Wednesday, December 28, 2011

Bicara cinta, speechless...

Aku kalo nulis atau bicara tentang macem-macem barangkali bisa panjang lebar. Tapi soal cinta... uuuuuh, jadinya speechless. Setelah sekian lama ketemu dan jadian dengan laki-laki yang bener-bener "unbelievable". Kata temen-temenku sih belum nemu. Emang mesti nemu, kalo ditakdirkan gak nemu ya aku terima dong, toh aku masih bisa banyak bersyukur dan merasa bahagia biarpun kayak cheese slice (kra*t single maksudnya, haha...).

Bagaimana cinta menurut Islam, mengutip dari sumber di sini

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak akan mendapat manisnya iman kecuali orang yang pada dirinya terdapat tiga perkara yaitu: Hendaklah Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada cintanya kepada selain keduanya, hendaklah seseorang mencintai orang yang lain tidak lain hanya semata-mata untuk Allah, dan dia tidak suka dikembalikan kepada kekufuran setelah Allah telah menyelamatkannya daripada kekufuran itu, sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam api neraka."

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Pilihlah yang mantap agamanya, semoga akan mengikat tanganmu” (HR.Bukhari Muslim)


Pernikahan harus dijalin dengan tali temali rohaniah yang kuat, yaitu mahabbah, mawaddah, rahmah dan amanah.

(1) Mahabbah (cinta)
Kata “mahabbah” sebagaimana yang diriwayatkan Al Hujwiri dalam kitab “Kasyful Mahjuub”, berasal dari kata “habbah” yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi didalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin.

(2) Mawaddah (cinta yang mendalam)
Tingkatan yang kedua adalah “mawaddah”, berasal dari kata “wuud” yang berarti al-hubb al-katsir (cinta yang banyak/mendalam). Pakar leksikografi al-Quran, Ar-Raghib Al Isfahani mengatakan bahwa mahabbah adalah hanya terbatas yang tersembunyi dalam relung hati, sedangkan mawaddah adalah yang meninggalkan bekas nyata (atsar) dalam kehidupan. Yaitu terjalinnya hubungan mesra (tahaabbu) antara suami dan isteri. Salah satu asma Allah “al-Waduud”, karena nama itu merealisasikan cinta Tuhan pada segenap alam dalam pemeliharaanNya”

(3) Rahmah (kasih)
Kata “rahmah” berasal dari kata “rahm”, yang berarti “riqqatun taqtadhi al-ihsaana ilal marhuum”,”rasa kasih yang menuntut munculnya perbuatan baik terhadap yang dikasihi”. Jadi rahmah adalah rasa kasih yang membuahkan perbuatan baik dari yang mengasihi kepada yang dikasihi,tanpa mengharap balasan”.

(4) Amanah (percaya)
“Amanah” berasal dari kata “aamana-yu’minu” yang berarti “amn” (memberi rasa aman) dan “iman” (percaya). Sehingga amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman, dari pihak yang memberikan karena kepercayaannya bahwa apa yang diamanatkan itu akan terpelihara dengan baik, serta aman keberadaannya ditangan yang diberi amanat. Orang tua tidak akan merestui anaknya tanpa adanya jaminan kepercayaan.


Karena aku belum pernah merasakan seperti penjelasan di atas, malah selama 15 tahun terakhir bolak-balik mencari LSM untuk kasus KDRT atau Lembaga Perlindungan Anak, maka tulisan di atas hanyalah sebagai referensi. Apapun yang terjadi aku tetap mensyukuri hidupku di dunia ini. Masih ada kehidupan di akhirat, dimana tidak ada jomblo di surga, semua punya pasangan yang yang sangat menyayangi, bahkan bidadari di surga yang luar biasa cantiknya hanya bertugas untuk melayani...

Ceritaku tentang berharap ketemu anakku linknya di sini, my story

5 comments:

Tonnys said...

Insya allah saya doakan cepat jodoh mbak :) salam kenal ya :)
tulisannya bagus2, sayang belum sempat baca dan komentar di tulisan yang lain :)

Salam

Ario Antoko said...

yah kalau ga dapat jodoh di dunia, di surga nanti akan dapat :)

Sadako Kenzhi said...

hmmm cinta, saya juga bingung mau ngomong apa...makasih mbak referensinya, sabda Nabi Muhammad Saw....hmmm ngena banget >.<

Kang Ya2n said...

nice to posting
salam kenal

Enny Law said...

Indah sekali cinta menurut Islam,
tp dari sisiku cinta itu agak sedikit menyeramkan, hihii