Mekkah.

Apa sih yang tidak lebih indah daripada meninggal dengan tenang, kuburan dilapangkan, saat di akhirat mendapat tempat indah di surga? Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat dengan selalu berprasangka baik pada Allah. Orang-orang yang menghindariku bukan manusia berjiwa besar. Diajak belajar Islam gak mau. Ujian keimanan dari sahabat-sahabatku sendiri yang tadinya begitu akrab denganku. Dan pasti ada gantinya yang lebih baik. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar... Terima kasih ya Allah karena aku telah diberi kesempatan untuk merasakan rahmat-Mu yang begitu luar biasa. Bergetar tiap kali membaca firman-firman Allah, dan kupelajari semua untuk memahaminya...

Allah berfirman
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az Zukhruf : 36)

Allah berfirman
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS. Yaa Siin : 59 - 64)

5 comments:

Elsa said...

anak ada 5???

HA??? terheran heran...

tapi mbak Ami kok tetep kelihatan muda dan langsing?
kayak gak punya anak???

kok bisa ya???

iriiiiiiiiii
heheheeee

r10 said...

aku juga sudah sering "agak nakal" dan Allah "turun" langsung bertindak

so kalau berbuat dosa aku mencoba "bersembunyi/diam-diam" tapi aku merasa Allah selalu mengawasiku

nah apalagi kalau aku berbuat dosa secara terang-terangan... rasa takut itu begitu nyata, aku khawatir dengan balasan-Nya

Sekarang aku takut mati, dan aku sangat heran dgn pendapat temanku tentang kematian, katanya mati itu rasanya seperti k**t*t

ternyata bertambahnya umur tak berarti bertambahnya kedewasaan dan kematangan iman

Ami said...

Mbak Elsa yang cantiiiik, kreatif, penyayang, keibuan bisa iri sama aku yang bukan apa-apa ini. Makan makanan sehat dan banyak olahraga. Pake EVOO untuk massage dan menumis sayuran.

John Terro said...

yang saya tahu cuma 3
berarti 2nya ga tahu nih aku

zasachi said...

subhanallah y mbak punya anak yg pintar2. awalnya aq pikir cm si kembar :-)